Kamis, 16 April 2015

Por-Bajin - Situs Misterius di Tengah Danau

Por-Bajin - Situs Misterius di Tengah Danau

Sekilas pulau persegi panjang Por-Bajin terlihat seperti bekas benteng atau penjara, dengan struktur reguler dan bagian hancur. Tapi sampai saat ini belum diketahui dengan pasti, bangunan apa yang 1300 tahun lalu dibangun di sebuah pulau persegi panjang yang terletak di sebuah danau di pedalaman Siberia.



Pendapat para sejarawan terpecah, tetapi beberapa ahli percaya bahwa daerah terpencil mungkin telah dibangun untuk menarik orang-orang, bukan memenjarakan mereka, dan menyarankan bahwa itu adalah istana musim panas, biara, atau sebuah observatorium astronomi.



Nama Por-Bajin diterjemahkan sebagai 'rumah tanah liat' dalam bahasa Tuvan, dan terletak di danau yang berada antara pegunungan Sayan dan Altai, sekitar 3,800km dari Moskow dekat perbatasan Mongolia.




Lokasi pertama kali ditemukan pada tahun 1891, dan tujuan dari situs masih belum dijelaskan lebih dari satu abad kemudian. Penelitian yang lebih mendalam terjadi pada tahun 2007 dengan arkeolog menemukan tablet-tablet tanah liat, gambar-gambar berwarna yang memudar pada dinding kapur, gerbang besar dan fragmen kayu terbakar.



Para ahli mengatakan pulau itu dibangun selama periode Uighur Khaganate (744-840 M), tetapi tidak jelas apa motif mereka membangun sebuah benteng dalam suatu tempat yang sunyi - karena jauh dari pemu****n besar dan jalur perdagangan.




Pemetaan Laser dari situs sebelum penggalian besar pertama pada tahun 2007 membantu para ahli membangun sebuah model 3D untuk melihat tampak seperti apa dahulu bangunan tersebut. Meskipun usianya yang lebih dari seribu tahun, beberapa bagian dari struktur terjaga dengan baik ketika arkeolog tiba untuk memeriksa situs seluas 3,5 hektar tersebut, dengan dinding terlihat jelas.












Dinding luar berdiri 10 meter dan lebar 12 meter membentuk bentuk persegi panjang. Sebuah gerbang utama ditemukan, mebgarah ke dalam dua halaman berturut-turut dihubungkan dengan pintu gerbang yang lain. Dinding di dalam lebih kecil, setinggi satu meter, membentuk garis bangunan, dengan bangunan besar di tengah situs. Beberapa dinding dan panel ditutupi dengan plester kapur dan dicat dengan garis-garis merah horizontal. Kompleks utama di halaman dalam memiliki struktur pusat dua bagian, satu di belakang yang lain dihubungkan oleh jalan beratap. Atap genting didukung oleh 36 kolom kayu yang berbasis pada batu.



Bahan bangunan, dan cara situs tersebut ditata, memberikan petunjuk bahwa situs dibangun dalam tradisi arsitektur khas Cina, kemungkinan besar pada paruh kedua abad ke delapan.




Yang lebih membingungkan daripada perdebatan mengapa ia diciptakan adalah pertanyaan mengapa bangunan atau situs ini ditinggalkan. Penelitian telah mencatat kurangnya sistem pemanas di pulau itu, padahal disamping cuaca Siberia yang keras, situs ini terletak pada ketinggian 7545 meter di atas permukaan laut.



Ini menunjukkan bahwa kompleks itu hanya digunakan untuk jangka waktu singkat, atau digunakan sebagai rumah musiman di musim panas. Beberapa ahli bahkan mengatakan bahwa iklim, atau kejadian alam lainnya di wilayah tersebut, membuat situs ini ditinggalkan di awal abad ke-9.



Arkeologi dan geomorfologi lapangan mengungkapkan setidaknya ada dua gempa bumi yang telah mempercepat proses alami kerusakan situs. Yang pertama tampaknya terjadi selama pembangunan 'benteng' di abad ke-8.



"Masih belum cukup jelas berapa lama bangunan selamat setelah ditinggalkannya situs di abad ke-9, namun beberapa waktu setelah ditinggalkan, ada bencana gempa bumi lain yang menyebabkan kebakaran dan runtuhnya dinding kandang selatan dan timur, dan menghancurkan sudut barat laut benteng. "




Sementara perdebatan tentang asal-usulnya, pasti akan terus berlanjut selama beberapa dekade, mereka yang telah melihat Por-Bajin semua setuju tentang keindahannya. Bahkan, dalam banyak hal Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan: "Saya telah ke banyak tempat, saya telah melihat banyak hal, tapi saya belum pernah melihat hal semacam ini," katanya, saat mengunjungi situs dengan Pangeran Albert dari Monaco pada tahun 2007.




sumber
http://forum.viva.co.id/showthread.php?t=1911292



Selasa, 07 April 2015

Situs Gunung Padang, Indonesia Kuno yang Mencengangkan

Jum'at,  13 Maret 2015  −  10:22 WIB
Situs Gunung Padang, Indonesia Kuno yang Mencengangkan
istimewa

Tim dari Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI) Minggu (8/3) kembali menemukan artefak berupa makam kuno di situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Penemuan artefak ini kembali menunjukkan keajaiban situs Gunung Padang yang disebut-sebut sebagai situs peradaban tertua di dunia.  

