Kamis, 01 September 2011

PETA MUDIK 2011 (GRATIS)

Untuk yang sudah terbiasa dengan jalur yang ditempuh ketika perjalanan mudik biasanya tidak terlalu khawatir dengan rute, misalkan karena sesuatu hal jalur yang ditempuh harus dialihkan maka tinggal cari jalur alternatif dan melanjutkan perjalanan dengan lancar. Namun bagi pemudik yang belum begitu hafal dengan jalur yang ditempuh beserta rute-rute alternatif maka peta mudik menjadi sangat penting untuk dimiliki.

Zaman sekarang jika mau memanfaatkan teknologi sebenarnya tidak perlu repot lagi karena bisa mengakses peta secara digital dengan HP ataupun perangkat lainnya yang sekarang bisa dibilang tidak begitu mahal. HP yang bisa mengakses internet dengan lancar untuk membuka google maps ataupun wikimapia harganya cukup terjangkau, bahkan ada merek tertentu yang sudah mengeluarkan edisi "navigator" untuk seri tertentu yang harganya juga rata-rata dibawah 1 jutaan. Namun karena satu atau yang lain hal peta konvensional masih juga diperlukan, entah karena HP yang dimiiki tidak bisa mengakses internet dengan lancar ataupun tidak terdapat fitur internet atau karena alasan yang lain.


Solusi yang paling sederhana sebenarnya sudah disiapkan pemerintah melalui Dinas Perhubungan yang mencetak Peta Mudik dari berbagai versi, rata-rata tiap tahun mengeluarkan. Ada juga yang bisa diakses secara online dalam resolusi yang cukup tinggi sehingga jalur-jalur yang ditampilkan cukup detil. 

Kali ini yang mau tak tulis adalah yang versi cetak seperti yang ada dibawah ini:
GRATIS

Peta Mudik 2011 versi cetak ini saya dapatkan dari Posko Mudik dan Rest Area yang disediakan oleh Dinas Perhubungan dan Posko Kepolisian di kota Solo. Sebenarnya yang saya cari adalah yang versi cetak edisi "Jawa-Bali" yang ukurannya lumayan panjang. Namun ternyata itu versi tahun lalu dan ketika saya tanyakan kepada Polisi dan Dinshub yang sedang bertugas di posko katanya tahun ini sepertinya tidak mencetak yang versi "Jawa-Bali" yang dicetak ya yang seperti diatas (versi Joglosemar;Jogja Solo Semarang) untuk area tersebut. Ada beberapa kemungkinan, bisa jadi dicetak juga namun tidak semua posko mendapatkan stok peta tersebut atau memang karena berbagi evaluasi dari tahun sebelumnya peta mudik edisi cetak dibuat sesuai dengan area, jika posko mudik di area Solo maka diberi stok peta mudik versi Joglosemar, mungkin di Surabaya versinya beda lagi sehingga biar lebih detil untuk wilayah setempat.
Halaman depan terdapat peta ringkas Solo dan Jogja























Bagian belakang ada peta Semarang + Jawa Tengah (+ Jabar n Jatim dikit)

Kalo menurut saya pribadi itu tidak menjadi masalah dicetak sesuai dengan area masing-masing, sehingga bisa lebih detil dan lengkap dengan informasi yang dibutuhkan para pemudik. Malah bisa memberikan dampak positif yang lain, dengan memberikan peta mudik (bagi yang membutuhkan) sesuai dengan area setempat maka bagi pemudik jarak jauh bisa singgah sejenak untuk beristirahat di Rest Area yang telah disediakan setelah badan kembali segar siap melanjutkan perjalanan dan bisa minta ke petugas peta mudiknya. Peta ini diberikan secara GRATIS alias TIDAK BAYAR SAMA SEKALI. 

Jika dilihat memang ini kerjasama juga antar Dinas Perhubungan dengan beberapa perusahaan, restoran, travel, persewaan mobil dan berbagai jenis usaha yang ikut beriklan di dalam peta ini. Sehingga dengan demikian menguntungkan semua pihak, pemilik usaha bisa ber iklan di dalam peta yang banyak diberikan kepada pemudik dan pemudik sendiri bisa mendapatkan peta dengan kualitas bagus, cukup bagus kalo boleh dikatakan seimbang dengan peta yang dijual di toko-toko buku. Memang tidak sedetil jika dibandingkan ketika kita membeli peta per kota atau kabupaten, namun justru yang simpel-simpel inilah yang mudah untuk dilipat dan dibawa untuk perjalanan mudik tanpa harus menambah beban barang bawaan namun sudah mencakup rute yang akurat disertai dengan info dan nomor-nomor penting yang bisa dihubungi seperti Rumah Sakit, Ambulance, dll.

