Minggu, 19 September 2010

SOLO TOURING # 2 (SEMBUKAN-KLAYAR-NAMPU)

SOLO TOURING 3 PANTAI (SEMBUKAN - KLAYAR - NAMPU)
 Dikatakan Touring karena jarak yang ditempuh cukup jauh juga dan bukan dalam rangka "mudik lebaran" dan Solo karena memang riding kali ini aku lakukan sendirian saja.

Touring ini terlaksana pada hari Selasa tanggal 14 September 2010, dengan jarak tempuh total kurang lebih 250 km. Ide ini muncul karena beberapa orang saudara dari 234 Wilayah Jebres 1 yang mengadakan agenda camping tahunan, karena kebetulan tahun ini mengambil tempat di pantai Sembukan maka muncullah ide untuk Touring 3 Pantai sambil nanti mampir ke tempat Camping.

Sudah menjadi kebiasaanku ketika hendak melakukan sesuatu yang diluar kebiasaan sehari-hari aku membuat MindMapping seminggu sebelumnya, hal ini menurutku lebih efektif dibandingkan dengan membuat check-list. Untuk check-list dibuat ketika H-2 sehingga masih ada waktu untuk berbelanja perkap dan kebutuhan yang lainnya.

PERSIAPAN MENJELANG BERANGKAT
=============================
Rencana semula keberangkatan jam 07.00 dengan pertimbangan jika makin siang jalanan makin ramai karena saat ini masih dalam suasana lebaran dan mengantisipasi arus balik. Namun karena pagi hari masih harus ada acara yang lainnya sehingga persiapan baru bisa dilakukan pukul 08.00 dan berangkat pukul 09.00.


Untuk persiapan motor seperti biasa, mengecek ban (tidak terlalu keras namun juga tidak gembos), lampu, klakson, membersihkan rantai, memasang box kesayangan, memastikan braket terpasang dengan kuat dan box sudah terkunci pada dudukannya dan berbunyi "klik" tanda sudah terkunci dengan sempurna, melumasi rantai, tuas gas,kunci kontak dan yang lainnya.

Untuk keberangkatan aku mengambil rute Solo - Sukoharjo - Wonogiri - Wuryantoro - Eromoko - Pracimantoro - Paranggupito. Dan untuk rute pulang juga mengambil jalan yang sama untuk menghindari nyasar karena kurang begitu hapal wilayah dan lebih baik mengambil jalan aman ketika Touring sendirian.

SOLO TOURING BEGIN
==================
Wilayah Sukoharjo hingga Wonogiri aku hanya bisa melaju dengan kecepatan kurang lebih 60 kpj, karena lalu-lintas yang padat ditambah masih banyaknya kendaraan arus balik libur lebaran. Namun ketika di daerah Wuryantoro, Eromoko, Pracimantoro aku bisa melaju 80 hingga 90 kpj, disini jalanan relatif lebih sepi dan tanpa hambatan lampu merah ataupun keruwetan yang lain.

Karena Touring sendirian maka aku lebih berhati-hati, dengan seksama tiap tikungan yang berpotensi menyesatkan difoto dan benar-benar dihapalkan. Dan untuk lebih aman lagi, jangan malu untuk bertanya dengan sopan agar diberikan informasi yang akurat (minimal:turun dari motor, mesin dimatikan, helm dicopot dan slayer dibuka, baru bertanya...)

Pukul 11.11 sampai di Gerbang Selamat Datang Paranggupito. Sampai disini Revo 100 cc sudah menghabiskan bensin Rp 15.000. Daerah ini sudah masuk pegunungan kering, sehingga jarak antar rumah penduduk cukup jauh, dan yang aku takutkan saat itu adalah jika ban bocor, maka siap-siap bakal menuntun motor ber kilo-kilo jauhnya sendirian. Namun Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada masalah apa-apa.

Berikut ini adalah Photo pada tiap belokan untuk sampai di 3 pantai tujuan.
Dari sini belok kiri



Belok kiri lagi
Lurus searah motor menghadap
Ikut Plang (belok kiri)
Kalo kiri arah Nampu+Klayar Kalo kanan arah Sembukan

Akhirnya pada pukul 11.43 tiba di pantai pertama (Sembukan).
Karena saat ini sedang musim liburan, maka untuk menuju ke pantai ini harus membayar Rp 3.000,- di loket masuk, sekitar 50 m arah pantai. Setelah berhasi masuk maka sama dengan situasi liburan lebaran pada umumnya pantai sangat ramai pengunjung.
My Revo 100 ditepi pantai
Sembukan lengkap dengan pemecah ombaknya

Camping
Masak masak
Es buah segeeeer

2nd BEACH - KLAYAR (13.39)
==========================
Klayar merupakan pantai yang paling jauh diantara 3 pantai tujuan jika jarak diukur dari Solo. Namun disini sama sekali tidak ada tantangan yang berarti selama perjalanan. Mungkin yang perlu agak waspada adalah jika menuju tanjakan maka kontrol kecepatan, karena ketika dipuncak tanjakan kendaraan dari arah berlawanan tidak tampak dan disini tidak ada marka jalan sehingga harus pandai-pandai memperkirakan butuh space seberapa lebar jika ada kendaraan yang melaju dari arah berlawanan. Selain karena kendaraan dari arah berlawanan tidak tampak rata-rata dipuncak tanjakan jalannya tidak terus lurus, sering kali setelah melewati puncak tanjakan jalan yang harus kita lewati tidak lurus namun berbelok seketika.