1.Situs Gunung Padang terletak di Kampung Gunung Padang dan Kampung Panggulan, Desa Karyamukti Kecamatan Campaka, Cianjur, Jabar  

2.Gunung Padang merupakan situs megalitik berbentuk punden berundak yang terbesar di Asia Tenggara  

3.Peradaban di Situs Gunung Padang lebih tua dari peradaban Mesopotamia di Irak dan Pyramid Giza di Mesir, yang selama ini dipercaya sebagai peradaban tertua di dunia dengan usia antara 2.500 hingga 4.000 tahun Sebelum Masehi  

4.Berdasarkan penelitian, situs Gunung Padang diperkirakan berusia sekitar 13.000 tahun sebelum Masehi  

5.Luas situs Gunung Padang itu diperkirakan mencapai 10 kali luas Candi Borobudur di Jawa Tengah  

6.Luas bangunan purbakalanya sekitar 900 m2 dengan luas areal situs kurang lebih 25 Ha dengan tinggi 110 m  

7.Keberadaan situs ini peratama kali muncul dalam laporan Rapporten van de oudheid-kundigen Dienst (ROD), tahun 1914, selanjutnya dilaporkan ilmuwan Belanda NJ Krom tahun 1949.  

8.Pada tahun 1979 aparat terkait dalam hal pembinaan dan penelitian benda cagar budaya melakukan peninjauan ke lokasi situs  

9.Sejak saat itu upaya penelitian terhadap situs Gunung Padang mulai dilakukan baik dari sudut arkeologis, historis, geologis dan lainnya  

10.Penelitian terpadu mengenai Situs Gunung Padang dilakukan sejak November 2011  

11.Bentuk bangunan punden berundak situs Gunung Padang mencerminkan tradisi megalitik (mega berarti besar dan lithos artinya batu) seperti banyak dijumpai di beberapa daerah di Jawa Barat.  

12.Di dalam situs Gunung Padang konon terdapat sebuah ruangan besar yang disebut-sebut berusia sekitar 10.000 tahun sebelum Masehi  

13.Di kalangan masyarakat setempat, situs tersebut dipercaya sebagai bukti upaya Prabu Siliwangi membangun istana dalam semalam  

14.Punden berundak Gunung Padang dibangun dengan batuan vulkanik masif yang berbentuk persegi panjang. Bangunan pundek berundak situs Gunung Padang terdiri dari lima  

15.Balok-balok batu yang jumlahya sangat banyak itu tersebar hampir menutupi bagian puncak Gunung Padang  

16.Penduduk setempat menjuluki beberapa batu yang terletak di teras-teras itu dengan nama-nama berbau Islam. Misalnya meja Kiai Giling Pangancingan, Kursi Eyang Bonang, Jojodog atau tempat duduk Eyang Swasana, sandaran batu Syeh Suhaedin alias Syeh Abdul Rusman, tangga Eyang Syeh Marzuki, dan batu Syeh Abdul Fuko  

*Sejumlah Artefak Yang Ditemukan  
  1. Metal Kuno atau Logam
  2. Batu Piramida Tiga Sisi
  3. Tembikar Purba Mirip Pisau
  4. Semen Purba
  5. Batu The Rolling Stone” Gunung Padang
  6. Pecahan Keramik
  7. Koin Amulet Gunung Padang
  8. Artefak Mirip Kujang 

* Situs Gunung Padang Dan “Atlantis Yang Hilang”  

Berdasarkan usia situs Gunung Padang yang disebut-sebut sebagai peradaban tertua di dunia, muncul kontroversi bahwa Situs Gunung Padang sejatinya adalah “Kota Atlantis yang Hilang” seperti ditulis filsuf Yunani Plato.  

  1. Salah satu peneliti yang mengungkapkan hal itu adalah Stephen Oppenheimer, seorang ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, Inggris
  2. Perkiraan bahwa peradaban di bumi Nusantara sangat tua sebelumnya sudah mencuat sejak pertengahan 1990an
  3. Selama ini Atlantis lebih dikenal sebagai misteri yang menggoda para ilmuwan dan kaum spritualis untuk menelisik kembali peradaban maju manusia yang konon hilang ditelan bumi.
  4. Plato mencatat cerita soal benua hilang itu dalam dua karyanya, Timaeus dan Critias. Keduanya adalah karya terakhir Plato, yang ditulis pada 347 SM.
  5. Dalam bukunya berjudul Eden of the East: The Drowned Continent of Southeast Asia, Oppenheimer menyatakan bahwa peradaban Indonesia 10.000 SM sudah sangat maju
  6. Menurut Oppenheimer peradaban dunia berasal dari Indonesia. Menurutnya peradaban agrikultur Indonesia lebih dulu ada dari peradaban agrikultur lain di dunia
  7. Berdasarkan buku Plato, DR Danny Hilman Natawidjaja, membuat sebuah buku yang berjudul Plato Tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia.
  8. Namun Oppenheimer tak berani mengklaim Indonesia kuno sebagai Atlantis, negeri super maju yang dikabarkan filsuf Yunani Plato pada 360 SM
  9. Senada dengan Hancock, Profesor Arysio Santos, seorang fisikawan nuklir dan ahli geologi asal Brasil dan arkeolog Indonesia Danny Hilman Natawidjaja, Ph.d meyakini Indonesia kuno adalah negeri Atlantis yang dimaksud Plato
  10. Salah seorang penulis Graham Hancock justru telah memberikan sebuah hipotesis yang menyebut Gunung Padang memegang bukti penting mengenai "Kota Atlantis yang Hilang".      

