Senin, 14 Maret 2011

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI MODEL DESA KONSERVASI *)


Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) tidak hanya melakukan fungsi perlindungan dan pengamanan kawasan namun juga memperhatikan aspek lainnya yaitu masyarakat di sekitar kawasan TNGC. TNGC dikelilingi 45 (empat puluh lima) desa yang terdiri dari 27 desa di Kab Kuningan dan 18 desa di Kab Majalengka. Dari 45 desa tersebut, 37 desa diantaranya merupakan desa yang memiliki akses di kawasan Hutan Gunung Ciremai sebelum statusnya menjadi taman nasional. Berganti status maka berganti pula pengelolaannya, begitupula akses masyarakat yang tidak boleh melakukan pemanfaatan berbasis lahan di dalam kawasan.

menindaklanjuti hal tersebut maka Balai TNGC mengembangkan program MDK (Model Desa Konservasi) yang telah lama diusung oleh Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. untuk tahun 2011, MDK dilakukan di 6 desa yaitu Desa Cipulus, Gunung Wangi dan Bantaragung (Kab Majalengka) dan Desa Karang Sari, Cisantana dan Sankanerang (Kab Kuningan). Sebelum dilakukan program, maka dilakukan pembentukan MDK dalam rangka pembentukan kapasitas anggota sehingga Lembaga MDK dapat berjalan secara berkelanjutan sampai tahun-tahun berikutnya.

program yang diberikanpun disesuaikan dengan potensi yang ada. penggalian potensi yang dimaksd berdasarkan PRA (Participatory Rural Appraisal) dengan 12 metode, dimana metode ini diperkenalkan kepada masyarakat dan dipraktekkan sesuai dengan kebutuhan. metode tersebut diantaranya peta mobilitas, jadwal keseharian, kalender musim, matriks pilihan, dan penelusuran sejarah. Selain itu, dengan melakukan metode ini, LMDK dapat menyusun rencana kerja selama 5 tahun mendatang sehingga LMDK dapat berjalan secara terus menerus.

berdasarkan rencana strategis TNGC, sampai dengan tahun 2015 TNGC akan membentuk 24 MDK yang diharapkan lima tahun mendatang desa-desa yang sebelumnya ketergantungan terhadap kawasan dapat melakukan usaha lain yang mandiri sehingga secara bertahap perekonomian dapat meningkat.


*) Nisa Syachera F

Calon Penyuluh Kehutanan TNGC

Rabu, 09 Maret 2011

SOLO TOURING # 3 (KOPENG)

Potongan Peta Jawa Tengah

Tanggal 8 Maret 2011.
Event kali ini merupakan event dadakan, artinya tidak disengaja ataupun direncanakan sebelumnya. Ide ini muncul hanya 1 jam sebelum keberangkatan, waktu yang sangat mepet untuk merencanakan keberangkatan.

Namun poin plus yang bisa didapatkan jika mengadakan event touring dadakan adalah kita  dituntut untuk bisa berpikir cepat dan akurat dalam memprediksikan kemungkinan-kemungkinan yang ada, cepat menyiapkan perkap safety riding, toolkit, P3K, dan perkap pendukung lainnya. 

Tapi tentu saja tidak lepas dari kekurangan-kekurangan juga, tetap saja ada barang-barang yang "sebenarnya" jika kita bawa bisa menjadikan kita lebih nyaman, tapi jika barang itu tidak terbawapun tetap tidak mengurangi safety riding selama perjalanan.