So, bagi para pemudik sekalian yang sedang mudik atau sedang mempersiapkan untuk perjalanan balik jika membutuhkan Peta Mudik edisi cetak jangan sungkan untuk mampir di Posko mudik yang banyak terdapat di tempat-tempat strategis, karena peta ini diberikan secara cuma-cuma. Semoga tulisan sedikit ini bisa memberikan manfaat bagi yang memerlukan.

Selamat mudik, selamat balik, tetap safety riding dan berdoa sebelum melakukan perjalanan.

Senin, 29 Agustus 2011

NUSANTARIDE

Sekarang forum online sudah menjadi sesuatu yang biasa, mulai dari forum pecinta sepeda onthel, backpacker, pendaki gunung, pecinta air soft gun, bahkan juga ada pecinta suatu game seperti forumnya counter strike. Dengan adanya forum menjadikan sesuatu hobi atau kegemaran lebih seru untuk digeluti dan ditekuni, tempat untuk saling berbagi info, sharing pengalaman dan mungkin gathering.

Di dunia otomotif sebenarnya sudah banyak forum-forum online baik itu dari sebuah klub motor dengan motor sejenis ataupun klub yang memiliki motor bervariasi. Yang saya tulis disini bukanlah atas nama sebuah klub motor, namun sebuah forum yang menjadi tempat berbagi dari bikers manapun yang senang berpetualang menjelajah bumi Nusantara. Jadi dari golongan manapun bisa masuk di forum ini termasuk yang bukan dari klub motor manapun, free rider (minjem istilah dari salah seorang moderatornya) yang penting senang berpetualang menjelajahi berbagi tempat diseluruh Indonesia dan berbagi pengalaman disini.

Pertama kali mengenal forum ini dari salah seorang teman (Fauzi Sobbisco Karanganyar) yang telah meng-add-kan saya di forum fb nusantaride. Lalu beberapa waktu yang lalu website resmi dan forum telah di launching maka saya ikut register dan banyak menimba ilmu dari para senior yang sudah berpengalaman, kalo saya masih anak2 :D masih newbie gitu...


Tapi sampai saat ini forum ini masih belum terlalu ramai, sehingga mari bagi siapa saja yang interest berpetualang dengan motor ataupun sekedar JJS bisa gabung dan ikut meramaikan. Karena dengan semakin banyak yang gabung dan post disini bisa menambah referensi bagi yang lain. Gak ada batasan motor disini, mulai dari bebek ampe moge, dari 2 tak, 4 tak, vespa,ataupun yang lain bisa ikut berbagi indahnya bumi Nusantara...

Bravo Nusantaride...

Capture Halaman Forum



Salah satu riding report anggota forum

Kamis, 04 Agustus 2011

PROFIL KADER KONSERVASI TNGC

Kader Konservasi
Kader konservasi adalah seseorang/sekelompok orang yang telah dididik atau ditetapkan oleh instansi pemerintah atau lembaga non pemerintah yang secara sukarela berperan sebagai penerus upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, bersedia serta mampu menyampaikan pesan-pesan konservasi kepada masyarakat. Dengan demikian, seorang kader konservasi lingkup Balai Taman Nasional Gunung Ciremai memiliki kegiatan dan tugas yang secara umum berkaitan dengan upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya beserta kesediaan dan kemampuan untuk menyampaikan pesan-pesan konservasi kepada masyarakat disekitar kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Adapun tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini yaitu agar generasi muda memiliki kepedulian dan rasa empati terhadap kondisi hutan dan lingkungan yang berada di Kabupaten Kuningan, khususnya terhadap keberadaan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, dengan harapan mereka mampu menjadi kader- kader untuk menyampaikan pesan-pesan Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAH&E) kepada masyarakat di Kab. Kuningan yang notabene sebagai Kabupaten Konservasi, khususnya bagi kalangan teman- teman mereka di sekolahnya.

Jenis-Jenis Kegiatan Kader Konservasi
Berdasarkan arahan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang KSDAH & E, jenis-jenis kegiatan yang diharapkan dapat dilaksanakan oleh Kader Konservasi baik perorangan maupun kelompok adalah :
a. Melaksanakan penerangan dan penyuluhan tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.
b. Menyelenggarakan seminar/diskusi tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.
c. Melakukan kegiatan penelitian atau ekspedisi tentang potensi flora, fauna dan ekosistemnya.
d. Membantu menjaga kelestarian alam kawasan-kawasan konservasi (Taman Nasional, Taman Wisata Alam, Taman Hutan Raya dan Taman Laut).
e. Menyebarluaskan informasi tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya dalam bentuk barang cetakan.
f. Menjadi pemandu wisata alam (Taman Nasional, Taman Wisata Alam, Taman Hutan Raya dan Taman Laut).
g. Membuat tulisan/aritkel di media massa tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.
h. Memanfaatkan media elektronik seperti radio dan TV sebagai sarana kampanye tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.
i. Berupaya meningkatkan keterampilan dalam memanfatkan konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.
j. Melaporkan kepada petugas atau Polisi Kehutanan atau Jagawana bila terjadi perambahan hutan, pencurian flora, fauna ataupun hasil hutan ikutan lainnya.