* Bangunan Piramida Di Dunia  

Situs Gunung Padang disebut-sebut merupakan bangunan punden berundak-undak berbentuk piramida. Selain di Mesir yang selama ini dikenal dengan Piramidanya, di seluruh dunia banyak ditemukan bangunan piramida  

Piramida Chongha Zanbil (Iran) 

Chogha Zanbil adalah suatu bangunan yang berada di daerah bernama Khuzestan, Iran. Diperkirakan bangunan ini dibangun pada tahun 1250 SM oleh raja Untash- Napirisha sebagai penghormatan kepada dewa Inshushinak 

Piramida Madghacen (Aljazair) 
Madghacen dibangun sebagai tempat persemayaman raja-raja bangsa Numidia atau Berber. Bangsa Numidia dipimpin oleh seorang raja bernama Madghis yang memerintah sekitar tahun 300 sampai 200 SM. 

Piramida Koh Ker (Kamboja) 

Koh Ker adalah salah satu kawasan situs Angkorian yang berada di utara Kamboja. Bangunan ini didirikan pada saat dinasti Khmer berkuasa sekitar tahun 928 dan digunakan sebagai sarana pemujaan Dewa Brahma, Shiwa dan Wisnu. 

Piramida Nubia (Sudan) 

Bangunan ini didirikan sebagai makam raja Napata dan ratu Meroe. Selain untuk persemayaman ratu dan raja, piramidapiramida ini juga dibangun sebagai kuburan para kesatria. 


Piramida Nsude (Nigeria) 


Bangunan-bangunan tersebut dibuat dari bahan dasar lumpur. Menurut Sites Google, piramida Nsude didirikan sebagai sarana penyembahan kepada dewa Ala. 

Piramida China 

Selain Mesir, China juga memiliki banyak piramida. Tercatat ada sekitar 38 piramida di China. Piramida pertama dibangun sejak dinasti Han berkuasa. 

Piramida Mesoamerica (Amerika Tengah) 

Mayoritas piramida Mesoamerica memiliki ciri khusus yaitu ada tangga untuk menuju ke atas dan ujungnya terpangkas. 

Piramida Mesir 

Piramida pertama yang dibangun di Mesir adalah piramida Djoser yang diperkirakan dibangun pada tahun 2630 SM sampai 2611 SM. Sedang piramida paling terkenal di Mesir adalah piramida di komplek Giza atau disebut juga Piramida Giza 

Piramida Cestius (Italia) 

Para ahli memperkirakan piramida ini dibangun pada tahun 18 SM sampai 12 SM sebagai kuburan Gaius Cestius. Dia adalah salah seorang dari empat agamawan terkenal di Roma, Italia.  

* Kekayaan Situs Prasejarah Nusantara  

Selain situs Gunung Padang, di Indonesia terdapat puluhan situs peninggalan masa prasejarah Nusantara  

  1. Situs Gua Putri, Baturaja, Sumatera Selatan
  2. Gua Babi Gunung Batu
  3. Buli, Desa Randu, Muara Uya, Tabalong, Kalsel
  4. Situs Cipari, Kuningan, Jabar
  5. Situs Goa Pawon, Bandung, Jabar
  6. Situs Cibedug, Banten
  7. Situs Pangguyang an, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat
  8. Situs Pasemah di Lampung
  9. Lembah Sangiran, Sragen, Jateng
  10. Situs Gunungpadang Cilacap, Jateng
  11. Situs Dusun Mbolu, Desa Ngepo, Tanggunggunung, Tulungagung, Jatim
  12. Situs Purbakala Wajak, Tulungagung, Jatim
  13. Liang Bua, Pulau Flores, NTT
  14. Situs Gua Perbukitan Sangkulirang, Kutai Timur
  15. Situs Gilimanuk, Jembrana Bali
  16. Situs Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali
  17. Situs Tutari, Kabupaten Jayapura, Papua
  18. Situs Gua-gua Biak, Papua Situs Lukisan tepi pantai di Raja Ampat, Papua Barat
  19. Gua Leang-leang, Sulawesi 