Berikut adalah Rundown event kali ini:
  1. Start dari Mojosongo, Solo pukul 09.27. Mengambil rute Solo - Kartosuro - Teras - Ampel - Tengaran. Berhenti sejenak di Tengaran untuk melihat peta Jawa Tengah. Saat itu tepat pukul 10.25 pada km 45 dari total perjalanan hari ini.
  2. Riding berlanjut melalui Salatiga - Getasan - Kopeng. Di Salatiga berhenti sejenak di salah satu Indomaret untuk membeli minuman dingin sambil memastikan bahwa jalan yang diambil tidak salah.
  3. Jalanan mendekati wilayah Kopeng sudah di dominasi dengan hawa dingin pegunungan, jalanan yang berkelok-kelok khas pegunungan, dan view yang hampir sama dengan jalanan naik ke Ketep Pass dari arah Selo, Boyolali.
  4. Pukul 11.02 telah mencapai km 64, berhenti sejenak ketika melihat papan penunjuk jalan (Wah...Asiik sebentar lagi masuk Kopeng) 
  5. Melintasi daerah Kopeng sambil tetap riding dengan kecepatan lambat menikmati hawa sejuk, namun hingga beberapa saat aku belum juga bisa menemukan lokasi yang menarik untuk sejenak bersantai sambil menikmati pemandangan dan "itung-itung" mendinginkan mesin motor yang sudah hampir 2 jam dipacu. Diantara beberapa warung yang ada belum ada yang menarik hati. Akhirnya riding tetap berlanjut dan tidak jadi mampir, menikmati suasana dengan berkendara pelan-pelan sambil menghirup lega karena yang kucari sudah ketemu (berawal dari hanya mendengar bahwa daerah Kopeng itu dingin dan segar maka berbekal peta Jawa Tengah dengan skala 1 : 1.000.000 aku berhasil menemukan tempat ini)
  6. Jika dalam peta daerah Kopeng hampir sejajar dengan Gunung Merbabu dan sebelah selatannya lagi Gunung Merapi, namun memang tidak terdapat jalan tembus, sehingga jalur memang melingkar. Perkiraan awalku ada jalan tembus dari daerah Kopeng ke Ketep Pass, tapi ternyata tak cari tidak ada maka lewat dari daerah Kopeng aku terus menuju ke arah Magelang. Gerbang selamat datang Magelang sudah menyambut aku tetap lurus terus, sampai disini aku yakin kalau memang ada jalan tembus yang bisa menjadikan aku mencapai Ketep.
  7. Pukul 11.25 aku mencapai km 77 dan melihat papan penunjuk jalan lagi (aku semakin yakin bisa menembus Ketep Pass). Jalur menuju Ketep ternyata juga tidak jauh berbeda dengan yang ada jika kita naik ke Ketep melalui Selo, namun suguhan pemandangan disini lebih eksotis lagi. Terdapat jembatan yang seram dan cantik yang menjadikan aku tiba-tiba berhenti mendadak untuk sejenak menikmati suasan seram dan seru disitu.
  8. Pukul 11.47 di km 86 tiba di Ketep Pass dengan rasa senang penuh keberhasilan. Suasana disini sangat nyaman karena tidak terlalu ramai sehingga aku bisa bebas memilih Warung yang terdapat pemandangan alam lepas yang paling cantik. Di warung kecil ini aku memesan jangung bakar pedas ditambah kopi panas. Alhamdulillah, mendinginkan mesin dan memanaskan badan dengan cara yang sangat menyenangkan.
  9. Setelah puas menikmati pemandangan dan hidangan aku kembali ke Solo melalui Selo - Cepogo - Boyolali - Colomadu - Terminal dan finish di Kampus UNS pukul 13.45 di km 152. 
  10. Sebuah ciri khas alam di daerah Ketep yang aku alami lagi ketika turun gunung...Jika kabut sudah turun, bisa dipastikan berkilo-kilo meter di depan akan tetap tertutup kabut yang pekat, cukup pekat hingga lampu jauh motor dinyalakan sama sekali tidak menyilaukan pengendara didepannya. Jarak pandang hanya sekitar 15-20 m saja. Ditambah lagi jika sudah begini biasanya bercampur dengan gerimis dan tak lama lagi hujan, dan dingin.
  11. Alhamdulillah sampai solo tidak hujan walaupun agak mendung-mendung.

ENDING

Biaya:
Total Bensin : Rp 15.000 (dengan motor Honda 100cc)
Kopi+Jagung bakar : Rp  5.000 (lokasi Ketep Pass) 
Minuman dingin : Rp  3.000 (Indomaret Salatiga)

Perkap:
Helm, jaket, ransel, sarung tangan, sepatu, jas hujan

Additional:
Pompa portabel, P3K, Selang kecil, korek, pisau lipat, Peta Jawa Tengah skala 1:1.000.000
Total jarak tempuh: 152 km
Kecepatan rata-rata: 80 kpj

Hal besar yang terlupakan: KAMERA TIDAK TERBAWA...