ANGGOTA KADER KONSERVASI ANGKATAN I
1 Heri Iskandar 6.660/12/BTNGC/PI/VI/2009
2 Dede Suryanto 6.661/12/BTNGC/PI/VI/2009
3 Sukarna (Otang) 6.662/12/BTNGC/PI/VI/2009
4 Ayu Yuchana 6.663/12/BTNGC/PI/VI/2009
5 Jaja Abdurohman 6.664/12/BTNGC/PI/VI/2009
6 R. Mulyadi 6.665/12/BTNGC/PI/VI/2009
7 Iwan Setiawan 6.666/12/BTNGC/PI/VI/2009
8 Saepul Bahtiar 6.667/12/BTNGC/PI/VI/2009
9 Anjar Soedjarwo 6.668/12/BTNGC/PI/VI/2009
10 Jajang Nooralam 6.669/12/BTNGC/PI/VI/2009
11 Ramdani Setiawan 6.670/12/BTNGC/PI/VI/2009
12 Sukirno 6.671/12/BTNGC/PI/VI/2009
13 Ziyadatul Ihsan 6.672/12/BTNGC/PI/VI/2009
14 Rian Ferdinansyah 6.673/12/BTNGC/PI/VI/2009
15 M. Novriansyah 6.674/12/BTNGC/PI/VI/2009
16 Rendi Sukma Wibawa Pribadi 6.675/12/BTNGC/PI/VI/2009
17 Mochamad Dwi 6.676/12/BTNGC/PI/VI/2009
18 Agus Sadar Hidayat 6.677/12/BTNGC/PI/VI/2009
19 Esa Rejesa 6.678/12/BTNGC/PI/VI/2009
20 Adi Kurniadi 6.679/12/BTNGC/PI/VI/2009
21 Yanto Hardiyanto 6.680/12/BTNGC/PI/VI/2009
22 Fandi Azhar Muharam 6.681/12/BTNGC/PI/VI/2009
23 M.Akbar Ardani 6.682/12/BTNGC/PI/VI/2009
24 Dimas Sendy Anugrah 6.683/12/BTNGC/PI/VI/2009
25 Hafiz Dewanaya Putya 6.684/12/BTNGC/PI/VI/2009
26 Ade Kurniawan 6.685/12/BTNGC/PI/VI/2009
27 Dudi Iskandar 6.686/12/BTNGC/PI/VI/2009
28 Aep Saefulloh 6.687/12/BTNGC/PI/VI/2009
29 Yeni Turtaeni 6.688/12/BTNGC/PI/VI/2009
30 Ribia Tutstsintaiyn 6.689/12/BTNGC/PI/VI/2009
31 Endang Kurniawati 6.690/12/BTNGC/PI/VI/2009
32 Wini Indriani Dewi 6.691/12/BTNGC/PI/VI/2009
33 Ricky Adhitya 6.692/12/BTNGC/PI/VI/2009
34 Hilda Nuriandini 6.693/12/BTNGC/PI/VI/2009
35 Ageng Yuliansyah Pratama6.694/12/BTNGC/PI/VI/2009
36 Agung Slamet Riyadi 6.695/12/BTNGC/PI/VI/2009
37 Ade Hilman Al-Farizi 6.696/12/BTNGC/PI/VI/2009
38 Ihin Solihin 6.697/12/BTNGC/PI/VI/2009
39 Rizky Fajar Zaenudin 6.698/12/BTNGC/PI/VI/2009
40 Maman Suryaman 6.699/12/BTNGC/PI/VI/2009
41 Dudi Permana 6.700/12/BTNGC/PI/VI/2009
42 Ely Suheli 6.701/12/BTNGC/PI/VI/2009
43 Rizki Wahyudin 6.702/12/BTNGC/PI/VI/2009
44 Harie Saktian Yusuf 6.703/12/BTNGC/PI/VI/2009
45 Siti Bayinah 6.704/12/BTNGC/PI/VI/2009
46 Sumini 6.705/12/BTNGC/PI/VI/2009
47 Muhamad Arif Nugroho 6.706/12/BTNGC/PI/VI/2009
48 Lili Budiman 6.707/12/BTNGC/PI/VI/2009
49 Very Heriyanto 6.708/12/BTNGC/PI/VI/2009
50 Aru Faisal Badarudin 6.709/12/BTNGC/PI/VI/2009
51 Ade Kurnia Alipansyah 6.710/12/BTNGC/PI/VI/2009
52 Jaja Subagja 6.711/12/BTNGC/PI/VI/2009
53 Adi Nurdin Imanullah 6.712/12/BTNGC/PI/VI/2009
54 Egi Fikri Ardian 6.713/12/BTNGC/PI/VI/2009
55 Eka Hamdani 6.714/12/BTNGC/PI/VI/2009