Sumber : www.cianjurkab.go.id & sumber diolah

(bbg)


http://www.koran-sindo.com/read/975954/149/situs-gunung-padang-indonesia-kuno-yang-mencengangkan-1426216909





Tak Jauh dari Gunung Padang Ada Temuan Struktur Batu Misterius di Pasir Pogor

Selasa, 07/04/2015 10:13 WIB

Tak Jauh dari Gunung Padang Ada Temuan Struktur Batu Misterius di Pasir Pogor

Nala Edwin - detikNews

Tak Jauh dari Gunung Padang Ada Temuan Struktur Batu Misterius di Pasir Pogorsitus Gunung Padang







Jakarta - Kawasan situs Gunung Padang, Cianjur menyimpan misteri yang masih perlu diungkap. Masih banyak temuan lain yang perlu digali. Seperti misalnya di kawasan perbukitan Pasir Pogor yang berada sekitar 2 Km di arah utara Gunung Padang. Ada temuan menarik di kawasan itu.

Menurut Ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI) Ali Akbra, Selasa (7/4/2015), sejumlah arkeolog bekerja sama dengan komunitas Bike to Work (b2w) pada 3-5 April lalu bersepeda ke bukit tersebut. Setelah bersepeda menanjak cukup terjal, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Bukit tersebut masih dipenuhi pepohonan dan semak ilalang. 

"Setelah dilakukan survei permukaan tanah secara seksama, berhasil disingkap beberapa struktur batu susunan masyarakat masa lampau. Susunan tersebut berupa terasering atau badan bangunan yang bentuknya mirip dengan yang terdapat di situs Gunung Padang. Ukuran bukit Pasir Pogor selintas lebih besar dibandingkan Gunung Padang. Namun, susunan batu di Pasir Pogor belum diketahui berapa besarnya karena sebagian besar masih tertutup tanah. Pasir Pogor disurvei karena pada saat persiapan Lacak Artefak ditemukan menhir atau batu tegak di puncak bukit tersebut," jelas dia.

Ali Akbar mengungkapkan, temuan itu semakin memperkuat pendapat bahwa situs Gunung Padang didukung dan dikelilingi oleh situs-situs lain. Beberapa bukit di sekitar Gunung Padang juga telah dilacak dan berhasil ditemukan sisa-sisa peninggalan masa silam di bukit-bukit tersebut.

"Temuan ini langsung dilaporkan kepada Pemerintah Daerah Jawa Barat supaya segera dilindungi dan dalam waktu dekat akan dipresentasikan secara lengkap. Rancangan penelitian lanjutan juga tengah disiapkan. Berbagai penemuan di sekitar situs Gunung Padang telah menunjukkan bahwa sebenarnya terdapat Kawasan Gunung Padang yang terdiri atas gugusan atau kompeks situs-situs yang saling berkaitan," tegas dia.



(ndr/mad)

Sumber:
http://news.detik.com/read/2015/04/07/101303/2879835/10/tak-jauh-dari-gunung-padang-ada-temuan-struktur-batu-misterius-di-pasir-pogor



Minggu, 05 April 2015

Pendakian Gunung Ungaran


Kenangan tak selalu manis, tapi hidup harus terus berlanjut. Jangan pernah menyerah sekalipun harus terdiam kelelahan. Badan harus tegak diangkat, kaki harus terus diayunkan, roda kehidupan harus terus berputar.

Orang bilang, jangan pernah lari dari masalah. Tapi tampaknya pendakian menjadi salah satu pelarian yang mau tak mau harus aku jalani saat ini. Ada yang harus diperjuangkan dan ada yang harus dikorbankan. Sudahlah.

Pendakian kali ini tanpa pikir panjang, ajakan langsung aku iyakan. Ungaran memang bukan gunung yang tinggi pikirku, dan banyak yang bilang pemandangannya luar biasa indah. Sayang waktu itu tidak terlalu cerah, pun demikian aku tetap puas untuk pendakian kali ini. Gunung yang tingginya 2.050 mdpl memberikan banyak kenangan istimewa.

Seperti biasa, pertama kali aku browsing mencari koordinat basecamp ternyata tidak ketemu. Akhirnya ketemu salah satu artikel bahwa basecamp Ungaran bisa dilewati dari lokasi Umbul Sidomukti, di desa Sidomukti. Alhamdulillah ketemu juga koordinatnya. Masukkan ke hape dan biarkan aplikasi Sygic Navigator memandu selama perjalanan. 

Rasanya seperti dejavu, menyusuri hiruk pikuk lalu lintas Bandungan di akhir pekan. Sama, sama dengan beberapa tahun lalu aku pernah menggalau di sini, di jalanan ini, sendirian.