Impian besarku yang entah kapan terlaksananya....
(Solo Touring Katulistiwa; Solo Touring dari Solo ke Tugu Katulistiwa, Pontianak, Kalimantan)

Semoga...

Selasa, 08 Maret 2011

BRAKET BERKUALITAS

Tiap orang yang mempunyai box motor tentu sudah tak asing lagi dengan barang yang satu ini. Karena memang alat inilah yang menjadi tumpuan utama atau landasan satu-satunya untuk box yang dipasang. Untuk mendapatkannya pun juga tidak sulit, di toko aksesoris motor yang menjual box hampir bisa dipastikan mereka menyediakan braket juga sesuai dengan jenis motor yang akan kita pasangi box tersebut, tukang las yang biasa mengerjakan teralis, pintu geser, pagar besi dan sejenisnya pun juga bisa membuatkan braket asalkan kita bisa memberikan gambaran yang gamblang dan desain yang akurat untuk orang yang mengerjakan. Untuk masalah harga juga sangat variatif, berdasarkan pengalaman penulis untuk tipe monorack harga mulai dari 50 ribuan hingga ratusan ribu, semua itu tergantung jenis motor yang kita gunakan, kualitas yang kita inginkan, dan ukuran box yang akan kita pasang di motor kita.

Namun seberapapun variatif braket yang bisa kita pilih yang menjadi pertimbangan pertama kali adalah kesesuaian dengan motor dan kekuatan braket yang kita gunakan. Berdasarkan pengalaman yang pernah dialami penulis sendiri, braket yang banyak tersedia ditoko aksesoris dan dengan plat besi yang tipis memang cukup ekonomis dan untuk menyangga beban box beserta isinya dijalan datar memang bisa dibilang "cukup". Tapi silahkan dicoba untuk melewati trek jalan yang berat, bergelombang dengan kubangan yang cukup dalam, jalanan berkerikil, aspal pecah, dan kerusakan jalan yang lain. Braket sangat berpotensi patah, melengkung, retak, dan sejenisnya.

Gambar dibawah ini merupakan braket dengan plat tipis yang terpasang pada Honda Revo 100 cc dan dengan diduduki box Givi E26 dengan berat muatan maksimum 3 kg. Padahal saat digunakan muatan dalam box tidak sampai 3 kg, namun karena jalan yang dilewati termasuk medan berat (Jalur tembus Purwodadi-Demak melalui Godong) sehingga otomatis braket yang kalah dan melengkung. Setelah itu body motor lah yang menjadi korbannya. Padahal saatitu acara Touring belum selesai, namun alhamdulillah rute berikutnya adalah medan jalan raya yang halus hingga sampai di rumah kembali sehingga tidak memperparah kerusakan.
Sebelum berangkat touring braket pernah melengkung karena melewati jalanan yang kurang bagus, namun setelah melengkung braket dibawa ke tukang las dan dilas lagi sesuai ukuran yang proporsional baru kemudian dicat dan siap untuk dibawa touring "Cross Country Muria". Walhasil, karena memang kualitas besi yang kurang baik ditambah lagi plat besi yang digunakan sebagai bahan dasar cukup tipis maka biarpun sudah di las tetep saja melengkung lagi.