ANGGOTA KADER KONSERVASI TINGKAT PEMULA ANGKATAN II

1 Tuti Alawiyah 6.841/12/BTNGC/PL/VI/2010
2 Intan Munik Azibah 6.842/12/BTNGC/PL/VI/2010
3 Geby Otivriyanti 6.843/12/BTNGC/PL/VI/2010
4 Susi Susanti 6.844/12/BTNGC/PL/VI/2010
5 Lasminah 6.845/12/BTNGC/PL/VI/2010
6 Andini Asya Putri 6.846/12/BTNGC/PL/VI/2010
7 Puji Rahayu 6.847/12/BTNGC/PL/VI/2010
8 Iyah Komariah 6.848/12/BTNGC/PL/VI/2010
9 Wati 6.849/12/BTNGC/PL/VI/2010
10 Entin Chotimah 6.850/12/BTNGC/PL/VI/2010
11 Ratna Sumiarti 6.851/12/BTNGC/PL/VI/2010
12 Aminah Maysani Wiyahya 6.852/12/BTNGC/PL/VI/2010
13 Popi Hopipah Paujiah 6.853/12/BTNGC/PL/VI/2010
14 Haris Nurmasyah S.Kom 6.854/12/BTNGC/PL/VI/2010
15 Ryan Darmansyah Intani 6.855/12/BTNGC/PL/VI/2010
16 Nurhayati 6.856/12/BTNGC/PL/VI/2010
17 Deni Ramdani 6.857/12/BTNGC/PL/VI/2010
18 Yadi Kusmayadi 6.858/12/BTNGC/PL/VI/2010
19 Wildan Nurkholis Lapiana6.859/12/BTNGC/PL/VI/2010
20 Muhammad Hambali 6.860/12/BTNGC/PL/VI/2010
21 Andi 6.861/12/BTNGC/PL/VI/2010
22 Iim Saepur Rohim 6.862/12/BTNGC/PL/VI/2010
23 Yoyo Sundoyo 6.863/12/BTNGC/PL/VI/2010
24 Nana Karno 6.864/12/BTNGC/PL/VI/2010
25 Dadi Khamal Riyadi 6.865/12/BTNGC/PL/VI/2010
26 Muhammad Haqqiyuddin R. 6.866/12/BTNGC/PL/VI/2010
27 Figur Humani 6.867/12/BTNGC/PL/VI/2010
28 Romi Ragubta Kurniawan 6.868/12/BTNGC/PL/VI/2010
29 Maulana Safe'i 6.869/12/BTNGC/PL/VI/2010
30 Risa Januarti 6.870/12/BTNGC/PL/VI/2010

Kamis, 07 Juli 2011

RIDING REPORT SOLO - NGAWI (MENGHADIRI PERNIKAHAN TEMAN PTN:RINA ANJARWATI)

Setelah sekian lama belum ada kesempatan dan semangat untuk posting lagi, maka setelah acara kemaren ada niatan untuk kembali posting tulisan lagi karena ada sesuatu yang istimewa dalam perjalanan ke Ngawi kemaren.

Pernikahan Rina yang jatuh pada tanggal 5 Juli 2011 dilaksanakan di daerah Ds. Tambakromo, Padas, Ngawi. Awalnya banyak teman yang hendak berangkat, namun pada hari H banyak yang ada halangan sehingga membatalkan rencana keberangkatan, ada yang sedang ada acara keluarga, ada keluarga yang di Rumah Sakit, dan yang lainnya (semoga diberikan kesembuhan bagi yang sakit dan diperlancar urusannya bagi yang ada agenda) sehingga fix pada hari Selasa pukul 10.30 berangkat dari belakang kampus 5 orang saja dengan 3 motor. Aku sendirian dengan Revo100, Pak Beng dengan Parwa naek JupiterZ110, Didik dengan Ida naik Mio Soul.

Istirahat (yang nempatin disini orang pacaran awale, tapi trus kabur)
Karena cuaca panas maka rute awal yang rencananya melalui Sragen di alihkan lewat Cemoro Sewu, dengan harapan dalam perjalanan bisa lebih nyaman dan tidak terlalu terpanggang di jalan raya. Kecepatan stabil 70-80 kpj ketika berangkat, namun ketika sudah di Tawangmangu Mio Soul makin tak terkejar saking handalnya di tanjakan. Setelah tiba di Gondosuli, tikungan buk bengkong istirahat sejenak. Beristirahat, minum, berfoto lalu melanjutkan perjalanan.

MIO OVERHEAT
Parkir depan Masjid
Saking handalnya di tanjakan Mio mesinnya panas dan mati ketika tiba di Gerbang Selamat Datang Jawa Timur, Cemoro Sewu. Namun bisa hidup lagi dan bisa sampai ke Masjid di Cemoro Sewu. Istirahat, sholat lalu Mio disiram air sebanyak2nya di titik panasnya. Jalan sekitar 500m mati lagi, dan terpaksa di glundungkan sampe Sarangan dan dibawa ke bengkel. Setelah dicek, ternyata selain mesin kepanasan (overheat) dia juga haus karena setelah minum 2 liter bensin mau hidup lagi. Tak apalah, jadi bahan hiburan orang2 di bengkel yang penting lanjut lagi perjalanan. Nampaknya rombongan tidak bisa hadir on time karena baru sampe Sarangan sudah pukul 12.40an...