Saat itu untuk menuju Pantai Klayar juga harus melewati loket retribusi, namun di pantai ini retribusinya tidak permanen. Karena mungkin memang ada retribusi hanya ketika liburan saja maka petugas yang berjaga di loket (loketnya pos kamling setempat) pemuda disekitar lokasi tersebut. Biaya juga sama dengan di Sembukan tadi.

Lagi-lagi karena sedang musim liburan, tempat wisata dimanapun selalu berjubel. Akhirnya setelah memperhitungkan waktu bahwa aku masih harus menuju Nampu dan pulang ke rumah sebelum malam hari di Klayar hanya berteduh dibawah pohon kelapa, minum sejenak sambil memfoto sana-sini dan menuju ke Nampu.
Kiri= Klayar & Kanan= Nampu
Nyampe sini belok kanan dah...kagak ada tulisane ati2
Siip Klayar bentar lagi
Klayar Beach
Liburan jadi lebih rame


3rd BEACH - NAMPU (14.13)
=========================
Pantai Nampu cukup dekat dengan pertigaan Dusun Duren yang merupakan percabangan antara pantai Nampu dan Klayar, tidak sampai 1 km sudah sampai di lokasi pantai Nampu. Namun sebelum melaju terlebih dahulu Revo minta minum Bensin Rp 5.000,- bensin eceran dekat persimpangan. Loket menuju Pantai Nampu juga hamir sama dengan ke Klayar tadi, hanya menggunakan pos kamling di sekitar lokasi.

Mungkin karena lokasi pantai ini lebih mudah dijangkau dibandingkan dengan klayar maka pengunjung lebih berjubel lagi. Untuk Mobil diparkir di kanan kiri jalan sehingga menjadikan jalan menuju lokasi ini cukup macet, sedangkan untuk motor diparkir disebuah tanah lapang diatas pantai. karena saat itu cuaca sangat panas menyengat maka akupun enggan menuju pantai, setelah memarkirkan motor ditempat yang nyaman maka duduk berteduh disamping pohon pandan.
Cuaca sedang panas2nya
Yang pada jalan2 ke Nampu sekampung coy
Nampu Beach


Pukul 14.30 akupun beranjak pulang, menjalani akhir-akhir petualangan dengan harapan bisa selamat sampai dirumah dan tak kurang suatu apapun.

Pukul 17.00 tiba dirumah dengan selamat, Alhamdulillah...
Terimakasih kepada semua yang telah ikut mendukung petualangan ini, terimakasih juga kepada yang sudah mampir. Tolong kasih coment juga ya...

TIPS MUDIK DENGAN MOTOR BEBEK

-->
Mungkin tulisan dengan tema ini agak terlambat, namun tidak masalah. Sedikit tips sederhana ini bisa bermanfaat atau dicoba ketika arus balik nanti.
Sebenarnya cukup banyak juga yang menjelaskan bahwa mudik dengan motor memiliki resiko yang lebih besar dibanding dengan mobil, bus, ataupun transportasi umum yang lain. Namun karena keadaan kadang pilihan mudik dengan motor harus diambil juga. Untuk tips mudik dengan motor “lelaki” mungkin sudah banyak dibahas, sehingga kali ini saya ingin mengupas tentang tips mudik dengan motor bebek.
Hal pertama yang harus menjadi perhatian sebelum menjalani mudik (terutama jarak jauh) dengan motor bebek, pastikan bahwa pengendara sudah berpengalaman naik motor jarak jauh. Sangat tidak dianjurkan untuk yang pertama kali berkendara jarak jauh langsung melakukan hal ini.