Jalanan menuju basecamp mawar ternyata cukup ekstrim, tanjakan tinggi dan hanya ada satu lajur yang di cor beton. Selebihnya rumput dan batuan saja. Namun bisa dikatakan jalur ini lebih mudah dicapai daripada menuju basecamp Merbabu dimana aroma gosong dari kampas motor tercium dimana-mana. Tanjakan berat memaksa semua mesin meraung-raung di ketinggian.
***

Kami berlima di sini, masih menunggu serombongan besar yang janjian untuk ketemuan di basecamp. Tiba di basecamp Mawar saat maghrib. Aku hirup dalam-dalam udara di tempat ini. Ritual ini seolah wajib buatku, dengan menghirup nafas dalam-dalam dan melemparkan pandangan ke landscape alam yang ada di depan mata, maka kenangan ini akan tersimpan kuat, sangat kuat, bahkan hingga bertahun-tahun setelahnya. Nikmatilah, rekam kuat-kuat kenangan ini. 

Tiba-tiba seseorang menyapa. Hahaha. Ternyata setelah traveling bali-lombok dahulu saya ketemu lagi dengan mbak-mbak traveler ini yang juga mau naik ke puncak Ungaran. Okey, sampai ketemu di puncak ya mbak.

Rombongan kami start berjalan pukul 19.10 waktu setempat. Kebetulan waktu itu malam minggu, ramai sekali basecamp ini. Banyak orang yang menghabiskan akhir pekan dengan ngecamp di sini. Tak perlu mendaki, tinggal mendirikan tenda di tempat yang telah tersedia dan nikmati pemandangan alam sambil memasak dan menghangatkan badan di depan api unggun. Tipe refreshing seperti ini boleh juga jadi salah satu opsi ketika sedang malas bercapek-capek mendaki. Tapi tampaknya tidak untukku saat ini. Aku masih butuh memeras fisik, membuat kaki lelah dan terseok-seok agar bisa sedikit meredam apa yang kacau dalam benakku. Cukup..

Boleh dibilang trek Ungaran ini landai, tanpa ada tanjakan ekstrim yang berarti, setidaknya itu yang terlintas di benakku saat awal perjalanan. Ternyata tidak, di akhir-akhir perjalanan kita bakal disuguhi dengan trek yang makin terjal dan berbatu besar. Tidak hanya itu, pohon tumbang juga banyak merintangi perjalanan kami. Untuk menaklukkan trek ini sebenarnya sederhana, fisik saya yakin asal kita sehat kit bakal sampai. Yang harus kita pegang adalah kita harus punya cadangan semangat untuk memompa diri ketika tanjakan makin terjal menjelang puncak, itu saja.

Genap 5 jam kami berjalan nampaknya tinggal 1 atau 2 bukit lagi dan sampai puncak. Lagi-lagi karena akhir pekan, puncak dan sebelum puncak sudah tidak ada tempat lagi untuk mendirikan tenda. Begitu menemukan tanah agak datar tenda langsung kami dirikan. Ada yang spesial kali ini, aku diminta untuk mencicipi tenda Eiger Transformer new dari Mas Bagong pemilik rentalan alat outdoor. Makasih mas..hehe..

Kemewahan apalagi yang dicari? Sebuah tenda eiger di puncak gunung menghadap ke landscape penandangan lampu kota yang kerlap-kerlip di malam hari. Matras telah tergelar ditambah SB yang bersih dan lembut, jadi ingat kata-kata seseorang yang kutemui di puncak gunung, "Terimakasih Tuhan, hidupku asiiik...". Kemewahan inilah yang aku cari, yang tak pernah ku dapati ketika di bawah. Alhamdulillah.

Malam ini tidak hujan, namun tidak juga cerah. Kali ini aku sudah bertekad membawa DSLR dan tripod besar, pengin motret malam hari, ternyata tak ada bintang yang bisa diabadikan. Tak apa, masih ada tenda dan lampu di kota yang bisa untuk diolah. Tiap mau berangkat rasanya paling ogah bawa tripod, nambah berat, ribet. Tapi kalau sudah diatas dan tidak bawa rasanya sungguh menyesal gak bisa maksimal motret malam.

Selamat malam, selamat tidur dan istirahat. Pagi, sholat subuh dan menantikan matahari terbit. Semua orang bersiap-siap dengan kamera masing-masing. Eaaaaaa..penonton kecewa, matahari tidak kelihatan karena terhalang mendung. Gagal lagi membuat foto siluet nan menawan, next semoga bisa dapet momen yang oke.

Puncak Ungaran
Langit berawan di puncak, harapan untuk mengabadikan landscape warna biru yang wow gagal. Ya sudah. Masih beberapa kali motret tulisan titipan yang dibawa kawan-kawan kami dari bawah.

Ketemu lagi dengan mbak petualang di puncak. Ketemu juga dengan rombongan gokil yang berangkat bareng kami dan saling mendahului sepanjang perjalanan. Betapa tidak gokil karena mereka masing-masing orang wajib membawa buah untuk dimakan di atas, bukan mie. Di atas bikin semacam sup buah, dan yang paling gokil adalah pendaki yang berjalan paling belakang. Tiap dia lewat yang tercium aroma durian, ternyata dalam carrier yang dia bawa ada durian utuh 3 atau 4 buah masih lengkap beserta kulitnya. Wkwkwkw. Baru kali ini ketemu pendaki bawa duren utuh ke puncak.