Body motor lecet-lecet dihantam besi braket
Belajar dari pengalaman tersebut maka saya mulai hunting di google, kaskus, tokobagus.com, dan banyak lagi yang lainnya untuk bisa mendapatkan braket dengan kualitas yang mumpuni namun dengan harga yang masih terjangkau untuk kantong. Akhirnya berdasarkan dari berbagai referensi dan pertimbangan saya memutuskan pesan agar dibuatkan oleh Kucay Lampung. Setelah mendapatkan nomornya saya telpon dan memesan yang sesuai dengan motor yang akan dipasangi braket, setelah itu transfer ke rekening Kucay + sms alamat pengiriman, setelah itu tinggal menunggu braket datang di alamat yang saya pesankan.
Braket Kucay + Base plate Givi

Barang datang, saya pasangi base plate givi dan siap dipake jalan2...
Ternyata memang untuk braket yang satu ini memang jauh lebih kuat dibanding yang sebelumnya, kuat tanpa goyang2 ataupun manggut2. Bagi yang ingin menggunakan braket untuk box motornya silahkan dipilih dengan cermat dan teliti agar tidak mengganggu kenyamanan berkendara maupun perjalanan.


Keep The Best Performance and Safety Riding


Posisi yang Safe dan tidak menghantam body




Test Braket, dibawa jalan-jalan
Posisi samping yang mantab

Sabtu, 26 Februari 2011

PENDAKIAN GUNUNG CIREMAI DIBUKA PERTANGGAL 1 MARET 2011 *)

KETENTUAN UMUM PENDAKIAN


1. Setiap calon pendaki harus memiliki Surat Ijin Pendakian (SIP) yang di urus terlebih dahulu berdasarkan jalur pendakian yang ingin dilalui sesuai ketentuan yang berlaku dan menyerahkan kepada pengelola di pintu masuk yang apabila perijinanya dilakukan di kantor lingkup TNGC. sementara menunggu permohonan ijin pengelola jalur pendakian yang lain, maka pendaki diharuskan melewati jalur pendakian LINGGASANA karena sudah mendapatkan ijin pengelolaan dengan membawa persyaratan yaitu fotokopi kart tanda pengenal (KTP/STNK/SIM) dan surat ijin orang tua diserta fotokopi KTP orang tua (bagi pendaki yang berusia dibawah 17 tahun keatas)

2. Perijinan pendakian di TNGC dapat menggunakan sistem booking dengan mengirimkan persyaratan yaitu fotokopi kart tanda pengenal (KTP/STNK/SIM) dan surat ijin orang tua diserta fotokopi KTP orang tua (bagi pendaki yang berusia dibawah 17 tahun keatas)melalui faksimile. Surat ijin dapat diambil calon pendaki di kantor Balai TNGC maksimal 2 hari sebelum pendakian.

3. Batas lama pendakian adalah 2 hari 1 malam dan paling lambat memulai pendakian pada pukul 12.00 WIB.

4. Membayar tiket masuk dan asuransi :
a. Wisatawan domestik : Rp 1.500,- orang/hari (PNBP)
b. Wisatawan Mancanegara : Rp. 20.000,-/orang/hari (PNBP)
- Pengelola : Rp 5.500,- /orang
- Asuransi : Rp. 1.500,-/orang

5. Jumlah pendaki dibatasi 1.500 orang per hari

6. Membawa perlengkapan standar : jaket, baju ganti, jas hujan, tenda, kantong tidur, sarung tangan, topi/klupuk, sweater, matras, makanan dan minuman secukupnya dan obat-obatan. apabila tidak, tidak diperbolehkan melakukan pendakian.

7. Pengelola jalur pendakian akan memeriksa barang bawaan dan Surat Ijin (SIP) sebelum dan sesudah memasuki kawasan.

8. Tidak membawa binatang ke dalam kawasan.

9. Tidak membuat api unggun di dalam kawasan.

10. Tidak mengganggu, memindah, melakukan vandalisme pada fasilitas yang ada di dalam kawasan.

11. Tidak memetik, memindahkan atau mencabut tanaman.

12. Berjalan pada jalur yang telah ditentukan.

13. tidak meninggalkan sampah dan wajib membawa turun kembali sampah bawaannya. apabila pengecekan terakhir pendaki tidak membawa sampah maka pendaki harus naik kembali untuk mengambil sampah.

14. tidak membawa minuman beralkohol

15. wajib mengikuti semua peraturan yang berlaku di TNGC dan akan dilakukan penindakan tegas bagi yang melanggar.