-->
SECARA UMUM ADA 3 HAL POKOK YANG PERLU MENDAPAT PERHATIAN:
1.       Persiapan Fisik
a.       Cukup Istirahat
Kecelakaan berkendara hingga fatal sering terjadi akibat pengendara mengantuk. Sehingga sebelum melakukan perjalanan jauh pastikan cukup istirahat.
Hal ini berlaku juga ketika berkendara dijalan. Paling tidak 3 jam sekali pengendara HARUS beristirahat sejenak, entah makan camilan, minum, istirahat, sholat, dsb. Disamping itu mendinginkan mesin, karena mesin bebek rata-rata tidak berkapasitas besar dan tidak dirancang untuk rely jarak jauh.
Jika kantuk sudah mulai terasa walaupun baru sebentar berkendara segera menepi dan beristirahat ataupun meregangkan otot. HATI-HATI karena ketika kita tertidur dalam posisi berkendara walupun cuma 2 – 3 detik bisa fatal akibatnya.
b.      Cukup Makan dan Minum
Berkendara jarak jauh sebaiknya mengkondisikan perut dalam keadaan tidak lapar namun juga tidak kekenyangan.
Untuk urusan minum, pilihlah minuman yang ber-ion, isotonic, minuman bervitamin dsb karena ketika berkendara kita kehilangan banyak cairan, sehingga agar konsentrasi dan pikiran masih segar dan bisa fokus maka kita memerlukan lebih dari sekedar air putih. Waspada terhadap dehidrasi.
2.       Persiapan Motor
a.       Sangat dianjurkan servis dan ganti oli
Terutama bagi yang tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang mesin dan sejenisnya, sangat dianjurkan sebelum mudik servis di bengkel resmi sepeda motor anda dan ganti oli dahulu. Karena motor akan digunakan bekerja lebih ekstra dibanding sebelumnya.
b.      Mengutarakan daerah tujuan mudik kepada mekanik
Tujuan mengutarakannya kepada mekanik yang menangani motor kita adalah agar mekanik tahu seberapa jauh perjalanan yang akan ditempuh dan seberapa berat motor harus bekerja. Ini terkait dengan spare part mana yang harus diganti sekarang atau masih belum perlu untuk diganti. Misalkan busi, kampas rem, dsb.
c.       Periksa kondisi ban dengan baik
Ini merupakan salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian ekstra. Jangan ambil resiko dengan nekat mengendarai motor dalam keadaan ban sudah gundul atau hampir gundul. Untuk berkendara jarak jauh apapun bisa terjadi, dengan kondisi ban gundul ban akan lebih mudah bocor, meletus, motor terpeleset dan kejadian-kejadian buruk lainnya sudah mengintai.
3.       Persiapan Perkap
a.       Box motor yang berkualitas
Menggunakan box motor untuk mudik memang hanya sebuah opsi saja. Namun jika rute yang kita tempuh memang jauh sebaiknya memang tidak menggendong tas dipundak kita, karena itu akan membuat kita gampang lelah.
Tas ransel yang sarat muatan akan membuat pundak kita seolah-olah mau copot dan itu sangat berdampak terhadap kemampuan berkonsentrasi kita ketika berkendara.
Jika memang anggaran cukup pilihlah box yang berkualitas bagus, begitu juga braket atau dudukannya. Atau bisa memilih yang lebih ekonomis, asalkan braketnya kuat. Karena braket menjadi tumpuan utama bagi box dan muatan yang berada didalamnya.
b.      Tas yang digunakan
Jika tidak menggunakan box bisa juga kita hanya memasang braket saja dan diatas braket kita taruh tas lalu diikat. Ini juga sangat mengandalkan kekuatan braket jadi perhitungkan dengan matang seberapa berat muatan yang kita bawa dan seberapa kuat braket mampu menahannya.
Ada baiknya untuk kondisi yang tidak menentu seperti sekarang ini siapkan plastik besar untuk membungkus tas ketika kita harus berkendara dalam kondisi hujan.
Untuk motor bebek kita bisa menempatkan tas didepan juga seperti ini:
-->
Namun yang harus tetap diperhatikan adalah posisi tas jangan sampai mengganggu posisi kaki untuk pindah gigi, melakukan pengereman, dan juga jangan sampai mengganggu setang ketika bermanufer. Pikirkan ulang lagi ketika kita berbelok dan masih tertahan oleh tas. Hal ini SANGAT BERBAHAYA!!!
a.       Tali temali dan pelengkapnya
Ketika menempatkan tas maupun barang bawaan kita di braket belakang ataupun di rangka motor bagian depan maka kita harus amat sangat cermat untuk urusan tali temali.
Pastikan barang bawaan kita terikat dengan kuat pada braket dudukan ataupun didepan, perlu juga dicoba berkendara beberapa saat sebelum kita benar-benar melakukan perjalanan untuk mudik.
Pastikan juga tali temali yang kita lakukan memang sangat rapi. JANGAN SAMPAI ada sisa tali yang bebas bergelantungan kesana-kemari, ini sangat berbahaya jika sampai masuk ke rantai atau roda.
Lebih baik tidak mencantolkan barang bawaan dalam plastik di cantolan sepeda motor, apalagi kekuatan plastiknya belum yakin. Karena ketika perjalanan jauh plastik rawan jebol dan barang bawaan bisa berhamburan dijalan dan membahayakan pengendara yang lain.
b.      Wear pack (perlengkapan yang kita pakai)
                                                              i.      Helm
Pastikan helm kita berkualitas, minim SNI. Dan juga terpasang serta terkunci dengan baik.
Kacanya juga bersih dan bisa memandang lepas kearah depan. Ada baiknya full face, namun jika tidak half face pun juga cukup asal standart.
                                                            ii.      Jaket
Jaket yang baik digunakan untuk bepergian jarak jauh adalah jaket kulit atau jaket dengan bahan lain yang berkualitas. Kita bisa mencari referensi jaket motor atau jaket touring.
                                                          iii.      Rompi
Kadang biarpun jaket yang kita kenakan sudah jaket kulit namun tetap saja masih memerlukan rompi. Hanya sebuah opsi saja, karena kondisi tiap orang berbeda-beda. Jika kita rawan untuk merasa sesak ketika terkena angin maka sebelum mengenakan jaket kulit kita mengenakan rompi terlebih dahulu minimal yang satu sisi – untuk melindungi dada saja.
                                                           iv.      Sarung tangan
Meskipun buka hal yang teramat pokok, namun kita bisa memilih sarung tangan yang nyaman agar ketika berkendara bisa menyerap keringat atau melindungi dari sinar matahari di siang yang terik.
                                                             v.      Sepatu
Untuk bepergian jarak jauh wajib mengenakan sepatu (jangan sandal jepit). Mungkin sebagian orang menganggap ini sepele, namun bisa berakibat fatal. Ada kejadian kecelakaan yang menyebabkan korban kehilangan salah satu jari kakinya karena ia berkendara dengan mengenakan sandal jepit dan terjadi srempetan. Disamping itu ketika melewati jalanan yang berpasir disiang hari percikan pasir akan terasa sangat menyakitkan jika kita hanya mengenakan sandal jepit.
                                                           vi.      Jas hujan
Saat ini cuaca tidak menentu, entah karena global warming atau yang lainnya. Namun yang perlu kita waspadai adalah hujan tidak bisa ditebak, sehingga kita harus senantiasa sedia jas hujan.
Pemilihan jas hujan untuk mudik atau bepergian jarak jauh sebaiknya yang berbentuk setelan baju dan celana (bukan ponco). Hilangkan asumsi bahwa dengan ponco kita bisa sekalian menutupi barang bawaan kita. Karena dijalan yang padat bisa saja jas ponco kita tersangkut di kendaraan lain yang akibatnya pengendara jatuh terpelanting.
Lebih baik jika ingin bawaan kita tidak kehujanan maka kita tutup plastik baru kita tali dengan rapi dan kuat. Dan untuk badan kita mengenakan jas hujan non-ponco.