Perjalanan turun menjadi semakin meriah lagi. Nampaknya pendakian full music menjadi salah  atu tren yang makin marak akhir-akhir ini. Sering kami berpapasan dengan orang yang memutar musik keras-keras sepanjang perjalanan. Satu yang paling super diantara yang saya temui di Ungaran kemarin, di bagian luar ransel yang dia bawa ada dua buah papan panel surya yang dibentangkan untuk menyerap cahaya untuk menyalakan seperangkat sound system yang dia bawa - speaker kaleng di kantong ransel serta satu subwoofer. Jempol buatmu.hahaha.


Perjalanan menjadi seru ketika kami sefang bongkar tenda serta merta hujan deras. Berpacu dengan hujan kami paking asal-asalan yang penting cepat. Perjalanan turun hanya mengandalkan jaket gunung yang ketahanan waterproofnya sudah berkurang dan celana jas hujan, kemarin sengaja ditinggal di motor karena melihat langit cukup cerah malam itu. Ternyata tidak untuk pulangnya. Sekitar 3,5 jam perjalanan turun hujan terus. Kembali ke Solo juga harus hujan-hujan lagi.

Alhamdulillah lancar, cukup puas dengan pendakian kali ini. Setidaknya cukup bisa mengusir galau untuk beberapa saat, ketika efek "obat" ini sudah mulai hilang maka saat itu harus mendapatkannya lagi, di tempat lain, di kesempatan yang lain.

Jumat, 27 Maret 2015

Temuan Terbaru Ilmuwan tentang Adam

Temuan Terbaru Ilmuwan tentang Adam
Penelitian gen menunjukkan Adam dan Hawa hidup di masa yang berbeda.
Jum'at, 27 Maret 2015 | 07:39 WIB
Oleh : Siti Sarifah Alia

Temuan Terbaru Ilmuwan tentang Adam
Ilustrasi (http://www.isains.com/)

VIVA.co.id - Manusia ternyata berevolusi lebih cepat dari dugaan sebelumnya. Ilmuwan mendapat kesimpulan ini setelah mereka menemukan cara untuk menunjukkan jika semua manusia yang hidup bisa melacak nenek moyangnya.

Nenek moyang manusia, menurut ilmuwan, tertuju pada satu pria yang hidup 250.000 tahun lalu. Penemuan ini disebut ilmuwan sebagai 'Adam genetik', yang ternyata hidup sekitar 100.000 tahun lalu, lebih cepat dari pemahaman kita sebelumnya.

"Ini artinya, kita telah berevolusi lebih cepat ketimbang dugaan sebelumnya. Studi kami juga menunjukkan jika nenek moyang kita itu hidup bersamaan dengan adanya 'Hawa Mitokondrial', dan hampir semua wanita memiliki DNA mitokondrial Hawa," ujar Kari Stefansson dari perusahaan penelitian kode genetik, deCODE, seperti dilansir The Guardian, Jumat 27 Maret 2015.

Genetik Adam dan Hawa dipercaya bukan satu-satunya manusia yang hidup di zaman itu. Mereka memang tidak pernah bertemu, namun penanggalan yang ditemukan ilmuwan dianggap lebih masuk akal. Jika populasi manusia di masa itu secara keseluruhan stabil, rata-rata satu pria hanya memiliki satu istri dan satu putra atau putri. Ini artinya, setiap manusia berjenis kelamin laki-laki berpotensi tinggi memiliki garis keturunan.
Dengan kata lain, keturunan dari setiap laki-laki, hanya memiliki kromosom Y yang diwariskan dari laki-laki lain. Hanya ada satu pria yang garis keturunannya tidak terputus sampai saat ini, itu adalah kromosom Y Adam.

Peneliti menentukan tanggal eksistensi Adam dengan membandingkan kromosom Y dari sekitar 753 pria Islandia, yang dikelompokkan menjadi 274 garis keturunan paternal. Para peneliti menggunakan 'jam molekular' berdasarkan jumlah mutasi DNA yang meningkat setiap generasi untuk menentukan umur Adam.

Studi yang dipublikasikan dalam Nature Genetik, menemukan fakta baru bahwa usia genetik Adam berlangsung antara 174.000 dan 321.000 tahun lalu. Genetik Hawa, yang dikatakan hidup bersama dengan Adam, muncul 200.000 tahun lalu. Sebelumnya, Adam diperkirakan hidup sekitar 50.000 tahun sampai 500.000 tahun lalu, yang mengestimasikan adanya ketidakcocokkan dengan penanggalan moyang Hawa. Menurut ilmuwan, bisa jadi perbedaan itu dikarenakan Adam melakukan poligami.

"Ini kami sebut sebagai pergeseran besar. Dua kelamin itu tidak bisa dipisahkan. Tidak masalah berapa banyak seorang istri memiliki anak, setengahnya pasti laki-laki dan setengah lainnya adalah perempuan," ujar Stefansson.

Menurut kolega Stefansson, Agnar Helgason, mengatakan jika penemuan ini bisa memperbaiki penanggalan dari banyak evolusi manusia yang terjadi, seperti migrasi pertama manusia keluar dari Afrika dan tiba di Eropa.

