Minggu, 24 April 2011

Iklan motor di TV 'Tidak Selalu' yang utama

Pasaran motor di Indonesia sudah terus menggeliat. Dan ini bisa dilihat semua orang dengan masuknya berbagai macam motor baru di Indonesia, juga motor-motor yang sudah punya nama terus menelurkan inovasi dan varian baru produk mereka. Orang Indonesia sekarang sudah banyak yang "berkecukupan", dimana motor tidak lagi menjadi kebutuhan Primer sebagai alat transportasi agar bisa digunakan kemana saja, tetapi banyak yang sudah bergeser menjadi kebutuhan "barang mewah", motor menjadi hobi, jati diri, status sosial, dan masih banyak lagi tujuan dari orang memiliki motor di era sekarang ini.

Motor ber-cc besar pun bisa dengan mudah kita jumpai berseliweran dimana-mana, bahkan motor seperti Tiger 200cc, Scorpio Z 225cc, Honda Mega Pro160 cc sering kita temui digunakan oleh penjual sayur keliling yang mereka rata-rata anak muda. Yang belum pernah saya lihat sih Ninja 250 cc buat jualan sayur...

Dominasi TV sebagai media untuk mengiklankan produk (dalam hal ini: motor) tidak lagi seperti zaman dulu. Orang baru mulai memikirkan untuk membeli motor jika sudah lihat iklan di TV, tapi bagaimana keadaan sekarang?


Saya hanya mengambil contoh 2 varian dari pabrikan Yamaha sebagai contohnya.
New Scorpio 225

Byson 150
Yamaha Scorpio dan Byson contoh kasusnya. Sejauh pengamatan saya ketika menonton TV, perasaan belum pernah melihat iklan 2 motor pabrikan Yamaha disamping. Mungkin pernah tapi tidak segencar motor lain walaupun masih dalam 1 pabrikan.

Misal kita melihat Jupiter MX, Yamaha Mio, Yamaha Vega ZR, dan saudara-saudaranya yang notabene ber-cc lebih kecil, mereka lebih sering nongol di TV.

Untuk Byson dan Scorpio iklan di TV "mungkin" tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan. Karena diakui atau tidak, motor-motor ber-cc besar (dibanding rata-rata motor di Indonesia) peminatnya adalah orang-orang yang intens dengan klub, komunitas, yang mana mereka juga intens nge-blog dan sharing informasi lewat dunia maya.

Jadi memang tidak salah bahwa iklan di TV hanya cenderung menjadi formalitas saja, bukan yang utama. Dan ini bisa kita lihat di pabrikan yang lain yang mengusung motor ber-cc besar dan harga menengah keatas seperti Suzuki Satria F, Ninja 250, CBR 250, dan 'motor ber-cc besar' yang lainnya...

Sabtu, 23 April 2011

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DUSUN PALUTUNGAN


Hari rabu tanggal 12 April 2011, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) melaksanakan serah terima ternak domba kepada Lembaga Masyarakat Desa Konservasi “Alam Lestari” Dusun Palutungan Desa Cisantana Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. Dalam kegiatan serah terima ternak domba dihadiri perwakilan Desa Cisantana, perwakilan Kecamatan Cigugur, Perwakilan Koramil Cigugur dan kepolisian. Kepala Balai TNGC yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Seksi PTN Wil I Kuningan menyampaikan bahwa domba yang diberikan merupakan tiket donasi pemberdayaan sebesar Rp 1.000 per pengunjung terhitung pada bulan November 2010 s.d Februari 2011 di obyek wisata alam Bumi Perkemahan Palutungan yang dikelola oleh CV Wisata Mustika Putri. Donasi pemberdayaan tersebut akan terus berkelanjutan sepanjang pengelolaan obyek wisata alam Bumi Perkemahan Palutungan terus berjalan, Harapannya, domba yang telah diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat eks penggarap walaupun baru mengakomodir sebagian kecil. Domba yang diberikan yaitu jenis garut dengan jumlah 28 (dua puluh delapan) ekor betina dan 2 (dua) ekor jantan yang dibagi kepada 7 (tujuh) sub kelompok RT.