Foto bareng pengantinnya
ROMBONGAN DATANG TELAT
Undangan pukul 13.00 sebenarnya, namun karena turun gunung jalanan makin panas, makin padat, hausss, dan jalurnya nyasar mengakibatkan kita tiba di lokasi pukul 14.40an (4 jam perjalanan sejak keberangkatan...mantab) sebelum tiba di lokasi kita berhenti sejenak di perempatan SMPN 1 sudah dekat dengan lokasi dan dijemput Niken.

Siap ngangkut kripik tempe
Datang di lokasi langsung jadi pusat perhatian, wajah sudah mulai kusut, terpanggang matahari dan debu jalanan, acara hampir bubar. Datang langsung duduk, makan, minum, lalu acara bubar. Tapi paling tidak bisa hadir sebelum bubaran. Setelah itu foto2 dan berpamitan untuk pulang. Tapi tuan rumah belum mengijinkan pulang sebelum membawa bungkusan yang buanyak berisi kripik tempe...Alhamdulillah :) semua kripik tempe masuk box GIVI E26 (Kapasitas 26 liter adalah ukuran yang cukupan untuk memboyong kripik tempe.hehe). Dan perjalanan panjang menuju solo dimulai lagi, kali ini mengambil rute biasa saja-jalur Ngawi - Sragen.

Menginjakkan kaki di pafing alun-alun
ALUN-ALUN NGAWI
Karena perjalanan ini dimulai dari arah timur menuju barat, maka sudah menjadi resiko dihadang matahari, mata pedih, panas, pusing, lengka sudah. Lalu dipustuskan untuk istirahat sejenak di Alun-alun sambil menunggu matahari agak redup. Beli es legen, istirahat foto2 iseng dll. Sore hari di alun-alun senantiasa rame karena banyak orang yang berkunjung disini, mulai dari sekedar makan, minum, lari-lari, dan yang lainnya.
AMAZING TRACK WITH "SUMBER KENCONO"
Perjalanan menuju arah barat bagaikan siang dan malam, setelah siang pasti malam. Begitu pula dengan rute ini, setelah tadi mata panas menatap matahari sekarang matahari sudah mulai lembut, memberikan nuansa yang begitu indah di jalanan antar propinsi ini, matahari tenggelam dengan cantik biarpun tidak muncul sunset.

Jeruk terpaksa di ikat krn box udah buat nampung keripik tempe

Mampir sejenak di pinggir jalan membeli Jeruk, sebelum masuk hutan Ngawi setelah itu lanjut masuk hutan. Jalanan makin gelap namun lalu lintas makin padat dan seperti adat yang ada di mana2, "Pengemudi mobil sering arogan dan TAK MAU didahului rombongan motor yang konvoi walaupun 2-3 motor saja" namun tak lama kemudian situasi berubah. Dari spion sudah kelihatan 1 bus besar menembakkan lampunya yang sangat menyilaukan, kalo diterjemahkan bunyinya "MINGGIR GUA MAU LEWAT!!!"

Sang Raja Jalanan lewat, Sumber Kencono...kalo yang ini udah lewat, yang lain ngalah semua (termasuk pengendara mobil pribadi yang PELIT N GAK MAU BERBAGI SAMA MOTOR) Kita pun ngikut sajalah. Kalo boleh dibilang ini mungkin kayak pelajaran IPA anak SD, simbiosis komensalisme antara ikan hiu dengan ikan remora. Sumber Kencono gak rugi apa2 kalo kita buntuti, tapi kita untung karena dari Ngawi sampe Sragen dibukain jalan sama dia. Yang penting ati2, n rem harus sehat karena SK kalo mau berhenti gak kira2.

Finish
Akhirnya kita tiba dengan selamat di depan kos Ida jam 19.00, istirahat sejenak sambil makan 1 glundung jeruk bali berlima. Total jarak tempuh 250 km, Alhamdulillah...