POIN TAMBAHAN
Sebagai penutup ulasan sederhana tentang Mudik dengan motor bebek ini:
1.       Berdoa terlebih dahulu.
2.       Ingatlah selalu bahwa motor bebek kita gunakan untuk mudik, bukan untuk balapan. Dan juga perhatikan kapasitas mesin, misalkan kita menggunakan bebek 100cc maka ketika jalanan lurus dan sepi tak perlu menjadi “seperti pembalap” yang melaju dengan kecepatan sangat tinggi. 80 – 90 kpj saja sudah cukup ngebut.
3.       Pastikan kita menjadi pemudik yang sadar hukum dan taat lalu lintas. Jangan sekali-kali melanggar lampu merah, marka jalan dan peraturan lalu lintas lainnya.
4.       Taati aturan yang melarang penggunaan ponsel ketika berkendara, sudah banyak kejadian karena melanggar nyawa taruhannya.
5.       Sayangi diri anda sendiri dengan tetap menyalakan lampu utama meskipun di siang hari.
Ini bertujuan menjadikan motor lebih terlihat bagi pengendara bus, truk ataupun mobil. Sehingga dengan mereka tahu keberadaan kita bisa menjadikan kita lebih aman dan terhindar dari terserempet mobil karena mobil tidak tahu kita ada disitu.
6.       Akan lebih safe jika kita mudik jarak jauh tidak berkendara sendirian, kita ikut dalam suatu rombongan (seperti orang touring) akan lebih aman. Karena kendaraan satu mungkin “kurang dianggap” oleh bus atau kendaraan besar lainnya, sehingga lebih berpotensi terserempet atau tertubruk dan sebagainya.
7.       Senantiasa ingatkan pada pikiran kita, bahwa kita membawa anak istri kita, keluarga yang kita cintai. Atau ketika kita berkendara sendirian ingatlah bahwa kita ditunggu oleh keluarga yang dikampung, dinantikan dengan penuh cinta dan datang dalam keadaan selamat tak kurang suatu apapun.
8.       Selamat Mudik dan Balik…Keep Safety Riding.
 

TIPS MENIKMATI PERJALANAN

Tulisan ini mungkin hanyalah sebagian kecil dari ide yang terbesit yang semoga saja bermanfaat bagi orang lain yang dalam kondisi yang sama. Karena semua orang pasti mengalami perjalanan entah mudik, bepergian, sekolah, berangkat ke tempat kerja, travelling, touring, jalan-jalan, cari sarapan ataupun yang lainnya.
Dari pengalaman dan membaca atau mendengarkan kisah orang lain kita menjadi tahu, mendapatkan ilmu, atau sekedar sharing pengalaman. Perjalanan itu adalah menyenangkan…
Entah dimanapun atau kemanapun tujuan kita, dengan berkendara apapun kita bisa membuat hal itu menjadi lebih bermakna asal kita mau mengamati dan mengambil pelajaran dari tiap apa yang kita lihat dan kita alami.
Hanya sedikit berbagi tips menyenangkan menikmati perjalanan:
1.       TUJUAN
Menikmati perjalanan bisa dilakukan dalam kondisi seperti apapun, karena tidak setiap kita pergi mempunyai tujuan. Bisa juga kita bepergian karena jenuh sehingga kita pergi “lost your self” atau sekedar membebaskan diri.
a.       Sudah ditentukan
Orang berangkat bekerja bisa menjadi sebuah kebiasaan yang membosankan, maka kita sendiri yang harus mensetting apa yang akan kita lakukan dijalan nanti agar perjalanan menjadi fun dan menyenangkan. Untuk yang hobi menulis bisa membuat catatan-catatan kecil yang menyenangkan, bagi yang hobi membuat komik bisa mengoret-oret sketsa, atau yang supel bisa cari kenalan selama di perjalanan
b.      Belum ditentukan
Jika kita bepergian untuk menghilangkan penat maka tergantung kita penat terhadap apa, penat akan rutinitas kota maka kita bisa pergi ke pedesaan, pegunungan, jalan-jalan ditepi sungai dsb. Ketika kita penat akan desa yang selalu sepi kita bisa jalan-jalan ke kota – ya walaupun sekedar beli makan siang atau sabun cuci toh tidak masalah.