Sebelumnya, studi yang dilakukan University of Wisconsin juga menemukan jika manusia telah berevolusi lebih cepat dari sebelumnya. Dalam penelitian itu ditemukan jika 7 persen gen manusia masih membawa evolusi yang terjadi.


Sumber:

http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/606596-temuan-terbaru-ilmuwan-tentang-adam

Riset: Ada DNA 'Alien' dalam Tubuh Manusia


Riset: Ada DNA 'Alien' dalam Tubuh Manusia

Riset: Ada DNA 'Alien' dalam Tubuh Manusia

Beberapa dari gen ini dipercaya terlibat proses metabolisme lipid.
Selasa, 17 Maret 2015 | 05:03 WIB
Oleh : Siti Sarifah Alia
Ilustrasi gen (iStock)


Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal akses terbuka Genome Biology yang fokus pada transfer gen horizontal (HGT). Pola transfer gen itu diyakni merupakan transfer gen antara organisme yang hidup dalam lingkungan yang sama.

"Ini merupakan studi pertama yang menunjukkan transfer gen horizontal (HGT) secara luas muncul pada hewan, termasuk manusia, yang menghidupkan puluhan hingga ratusan gen asing yang aktif," ujar penulis studi tersebut, Alastair Crisp dari University of Cambridge, seperti dikutipDaily Mail, Selasa 17 Maret 2015.

Menurut dia, meskipun jarang terjadi, tampaknya HGT memberikan kontribusi yang besar pada banyak evolusi hewan. Bahkan proses itu dipercaya masih berlangsung sampai sekarang sehingga dibutuhkan evaluasi ulang mengenai evolusi yang selama ini diyakini.

Resistansi terhadap antibiotik, yang terjadi sekarang ini, cukup menjelaskan betapa bakteri cukup cepat berevolusi, khususnya pada organisme sel tunggal. HGT dipercaya memiliki peran yang penting dalam evolusi beberapa binatang, termasuk cacing nematode yang berasal dari gen mikroorganisme dan tumbuhan, serta kumbang. Sayangnya, studi ini masih menjadi perdebatan yang panjang.

Para periset itu mempelajari gen dari 12 spesies Drosophila atau lalat buah, empat spesies cacing nematode, dan 10 spesies primata termasuk manusia. Mereka menghitung seberapa baik seluruh gen itu bersatu dengan gen yang sama pada spesies berbeda.

Sejumlah genom, termasuk gen kelompok darah ABO, dipastikan dimiliki oleh beberapa vertebrata melalui HGT. Dalam tubuh manusia, mereka memastikan, 17 gen yang sebelumnya dilaporkan berasal dari HGT. Mereka juga menemukan ada tambahan 128 gen asing dalam genom manusia yang belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Beberapa dari gen ini dipercaya terlibat dalam proses metabolisme lipid, termasuk memecah asam lemak dan membentuk formasi dari glycolipid. Sedangkan gen lainnya berperan dalam respon kekebalan tubuh, termasuk respon pada pernapasan, sinyal sel imun, dan respon antimikrobial. Sebagian gen lain masuk kategori metabolisme asam-amino, modifikasi protein, dan aktivitas antioksidan.

"Kami temukan bakteria dan protista merupakan kelas lain dalam mikroorganisme, dan merupakan donor paling umum yang ditemukan di hampir semua spesies dalam studi," kata Crisp.

Crisp dan tim juga mengaku telah menemukan HGT dari virus yang bertanggung jawab terhadap lebih dari 50 gen asing dalam primata. Beberapa gen diidentifikasi berasal dari jamur. 

Mayoritas HGT yang ditemukan pada primata diduga berasal dari jaman nenek moyang. Muncul di antara nenenk moyang Chordata dan neneng moyang primata.

Crisp menyadari jika studinya ini bisa jadi meremehkan kebenaran yang selama ini dipahami dalam teori HGT. Baik pada pada hewan atau HGT langsung atara organisme multisel yang kompleks, yang sudah dikenal sebagai pengelola hubungan parasit. (ren)


Sumber:
http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/601951-riset--ada-dna--alien--dalam-tubuh-manusia

Peneliti: Atlantis Tidak Tenggelam dan Hanya Tersapu Tsunami

Peneliti: Atlantis Tidak Tenggelam dan Hanya Tersapu Tsunami

Kota Atlantis telah lama dipandang sebagai kota mitos yang adidaya, hilang selama lebih dari 2.000 tahun di bawah laut.
Banyak penjelajah telah melakukan perjalanan ke Kreta, Malta, Sisilia dan Santorini untuk mencari metropolis misterius Atlantis - yang dijelaskan dalam detail oleh filsuf Yunani Plato.

Tapi seorang ahli komputer yang satu ini telah menantang teori-teori tentang letak kota ini setelah ia mengklaim bahwa kota Atlantis yang hilang secara misterius tidak tenggelam ke dasar laut sama sekali, dan mengatakan bahwa ia telah melacaknya ke suatu daerah dimana sekarang masuk dalam wilayah Maroko.