Rabu, 11 Mei 2011

SINKRONISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT


Pemberdayaan Masyarakat adalah suatu proses yang membangun manusia atau masyarakat melalui pengembangan kemampuan masyarakat, perubahan perilaku masyarakat, dan pengorganisasian masyarakat. Selain bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat, pemberdayaan masyarakat juga bertujuan menumbuhkembangkan kemandirian serta kreatifitas masyarakat dalam menciptakan peluang lapangan kerja. Apabila diamati, pemerintah sangat konsen terhadap pemberdayaan masyarakat dalam rangka mengentaskan kemiskinan yang saat ini mencapai % (kementerian Sosial, 2010) dengan berbagai program diantaranya PNPM Mandiri oleh Kementerian Koordinasi Kesejahteraan Rakyat, Desa Peradaban oleh Kementerian Sosial, Bantuan Operasional Sekolah oleh Kementerian Pendidikan Nasional, Jaminan Kesehatan Masyarakat oleh Kementerian Kesehatan, Desa Wisata oleh Kementerian Pariwisata dan Budaya dan Model Desa Konservasi (MDK) oleh Kementerian Kehutanan. Bila dihitung-hitung, dalam 1 wilayah/desa/kabupaten sudah masuk anggaran yang cukup besar dalam rangka pengentasan kemiskinan namun yang terjadi di lapangan program tersebut belum sepenuhnya menyentuh kepada sasaran utama.

Menyikapi hal tersebut, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mengadakan kegiatan Sinkronosasi kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka yang melibatkan dinas/instansi yang memiliki tugas pokok dan fungsi memberdayakan masyarakat. untuk Kabupaten Kuningan dilaksanakan pada tanggal 25 April 2011 di hotel ayong, sedangkan di Kabupaten Majalengka dilaksanakan pada tanggal 26 April 2011 di Hotel Putra Jaya. Audiens yang diundang diantaranya Komisi B DPRD, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Pariwisata Alam dan Budaya, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Badan pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan, Badan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Tk Kecamatan yang berbatasan dengan kawasan TNGC, dan Bappeda. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Balai TNGC, Dinas kehutanan dan Perkebunan Kabupaten dan Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat. Maksud diadakan kegiatan sinkronisasi ini adalah menyelaraskan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa penyangga TNGC yang diprioritaskan kepada masyarakat eks penggarap.

Dalam menangani permasalahan perambahan di dalam kawasan TNGC yaitu penggunaan lahan untuk pertanian dan perkebunan oleh masyarakat memerlukan kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah khususnya dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Hal ini dikarenakan jumlah penggarap cukup banyak yaitu 4.553 orang dari 3.060 KK lingkup Kabupaten Kuningan dan Majalengka. Dari 4.553 orang tersebut, hanya yang memiliki modal dan lahan terbatas yang menjadi prioritas sasaran pemberdayaan masyarakat sehingga output dapat dicapai sesuai dengan rencana.

Adapun hasil kegiatan sinkronisasi yaitu penyusunan kegiatan pemberdayaan masyarakat tahun 2011 dan 2012 yang menjadi acuan dan pedoman pelaksanaan pemberdayaan masyarakat, pembagian peran antar pihak apabila ada sasaran program yang sama, menyamakan persepsi mengenai sasaran pemberdayaan masyarakat yang harapannya sama dengan TNGC bahwa sasaran utama saat ini adalah masyarakat eks penggarap. TNGC sudah membentuk 6 Lembaga MDK (Model Desa Konservasi) yaitu Desa Karang Sari, Sankanerang, Cisantana (Kab Kuningan) dan Desa Bantaragung, Gunung Wangi dan Cipulus (Kab Majalengka). Apabila dikemudian hari, dinas/instansi lain merencanakan pembentukan Lembaga MDK/kelompok di desa-desa tersebut diharapkan agar tidak membentuk kembali Lembaga MDK/kelompok namun difasilitasi dengan penguatan kapasitas kelembagaan tersebut dengan berbagai variasi kegiatan sesuai dengan potensi wilayah.

OLEH NISA SYACHERA, S. HUT
PENYULUH KEHUTANAN

Senin, 09 Mei 2011

SOLO TOURING # 4 (SOLO-SRAGEN-KR.ANYAR-SOLO)

SOLO TOURING (2 JAM MELEPAS PENAT)

Pict: info-sragen.blogspot.com
Catatan perjalanan ini bukanlah sharing lokasi wisata yang indah ataupun touring dengan penuh tantangan yang luar biasa. Ini hanyalah sebuah aktifitas ketika penat yang iseng saya lakukan karena sekedar ingin "Lost" hilang atau menghilangkan diri entah kemana. Berdasarkan pengalaman pribadi maupun beberapa orang yang lain, pengalaman "menghilangkan diri sendiri" ini memang efektif untuk menemukan sesuatu yang seru dan menyenangkan yang sama sekali tidak kita duga sebelumnya.

START @ SPBU SEKARPACE (10.30 WIB) km 0
Dimulai dengan isi bensin Rp 10.000 lalu membenahi perkap, menset ransel agar nyaman, minum air putih dari botol bekal yang sudah disiapkan dan let's go...berangkat. Belum tahu ingin hilang kemana akhirnya memilih rute Palur-Bak Kramat-Masaran. 