2.       KENDARAAN
a.       Transport Umum
Entah itu bus, angkot, kereta api, kapal, atau apalah itu tentu kita bisa melihat banyak orang. Penumpang yang menaiki kendaraan umum bersama kita dengan segala polah tingkahnya bisa kita ambil pelajaran, jika itu baik bisa kita contoh dan jika itu buruk kita bisa tahu dan menghindarinya. Bisa juga kita menjadi orang yang lebih bersyukur karena melihat orang yang dalam keadaan tidak “seberuntung” kita saat ini kehidupannya. Kita bisa melihat orang yang amat tidak bersyukur dengan apa yang ada juga, ketika cuaca panas dia mengeluh dan mengutuk-ngutuk panasnya cuaca di hari itu namun ketika hujan tiba dia mengeluh karena harus berbasah-basah, jemuran tidak kering, kedinginan dsb…padahal saat itu banyak orang yang tidak seberuntung dia.
b.      Kendaraan Pribadi
Mau mobil, motor, sepeda kebo atau yang lainnya bisa kita jadikan sangat menyenangkan dengan mengendarai kendaraan pribadi. Ambil contoh bepergian dengan motor, biarpun yang kita naiki bukan motor besar layaknya rider yang sedang touring tapi akan menjadi hal yang menyenangkan tersendiri ketika kita mempunyai catatan perjalanan, misal…
”Waktu itu perjalanan dari kota X menuju kota Y dalam rangka bla-bla-bla, memasuki kilometer sekian motor bebekku bocor, setelah selesai ditambal ternyata ada lubang lagi dilain tempat sampai berkali-kali dan ternyata ujung-ujungnya harus ganti ban dalam, padahal waktu itu hanya membawa uang sekian ribu rupiah…” dan ketika kita sudah sampai ditempat tujuan ataupun ketika momen itu terlewat selang sekian lamanya bisa kita buka kembali dan bisa dijadikan acuan ketika hendak bepergian lagi. Percayalah bahwa “Pengalaman adalah guru terbaik” dalam hal ini adalah sangat betul.
c.       Jalan Kaki
Banyak hal yang menjadikan orang bepergian dengan jalan kaki. Bisa juga karena dekat, malas mengeluarkan motor, atau karena sedang tidak punya uang untuk naik bus. Dan untuk poin yang terakhir itu aku sendiri pun pernah mengalaminya. Namun apapun itu, asal kita mau membuatnya menjadi menyenangkan yang kita rasakan adalah enjoy aja lagi…
Yang menyenangkan ketika jalan kaki adalah kita bisa olah raga tentunya, bisa menikmati pemandangan lebih detil dibandingkan dengan orang yang naik kendaraan ataupun sepeda onthel.
Yang perlu diperhatikan mungkin pemilihan waktu yang tepat, maksudnya jangan di siang terik panas. Jika perkiraan kita menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 3 jam maka bisa kita pilih waktu pagi atau sore sekalian – yang penting tidak terpanggang matahari.
Berdasarkan pengalaman pribadi ketika jalan kaki karena tidak punya uang dan memiih rute pagi adalah dengan berangkat pukul 04.00 pagi dan sampai di tujuan pukul 07.00 dan membawa bekal buku saku, bolpoin, sebotol air minum. Begitu juga ketika mengambil rute sore dengan berangkat pukul 16.00 sampai ditempat tujuan pukul 19.00

3.       YANG DIBAWA
a.       Dokumentasi
Kita bisa membawa apa yang kita punya, jika kita punya digital camera bisa dibawa, tetapi jika tidak catatan pun sudah cukup. Dengan begitu kita bisa mencatat momen yang menyenangkan atau menyedihkan, pokoknya yang penting berkesan. Sehingga dengan perjalanan yang kita lakukan bisa kita ambil manfaat dan hikmahnya.
b.      Bekal
Ini tergantung apa yang bisa kita bawa dan kita punya, jika kita ada peta, uang, pisau multi, digital camera atau yang lainnya bisa juga dibawa – tergantung tujuan kita kemana. Bisa juga ketika kita sedang minim, bawa air putih sajalah sebagai penghilang dahaga selama perjalanan.