*)Penata kerjasama dan Humas

Senin, 31 Januari 2011

POMPA MINI (PORTABLE)

Posisi siap dipake
Bagi orang-orang yang senang bepergian dengan motor ataupun sepeda, baik itu bekerja, kuliah, sekolah, ke pasar ataupun sekedar jalan-jalan tentu sudah sering jengkel karena ban bocor ataupun gembos. Jika bocor atau gembos di daerah perkotaan yang banyak terdapat tukang tambal ban dipinggir jalan tidak terlalu masalah, atau bahkan jika ban bocor di area kampus (seperti: UNS) ban bocor tinggal sms atau telpon ke nomor tukang tambal ban yang ditempel dimana-mana dan tersebar di area kampus dan sekitarnya maka tukang tambal ban akan datang menghampiri kita sehingga tak perlu repot dan capek-capek menuntun sepeda atau motor. Yang menjadi masalah adalah ketika bocor atau gembos ditempat yang tidak tepat, ketika kita di daerah terpencil, jauh dari penduduk, dan lebih tidak nyaman lagi jika itu terjadi di malam hari.
Ada salah satu solusi yang bisa ditempuh untuk mengurangi resiko ketidaknyamanan diatas, setidaknya bisa mengantisipasi ban gembos atau bocor halus. Yakni dengan membawa pompa mini yang bisa dibawa kemana saja. Dalam tulisan ini saya tidak bermaksud meng iklankan merek tertentu, karena produk sejenis ada banyak merek dan variasi harga yang bermacam-macam. Produk sejenis ini bisa didapatkan dengan mudah di toko-toko peralatan sepeda, hingga yang dijual online melalui blog, forum jual beli di KASKUS atau yang lainnya.



Pada gambar dibawah ini yang digunakan sebagai contoh adalah MINI PUMP (POMPA MINI) Keluaran dari UNITED.
Posisi Ringkas, siap dibawa-bawa

Posisi untuk memompa motor

Mungkin ada yang penasaran, memangnya pompa sekecil ini kuat untuk memompa ban motor??? Tapi kenyataannya bisa (hasil uji coba sendiri: ban digembos sampe abis, lalu dipompa sampe kenyang). Tulisan ini semata-mata untuk berbagi, agar ketika bepergian jauh yang mungkin hingga pelosok atau wilayah persawahan, hutan, padang pasir, hutan, ketika ban kita mengalami gembos atau bocor halus bisa kita pompa sendiri tanpa harus menuntun motor, sepeda, apalagi ditempat yang sepi dan rawan tindak kejahatan.



Keep Safety Riding, jangan lupa berdoa ketika bepergian dan Semoga selamat sampe tujuan...


by: http://topixsolo.blogspot.com/

Jumat, 14 Januari 2011

Panggung (Solo Night Sticker)



Jika ada orang yang berkunjung ke Solo dan bertanya, tempat makan mana yang recomended untuk dikunjungi ketika malam hari mungkin salah satunya akan dijawab GALABO. Jika ada orang yang bertanya, kalo di Solo mau pesan cutting sticker, ngeblog motor, tentu jawabannya Purwosari, Gladag, Palur,dsb. Tapi kalo yang dicari adalah sticker yang udah dalam bentuk jadi dan tinggal pilih kali ini ada lokasi yang musti dikunjungi yakni Panggung. Tampak sepintas lokasi jualan ini memang sederhana, memanfaatkan emperan toko di malam hari. Tapi jangan salah, untuk soal kelengkapan koleksi tempat sederhana ini punya beragam sticker dan pernak-pernik lainnya yang mungkin sebagian tidak terdapat di tempat lain.

Dalam blog ini tak kasih judul "Solo Night Sticker" karena memang sesuai dengan konsepnya yakni berjualan pada malam hari. Dimulai dari setelah maghrib hingga pukul 23.00 wib tempat ini selalu ramai dikunjungi orang yang mencari sticker untuk helm, striping motor, bahan untuk nge-blog motor, iseng, melihat-lihat, cari poster, kalender, buku belajar membaca untuk anak-anak hingga buku cerita Ipin-upin juga ada. 