Pertimbangan awal mengambil rute ini karena sepintas pingin menjajal jalur yang "bertegangan tinggi" jalan sempit lalu lintas padat dan kencang serta jalanan yang cukup banyak lubang sehingga menjadikan rawan kecelakaan. Dan benar, memang bertegangan tinggi karena sepanjang perjalanan tidak boleh lengah. Sedikit lengah ban bisa menghajar kubangan jalan atau kita yang dihajar kendaraan lain. Cukup untuk memanaskan naluri berkendara agar lebih waspada. Tapi jika beralama-lama bakal capek juga.

PEREMPATAN LAMPU MERAH - KANAN ARAH JAMBANGAN (11.07) km 25
Seumur-umur belom pernah jajal ini rute, datang kesini tanpa peta, tanpa gps, tanpa teman, tanpa petunjuk, pokoknya hanya ingin "lost" itu saja. Masuk jalanan ini suasana berubah drastis, sangat nyaman walaupun di panas terik karena dikanan kiri banyak pepohonan dan sawah sehingga udara bertiup dengan cukup kencang mengipasi badan tetapi tidak terpanggang matahari karena berkendara di bawah pohon sepanjang jalan.Mmmm...ini baru asik.
Pingin jajal geber motor agak kenceng tapi gak berani, sesekali aspal pecah gak keliatan cukup mengancam. Ya sudah, kecepatan sedang masih seru juga.
Makin jauh, makin gak ngerti tempat, jalanan makin jelek, kanan kiri sawah, gak ada rumah penduduk. Tapi jalan jelek bisa jadi tantangan, riding berdiri kayak motocross ternyata asik...lagipula gak ada orang suka-suka mau bentuknya kayak gimana.
Selesai sesi motocross ganti trek, jalanan aspalnya halus tapi lobangnya gak kira-kira. Ganti style "Ekstra manuver" sesekali ngerem ndadak sesekali menghindar dengan bermanuver tajam. Masih tetap asik, gak ada orang yang nggagas...

MOJOGEDANG (11.26) km 37
Tau kalo ini udah masuk dalam wilayah Mojogedang dari baca papan kecil di tepi jalan, sambil bergumam dalam hati "Oh..Mojogedang"..padahal gak mudeng Mojogedang bagian mana, asal jalan terus. Kalo ada perempatan, tikungan, belokan, pertigaan, ngikutin insting saja enaknya ambil arah mana.
Tau-tau masuk kampung, jalan makin jelek, pohon makin jarang, udara makin panas. Jalanan jelek bikin badan getar semua ternyata, pengin riding berdiri gak enak diliat orang (dikampung aneh2 bisa dilempar sendal nanti)...terpaksa jalan pelan sambil nahan badan rasanya getar semua.
Tiba-tiba nemu tulisan "Pojok Mojogedang" lalu kaget...Hahhh...Kok jalannya jadi bagus yah..
Dan ternyata ini jalan tembus menuju ke Delingan (ke Waduk Delingan juga bisa).

DELINGAN (11.49) km 52
Masih kaget dengan jalan yang bagus dan halus muncul ide baru yang lain, geber gas ampe 90 kpj aja nanti kalo ada tikungan direm dikit terus beloknya merebah kayak pembalap. Jalan mendukung, waktunya di puas-puasin.
Tapi gak semuanya asik ternyata, pernah 2 kali udah siap2 merebah ternyata tikungan berpasir...Terpaksa tegak lagi sambil ngerem, gak jadi rebahan, terlalu berbahaya. Akhirnya jalan biasa nyampe lampu merah Bejen Karang Anyar. (Oalah...tembuse nyampe sini jalan tadi)

JALUR SATU ARAH - KR.ANYAR KE SOLO (11.55) km 56
Disini udah gak ada tantangan yang seru lagi, soalnya udah pernah lewat jadi jalan biasa nyampe jalan raya Solo-Karang Anyar. Tapi nyampe jalan raya yang lumayan sepi jadi pengin ngebut...Ya sudah, sebagai hiburang terakhir sebelum pulang geber motor 100 kpj nyampe menjelang Palur. Sebenere jalan masih memungkinkan untuk lebih kenceng lagi tapi apa daya mesin tidak mendukung, tak apa... yang penting udah dapet serunya.

SAMPE RUMAH LAGI (12.20) km 72
Alhamdulillah nyampe rumah dengan selamat tak kurang suatu apapun. Perjalanan seru, dapet petualangan ngebut, bermanuver diantara kubangan, belok dengan merebah, riding berdiri ala motocross dan masih banyak lagi. Bensin gak habis 2 liter, gak keluar uang jajan juga, pikiran segar saatnya mengerjakan pekerjaan lainnya lagi, tapi makan dulu...