Pada intinya buatlah perjalanan itu menyenangkan, karena itu akan lebih mendatangkan banyak manfaat untuk kita. Dan hal yang paling penting adalah siapkan segala sesuatu dengan matang sebisa kita setelah itu berdoa dan pasrahkan diri kita hanya kepada Allah SWT.
Selamat menempuh perjalanan, semoga selamat sampai tujuan…

Senin, 30 Agustus 2010

MASYARAKAT SEMAKIN SADAR AKAN PENTINGNYA KAWASAN TNGC*)



Upaya pemberian pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) semakin direspon oleh masyarakat, hal ini ditandai dengan adanya permintaan aparat Pemerintah Desa untuk bekerjasama dengan Balai TNGC dalam pemanfaatan jasa lingkungan air. Air merupakan produk nyata yang dihasilkan kawasan TNGC yang digunakan seluruhnya untuk hajat hidup orang banyak, kebutuhan akan air semakin lama semakin meningkat dengan semakin banyaknya jumlah penduduk. Diantara pemerintah desa yang mengajukan kerjasama dalam pemanfaatan air diantaranya desa di sekitar kawasan yaitu Desa Kaduela, Gunung Sirah, Padabeunghar, Randobawagirang, dan Seda dan juga ada desa yang bukan desa penyangga kawasan TNGC yaitu Desa Kertawinangun. Hal tersebut didasari akan keperluan dan kebutuhan air yang sangat penting bagi kehidupan.
Mekanisme kerjasama dalam pemanfaatan jasa lingkungan air dari dalam kawasan taman nasional belum diatur oleh peraturan perundangan kehutanan, namun hal yang paling mendasar adalah bagaimana masyarakat ikut membangun hutan di kawasan TNGC baik masyarakat desa bagian hulu maupun hilir agar ketersediaan air tetap terjaga. Salah satu caranya dengan penanaman pepohonan khususnya pada areal mata air sehingga air yang terserap semakin besar.
Selain dirasakan masyarakat Kabupaten Kuningan, kebutuhan tinggi akan air juga dirasakan masyarakat Kabupaten Cirebon. Berdasarkan data yang didapat tahun 2010, debit air di PDAM Paniis sudah semakin berkurang dan penggunanya semakin banyak. Kebutuhan yang semakin meningkat seharusnya juga diimbangi dengan pembangunan hutan di kawasan TNGC yang saat ini masih mengalami degradasi. Apabila kondisi ini terus dibiarkan maka masyarakat akan kesulitan mendapatkan air bersih khususnya musim kemarau. Hal ini juga diakui masyarakat Kab Cirebon yang mengatakan bahwa kondisi air semakin kurang pada musim kemarau. Hasil penelitian mahasiswa IPB menguatkan apa yang telah disampaikan bahwa keseimbangan air antara ketersediaan dan kebutuhan air di Pulau Jawa menunjukan, kebutuhan air dapat terpenuhi pada musim hujan, sedangkan memasuki musim kemarau awal, ada beberapa wilayah sungai yang mengalami defisit, dan pada pertengahan musim kemarau semua wilayah sungai di Pulau Jawa mengalami defisit. Berdasarkan penelitian tersebut jelas terlihat ketersediaan air yang semakin berkurang khususnya air bersih.
Melihat kondisi yang terjadi, Balai TNGC memberikan perhatian penuh akan pemanfaatan jasa lingkungan air dan pengelolaannya, seperti yang tercantum pada visi Balai TNGC yaitu “Terwujudnya kelestarian kawasan TNGC sebagai sumber air utama untuk kehidupan dan kesejahteraan masyarakat”. Air juga merupakan obyek utama pada beberapa obyek wisata alam di kawasan TNGC, baik dalam bentuk air terjun maupun danau/talaga. Untuk itu kami menyampaikan kepada masyarakat secara sadar ikut serta dalam upaya reforestrasi atau pengembalian kawasan hutan di kawasan TNGC seperti sedia kala sehingga air yang merupakan kebutuhan masyarakat dapat tercukupi.

*)Oleh : Oman Dede Permana
(Polisi Kehutanan TNGC)

Senin, 23 Agustus 2010

CEGAH KEBAKARAN DENGAN MPA DAN SEKAT BAKAR*)