Jam padat pengunjung antara jam 19.00 hingga 20.00, jika ingin lebih santai untuk melihat-lihat dan memilih silahkan datang selepas pukul 20.00. Namun ini berlaku ketika tidak hujan, karena hanya menggunakan emperan toko maka jika hujan turun jualan sementara libur.

Sticker ini merupakan usaha salah seorang teman yakni bro Danu dan ayahnya. Berada di lokasi ini sudah sejak lama. Dan disini memang tidak menerima pesanan cutting sticker desainan sendiri, tapi biarpun bukan desainan sendiri opsi yang ditawarkan sangat lengkap. 

Secara garis besar di lokasi ini menyediakan:
  1. Cutting sticker
    • Sticker merek helm
    • Sticker untuk velg racing
    • Stiker striping motor & mobil
    • Logo-logo otomotif (Honda, Yamaha, Suzuki, BMW, Castrol, Shell, Monster Energy, dsb)
  2. Bahan scotlight untuk nge-blog motor (doff ataupun glossy)
  3. Kalender
  4. Buku cerita
  5. Poster (Poster foto artis, otomotif, pemandangan, kaligrafi, hingga pemandangan 3D)
  6. Dan masih banyak lagi yang lainnya.
Bagi yang ingin menghias motor atau mobilnya dengan cutting sticker tempat ini kami rekomendasikan untuk dikunjungi, namun karena keterbatasan tempat sebaiknya kalo kesini dengan motor saja.hehehe nanti ndak mengganggu pengguna jalan yang lain. Sepeda motor diparkirkan menepi dekat dengan sticker saja agar lebih mudah untuk diawasi.

Untuk lebih jelas dan lengkap bisa dikunjungi langsung di Perempatan Panggung.
Buka tiap hari pukul 18.30 hingga 22.00 (kecuali kalo hujan, menyesuaikan)

CUTTING STICKER KECIL

CUTTING STICKER KECIL



























UKURAN BESAR + STRIPING

http://topixsolo.blogspot.com/

Selasa, 21 Desember 2010

PENDAKIAN CIREMAI DITUTUP*)


Berdasarkan data dari BMG, curah hujan di Jawa Barat sampai saat ini masih tinggi bahkan perkiraan hingga bulan Mei 2011, puncaknya adalah Bulan Desember sampai Februari 2011. Atas hal tersebut, demi keamanan maka Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memutuskan untuk MENUTUP JALUR PENDAKIAN MULAI PADA TANGGAL 21 DESEMBER 2010 SAMPAI WAKTU YANG BELUM DITENTUKAN. Hal ini dikarenakan kondisi cuaca yang tidak menentu. Beberapa minggu lalu, kami sampaikan melalui media ini bahwa pendakian Gunung Ciremai masih dibuka untuk pendakian tahun baru namun karena kondisi cuaca maka Balai TNGC memutuskan untuk menutup jalur pendakian sementara waktu. Selain karena curah hujan tinggi yang memungkinkan adanya badai di puncak Ciremai, beberapa hari lalu telah terjadi hilangnya pendaki gelap selama 1 (satu) hari yang kemudian ditemukan dalam keadaan baik pada hari senin (20/12) pada pukul 23.00 oleh tim SAR masyarakat Desa Linggasana.

Kejadian ini semakin memperkuat dasar penutupan jalur pendakian Gunung Ciremai. Namun tidak perlu khawatir, pendaki dapat menikmati kawasan Gunung Ciremai di akhir tahun pada lokasi buper terdekat di kaki Gunung Ciremai seperti Buper Palutungan, Buper Cikole, Buper Palutungan, Buper Cipeuteuy, Situ Sangiang dan Buper Cipanten serta lokasi wisata lainnya seperti wisata air terjun dan situ. Penutupan jalur pendakian bertujuan untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan yang selama ini sudah terjadi ± sebanyak 8 (delapan) kasus tersesatnya pendaki dan musibah lainnya di kawasan Gunung Ciremai. Informasi lebih lanjut akan disampaikan kemudian.

Oleh : Nisa Syachera F, S. Hut
Calon Penyuluh Kehutanan