http://topixsolo.blogspot.com/

Rabu, 04 Mei 2011

TEST AP BOOT MOTO 2

AP BOOT MOTO banyak yang suka, banyak juga yang mentertawakannya. Tapi apapun alasan masing-masing mereka, disini saya hanya ingin sharing tentang bagaimana kualitas, kenyamanan dan kekuatan AP BOOT MOTO 2 yang baru saja saya beli dan saya uji coba untuk Adventouring jelajah pacitan selama 2 hari 1 malam. Kesan yang pertama saya dapatkan dari sepatu ini adalah "keren" jika dilihat dari samping maupun dari belakang, karena di AP BOOT MOTO 2 sudah terdapat variasi yang tidak terdapat di keluaran awal AP BOOT MOTO. Tapi jika dilihat dari depan kesan "sepatu proyek" masih terasa.hehehe (maaf ini jujur pendapat pribadi)

Tetapi yang menjadi pertimbangan saya ketika hendak membeli sepatu ini adalah 2 keuntungan yang didapat sekaligus:

Pertama
Habis dijajal jelajah
Sepatu ini Safety, karena menutup kaki dengan sempurna dari mata kaki hingga hampir ke lutut. Dan jika digunakan untuk touring cukup mantab tampilannya. Jika mau basah-basahan tidak masalah, apalagi sekarang cuaca bisa dipastikan lebih banyak hujannya dibanding keringnya. Jadi menjaga kaki tetap kering biarpun kehujanan sepanjang perjalanan jauh adalah opsi yang nyaman dan patut untuk dipertimbangkan dengan serius. Jika bepergian jarak dekat tidak masalah jika pake sendal jepit, tapi kalo ratusan km ya namanya gak safety. Kualitas ketahanan terhadap air ini sudah banyak yang membuktikan (kecuali saya;baru dibuktikan kemaren), termasuk lokasi wisata Lawang Sewu di Semarang yang menyediakan AP BOOT MOTO 1 maupun 2 untuk pengunjung yang hendak mengunjungi lokasi penjara bawah tanah yang lantainya tergenang air. Ini salah satu bukti bahwa memang sepatu ini 100% tahan air.

Kedua
Dari segi harga, sepatu ini memang sangat ekonomis jika dibandingkan dengan sepatu-sepatu touring maupun sepatu motocross yang dijual di internet maupun di toko-toko aksesoris motor. Rata-rata sepatu touring berada kisaran harga Rp 200.000 ke atas, sedangkan untuk sepatu cross bisa mulai dari harga Rp 400.000-500.000an. Sedangkan jika kita bandingkan dengan AP BOOT MOTO sangat jauh, karena sepatu ini di berbagai lokasi di Indonesia berada pada kisaran harga dari Rp 70.000-100.000 saja. Padahal beberapa merek sepatu touring yang seharga 200an ribu itu belum 100% tahan air, jika hujan gerimis masih bisa menahan tapi jika hujan deras atau tercelup air ya tetap saja basah.
Berdasarkan dua hal pokok diatas akhirnya saya mantab memilih AP BOOT dan ingin menjajalnya. Setelah menjajal produk ini untuk keliling pacitan selama 2 hari 1 malam saya cukup puas dengan sepatu ini. 

Berikut ini beberapa hal yang menjadikan saya puas dan bangga dengan sepatu ini:
Pertama
Label ketika beli AP BOOT MOTO 2
Benar-benar tahan air dan tidak tembus, karena selama menjelajah pacitan harus menceburkan kaki ke sungai, ke laut, kehujanan berjam jam tanpa henti dan dengan sepatu ini kaki saya benar-benar kering dan nyaman. Paling agak lembab karena keringat saja, tapi secara keseluruhan tahan air terbukti.
Kedua
Rumor bahwa memakai sepatu ini rasanya sangat panas tidak terbukti (bagi saya) karena saya sudah membuktikan berkendara maupun berjalan di siang terik yang panas sekali toh masih bisa berjalan dengan nyaman-nyaman saja. Memang sesekali waktu kaki perlu di angin-anginkan agar tetap nyaman ketika istirahat, namun ketika hendak riding lagi sepatu ini tetap nyaman dipakai.
Diantara sekian banyak kehebatan sepatu ini tetap saja ada kelemahannya, ibarat pepatah maka tak ada gading yang tak retak. AP BOOT ini juga punya kelemahan, berdasarkan pengalaman kemaren menjajal untuk keliling pacitan kelemahan sepatu ini adalah pada alasnya yang sangat elastis, lentur, dan nyaman menjadikan sepatu ini alasnya tidak terlalu kuat. Tidak terlalu kuat dalam artian jika kita menginjak karang yang tajam2 kaki kita masih bisa merasakan bahwa yang kita injak ini adalah benda batuan yang cukup tajam, sehingga berjalan di karang yang tajam harus pelan-pelan. Berbeda jika kita menggunakan sepatu tentara maka diatas karang yang tajam kita menginjak2 sambil berlari pun gak masalah.
Sebagai closing statement, saya tidak merekomendasikan untuk membeli ataupun menghalau agar 
tidak membeli bagi yang sudah berniat beli. Saya hanya ingin berbagi pengalaman yang semoga bisa menjadi pertimbangan dan bermanfaat bagi yang lainnya.