Menindaklanjuti upaya pencegahan kebakaran hutan yang dilakukan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) beberapa waktu yang lalu yaitu penyuluhan pengendalian kebakaran hutan yang dilaksanakan pada 5 (lima) kecamatan yaitu Kecamatan Pasawahan, Cigugur, Darma, Cikijing dan Bantaragung, selanjutnya dilaksanakan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan pembuatan sekat bakar.
MPA adalah masyarakat yang dilatih untuk ikut serta membantu petugas secara sukarela dalam kegiatan pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan. Kegiatan Pembentukan MPA dilaksanakan selama 2 (dua) hari dari tanggal 5 s/d 6 Agustus 2010 bertempat di Aula Taman Wisata Alam (TWA) Linggarjati Kabupaten Kuningan dan diikuti oleh peserta sebanyak 40 (emapt puluh) orang, yang berasal dari Kab.Kuningan (Kec.Pasawahan, Kec.Cilimus, Kec.Mandirancan, Kec.Darma, Kec. Cigugur), dan Kab.Majalengka (Kec. Sindangwangi, Kec. Argapura, Kec.Rajagaluh). Tujuan dibentuknya kelompok MPA adalah untuk mendorong masyarakat membangun dirinya sendiri mengembangkan kemampuan dalam mengamankan wilayahnya sendiri dari bahaya kebakaran dengan menitik beratkan pada pencegahan terjadinya kebakaran kawasan TNGC.
Dalam materi yang disampaikan pada kegiatan pembentukan MPA, Kepala Balai TNGC Ir Kurung MM menegaskan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan di kawasan TNGC merupakan tanggung jawab semua pihak baik Balai TNGC, Pemerintah daerah maupun masyarakat dan berkeinginan dengan adanya pembentukan MPA ini, kelestarian kawasan TNGC semakin membaik karena petugas TNGC akan dibantu oleh masyarakat dalam kegiatan perlindungan dan pengamanan kawasan. Pemateri lainnya yaitu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab Kuningan dan Widyaswara Balai Diklat Kehutanan Kadipaten. Selain materi yang diterima di dalam kelas, materi praktek juga diberikan agar teori yang telah disampaikan dapat diaplikasikan dengan baik. Adapun kegiatan praktek dilakukan di lokasi yang sama yaitu TWA Linggarjati.
Setelah MPA dibentuk, tugas pertama yang dilakukan kelompok adalah pembuatan sekat bakar yang dilaksanakan beberapa hari berikutnya yaitu pada tanggal 9 s.d 10 Agustus 2010 di Desa Setianegara, Batu Luhur dan Bintangot. Sekat bakar yang dibuat dengan panjang masing-masing ± 100-200 meter. Pembuatan sekat bakar dilakukan dengan cara yang paling umum dalam pencegahan kebakaran yaitu menggunakan cangkul, sekop, garu, garpu tanah dan kapak. Pembuatan sekat bakar dilakukan dengan cara pembersihan rumput, semak dan pohon pada areal yang dianggap rawan yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran api serta mengurangi bahan bakar.
Selain mewujudkan pelaksanaan upaya pencegahan, kegiatan pembentukan MPA dan pembuatan sekat bakar merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat karena melibatkan masyarakat yang berada di sekitar kawasan TNGC.

*)Oleh : Cepi Arifiana
Polisi Kehutanan TNGC

Rabu, 18 Agustus 2010

MODEL DESA KONSERVASI SEBAGAI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA PENYANGGA TNGC*)

Model Desa Konservasi (MDK) merupakan program Kementerian Kehutanan yang telag berlangsung sejak tahun 2006. Pembangunan MDK merupakan upaya konkrit pemberdayaan masyarakat di sekitar dan di dalam kawasan konservasi yang dilakukan secara terintegrasi dengan pengelolaan kawasan konservasi. Pembangunan MDK meliputi tiga kegiatan pokok yaitu pemberdayaan masyarakat, penataan ruang/wilayah pedesaan berbasis konservasi dan pengembangan ekonomi pedesaan berbasis konservasi.
Tujuan pembangunan MDK untuk masyarakat di desa penyangga sekitar kawasan konservasi yaitu dari aspek ekologi/lingkungan, yang dapat meminimalisir gangguan, memperluas habitat flora dan fauna yang ada di kawasan konservasi, menambah areal serapan air jika terletak dibagian hulu sungai, menangkal bencana alam berupa banjir, erosi, angin serta bencana lainnya. Dari aspek ekonomi, melalui kegiatan MDK diharapkan pendapatan masyarakat dapat meningkat, tercipta berbagai aktivitas masyarakat untuk menambah pendapatan, potensi SDA yang ada dapat bernilai ekonomi melalui pengelolaan dengan teknologi yang sesuai, dan diharapkan roda perekonomian pedesaan dapat berputar. Dari aspek sosial, dengan pemberdayaan masyarakat melalui MDK pengetahuan dan keterampilan masyarakat dapat meningkat, masyarakat diharapkan dapat bersikap positif dan mendukung pengelolaan kawasan konservasi, kesehatan masyarakat dapat meningkat karena kondisi lingkungan pedesaan yang sehat dan diharapkan ketergantungan masyarakat terhadap kawasan berkurang.
Saat ini, Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) telah memiliki 3 (tiga) desa yang dijadikan MDK yaitu Desa Pajambon Kab Kuningan, Desa Bantaragung dan Desa Sangiang Kab Majalengka yang pelaksanaan kegiatannya difasilitasi oleh Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat dengan adanya kebun bibit desa. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang sebelumnya diusulkan oleh masyarakat setelah adanya penggalian potensi desa.
Potensi yang dimiliki kawasan TNGC dan daerah penyangga cukup beragam diantaranya jasa lingkungan air dan wisata alam, keanekaragaman hayati, dan kerajinan tangan dan pangan. Dari semua potensi tersebut dapat dipadukan menjadi satu produk “Desa Konservasi”. Desa konservasi adalah desa dimana masyarakatnya menjalankan keseluruhan aktivitas atau kegiatan kesehariannya dengan kegiatan yang bersifat konservasi. Hal yang paling mudah dilakukan adalah mengumpulkan dan mengolah sampah rumah tangga, menanam apotek hidup di pekarangan rumah dan menanam pepohonan baik di sepanjang jalan desa maupun di pekarangan rumah agar suasana rumah menjadi rindang. Pengolahan sampah rumah tangga dapat dipilah dari sampah organik dan non organik, dimana sampah organik dapat diolah menjadi pupuk yang kemudian dapat dijual kepada masyarakat yang membutuhkan dan sampah anorganik dapat dijual ke usaha daur ulang.
Bagi desa penyangga yang berbatasan dengan kawasan TNGC yang memiliki obyek wisata alam, masyarakat dapat mengambil peluang dengan menjual jasa kepada para pengunjung dengan menjadi guide/pemandu wisata. Peran pemandu wisata atau biasa lebih dikenal interpreter menjadi sangat penting khususnya dalam pengembangan obyek wisata alam. Interpreter bertugas memberikan informasi kepada pengunjung mengenai potensi obyek wisata alam, sejarah lokasi obyek wisata alam dan lain sebagainya. Dengan adanya interpreter, pengunjung akan mendapatkan wawasan dan ilmu pengetahuan lebih, selain mendapatkan keindahan alam yang menjadi obyek utama wisata alam. Harapan ke depan agar semua desa penyangga di kawasan TNGC dapat menjadi desa konservasi yang dapat mengembangkan potensi yang ada.