Quote:

Seorang ahli komputer Jerman Michael Hubner mengatakan bahwa puing-puing kota Atlantis mungkin tidak terletak di bawah laut, melainkan di pesisir Maroko. Kota metropolis kuno tersebut dia katakan dihantam gelombang tsunami besar 2.000 tahun yang lalu, yang kemudian surut dan meninggalkan puing-puing kota.
"Atlantis sebenarnya dihantam oleh tsunami, yang kemudian surut dan meninggalkan puing-puing yang belum ditemukan, di dekat pantai Marrakesh." ujar Hubner.

Ahli komputer Jerman membentuk teorinya dengan menggunakan matematika untuk menghitung koordinat GPS yang tepat dari kota yang hilang tersebut.

Secara cermat Hubner mengumpulkan setiap detail yang dia dapat dari 'Timaeus' dan 'Critias' nya Plato yang menggambarkan Atlantis secara rinci dan memberikan total 51 petunjuk tentang kota misterius tersebut.

"Petunjuk-Petunjuk" itu termasuk bahwa Atlantis berada di dekat laut dan memiliki struktur seperti cincin sekitar pusatnya. Juga dikatakan bahwa kota itu terletak 3.100 mil dari Athena. Daerah ini meliputi Eropa, Afrika dan Timur Tengah.

Petunjuk lainnya adalah bahwa Atlantis tidak di Eropa kuno atau Asia dan memiliki gunung-gunung yang sangat tinggi dan besar, sesuai dengan Maroko yang memiliki Pegunungan Atlas. Dikatakan juga bahwa atlantis berada disebelah barat Mesir dan Tyrrhenia.

Menggunakan data rincian ini Hubner menempatkan pengukuran ke dalam program komputer dan menggunakan peta yang membagi wilayah tersebut menjadi 400 kotak. Hubner kemudian menemukan bahwa wilayah yang sesuai dengan petunjuk-petunjuk itu adalah dataran Souss Massa di Maroko, sekitar 100 km sebelah selatan dari Marrakesh. Dia kemudian mengambil koordinat GPS dan pergi kesna untuk melihatnya sendiri.


Quote:

Luar biasanya di wilayah terebut Hubner menemukan situs yang memiliki banyak keserupaan dengan Atlantis yang digambarkan 2.600 tahun yang lalu oleh Plato, yang dianggap sebagai salah satu pemikir Barat terbesar.
Situs yang ditemukan Hubner memiliki 51 kesamaan dengan petunjuk-petunjuk Plato termasuk dikelilingi oleh lingkaran-lingkaran konsentris

Situs ini berada di cekungan sebuah gurun hanya tujuh mil dari laut dan di tengahnya ada gundukan kecil, mirip dengan daerah yang tinggi di jantung kota kuno yang dijelaskan oleh Plato. Sekitarnya adalah dasar sungai kering yang melingkar, cocok dengan deskripsi Plato tentang kota yang dikelilingi oleh lingkaran konsentris, yang berganti-ganti antara darat dan laut.


Hubner menyimpulkan bahwa sangatlah tidak mungkin bahwa semua karakteristik Atlantis hadir di salah satu daerah di Maroko ini murni secara kebetulan.

Teori ini digambarkan sebagai 'yang paling meyakinkan di atas kertas' oleh Mark Adams dalam bukunya, "Meet me in Atlantis"

Adams menulis: "Pengukuran untuk diameter cincin terluar dan jarak ibukotanya dari Samudera Atlantik bervariasi hanya sekitar 10 persen dari angka Plato."

Penulis juga menemukan dukungan untuk ide Hubner yang mengatakan atlantis bukan tenggelam ke laut, tetapi dibanjiri oleh gelombang besar. Daerah di sekitar Souss Massa rentan terhadap gempa bumi, yang dapat menyebabkan tsunami dengan ukuran yang dibutuhkan untuk meratakan kota.


Hubner telah mengklaim bahwa ide Atlantis berada di bawah laut itu hanyalah contoh dari unsur-unsur nyata dari cerita yang telah hilang selama bertahun-tahun saat diceritakan kembali.

Juga Maroko secara historis belum diperiksa oleh arkeolog, menunjukkan banyak puing-puing yang belum ditemukan yang mungkin memegang kunci untuk kota yang hilang, bisa ada.

Hubner merumuskan teorinya pada tahun 2008. Sebelum meninggal pada 2013 ia bertemu Adams dan membawanya ke tempat yang dia temukan dari perhitungan.

Banyak teori-teori (tepatnya hipotesis) menempatkan Atlantis sebagai kota yang tenggelam di dasar laut.

Awal tahun ini orichalcum, bentuk logam, ditemukan di bawah laut di lepas pantai Sisilia dan diyakini berasal dari metropolis hilang. Sebanyak 39 ingot ditemukan di bangkai 2.600 tahun kapal kargo tua dianggap dari Yunani. 


sumber:
http://forum.viva.co.id/showthread.php?t=1894245