*)Apo
Polisi Kehutanan TNGC

Selasa, 03 Agustus 2010

PENYULUHAN PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN*)

Bulan Juli akan segera berakhir, Alhamdulillah gangguan terhadap kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang terjadi setiap tahun belum terjadi. Pada tahun 2009 lalu, kejadian kebakaran hutan terjadi mulai awal bulan Juli dimana telah memasuki musim kemarau. Pemanasan global yang terjadi memacu adanya pergeseran musim kemarau. Hal ini berdampak baik apabila kesiapsiagaan dimulai dari sekarang. Salah satu upaya yang kami awali adalah dengan adanya penyuluhan pengendalian kebakaran hutan. Kegiatan serupa sebelumnya sudah dilakukan dan difasilitasi oleh Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat di Hotel Tirta Sanita, Kuningan namun dalam kegiatan penyuluhan ini kami lebih mempertegas dan mengarahkan kepada hal yang lebih teknis sebagai upaya persiapan.
Kegiatan penyuluhan dilakukan di 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan dan Kecamatan Bantaragung Kabupaten Majalengka. Penyuluhan tersebut dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2010 di Kecamatan Pasawahan dan 22 Juli 2010 di Kecamatan Bantaragung. Pada kegiatan penyuluhan pengendalian kebakaran hutan di Kecamatan Pasawahan diikuti sebanyak 30 (tiga puluh) orang masyarakat yang terdiri dari masyarakat Desa Pasawahan, Padabeunghar dan Kaduela. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Camat Pasawahan, Kapolsek Pasawahan dan Danramil Pasawahan. Pada kesempatan tersebut, Camat Pasawahan menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi mengatasi ancaman kebakaran hutan yang tentunya juga akan merugikan masyarakat setempat sekaligus menyampaikan kepada masyarakat lainnya. Sama halnya dengan apa yang disampaikan Kapolsek dan Danramil Pasawahan, sedikitnya menambahkan bahwa peran masyarakat sangat menentukan berhasil tidaknya penanganan pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan. Kegiatan penyuluhan di Kecamatan Bantaragung juga dihadiri oleh 30 (tiga puluh) orang masyarakat yang terdiri dari Desa Bantaragung, Padaherang dan Payung. Camat Bantaragung, Camat Bantaragung juga menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi mengatasi ancaman kebakaran hutan dan menyampaikan informasi dan materi yang diberikan TNGC kepada masyarakat lainnya.
Pada kegiatan penyuluhan tersebut, Balai TNGC menyampaikan secara teknis dalam rangka upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan di dalam kawasan TNGC diantaranya penyiapan regu/posko pencegahan kebakaran, pembentukan kelompok MPA, pengadaan sarana penunjang dan pembuatan sekat bakar. Untuk mengetahui faktor terjadinya kebakaran hutan pelu intelejensi lebih lanjut dengan adanya kegiatan patroli pada lokasi rawan kebakaran yang dilakukan regu/posko beserta dengan anggota MPA. Patroli dianggap cara yang paling efektif dengan menempatkan anggota pada titik rawan kebakaran sehingga ketika ada titik api yang terlihat dapat segera dikendalikan. Kami memberikan kesempatan kepada masyarakat yang berkeinginan bergabung di regu/posko pencegahan kebakaran dapat segera menghubungi Balai TNGC melalui resort wilayah setempat yang kemudian akan kami sesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan.

*)Oleh : Nisa Syachera F, S. Hut
Penyuluh Kehutanan TNGC