Ketua LMDK Alam Lestari juga menyampaikan terima kasih kepada Balai TNGC atas perhatiannya kepada masyarakat eks penggarap, walaupun saat ini mengakomodir sebagian masyarakat. Mudah-mudahan dapat berkembang dan menghasilkan pendapatan lebih bagi masyarakat eks penggarap. Masyarakat Dusun Palutungan merupakan masyarakat yang mayoritas mata pencahariaannya menggarap di dalam kawasan TNGC. semenjak status kawasan menjadi kawasan taman nasional, sudah dilarang melakukan kegiatan pemanfaatan berbasis lahan seperti penanaman sayur mayur dan perkebunan. Dalam penanganan pembinaan dan penertiban penggunaan lahan yang tidak sesuai fungsinya, Balai TNGC melakukan tahapan diantaranya penyuluhan dan sosialisasi, operasi gabungan dan pemberdayaan masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat merupakan cara agar masyarakat termotivasi untuk mandiri dengan adanya perubahan pola piker, sikap dan perilaku. Perubahan pola pikir memang tidak mudah sehingga perlu didampingi secara intensif dimana pola pikir yang terbentuk hanya memanfaatkan lahan di dalam kawasan, sekarang masyarakat diajak berfikir kreatif untuk mengembangkan potensi yang ada dan bertanggung jawab atas bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah yang dibiayai oleh pajak rakyat. Dalam upaya optimalisasi pengawasan, Balai TNGC akan terus melakukan monitoring dan evaluasi sehingga lebih terkontrol dan dapat dipertanggungjawabkan serta tidak menutup kemungkinan dinas/instansi terkait untuk sama-sama mengevaluasi atas bantuan domba tersebut.



*)penyuluh kehutanan

Selasa, 05 April 2011

laporan aktivitas Gunung Merapi

berdasarkan laporan pos pengamanat gunung api Gunung Ciremai, diketahui cuaca dalam kondisi mendung/hujan, angin kecepatan sedang dari arah selatan Suhu Udara tercatat 24-30 derajat celsius, Gn Ciremai sering tertutup kabut pada waktu siang hari. pengukuran suhu air panas dilakukan 4 kali pengukuran dengan warna bening dan tidak berbau belerang. gempa terjadi pada bulan Maret 2011 sebanyak 169 kali kejadian terdiri dari gempa tektonik jauh sebanyak 126 kali, gempa tektonik lokal sebanyak 2 kali, gempa vulkanik type A sebanyak 9 kali, gempa vulkanik typeB sebanyak 2 kali dan gempa low frekwensi sebanyak 30 kali.


atas kajian tersebut saat ini Gunung Ciremai dalam keadaan normal

Selasa, 29 Maret 2011

RENCANA PENGADAAN BARANG DAN JASA


bersama ini kami sampaikan pengumuman pengadaan barang dan jasa satuan kerja Balai Taman Nasional Gunung Ciremai. bagi yang memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi via email btn_gciremai@ymail.com/blog www.btngciremai.blogspot.com atau website kami www.tnciremai.org

terima kasih

Admin

Minggu, 27 Maret 2011

BERSATUNYA KORSA RIMBAWAN MELALUI HARI BHAKTI RIMBAWAN

Tepat pada tanggal 16 Maret 2011 yang lalu, seluruh Rimbawan di Indobesia merayakan lahirnya Kementerian Kehutanan yang ke-28. Dalam rangka mempererat persatuan korsa Rimbawan khususnya di Kabupaten Kuningan maka diadakan rangkaian acara hari Bhakti Rimbawan yang dimulai dengan upacara di Buper Balong Dalem kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dengan tema “Dengan Jiwa Korsa Rimbawan Kita Tingkatkan Partisipasi Masyarakat untuk Mewujudkan Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera”. Dalam upacara tersebut, dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan bahwa tujuan utama rimbawan adalah bagaimana melestarikan keberadaan kawasan hutan dan mengelola sesuai dengan fungsi dan peruntukannya sehingga jangan sampai sesama rimbawan terjadi kesalahpahaman yang berujung pada hubungan yang kurang baik. Melalui acara ini, mari kita wujudkan pembangunan hutan sesuai dengan tema yang diusung pada hari Bhakti Rimbawan yang ke-28 ini.
Setelah melaksanakan upacara Hari Bhakti Rimbawan, kegiatan dilanjutkan dengan donor darah. Melalui PMI, para rimbawan berbagi kasih kepada sesama dengan mendonorkan darah mengingat kebutuhan darah di PMI semakin lama semakin meningkat. Setelah kegiatan donor darah, kegiatan lainnya adalah perlombaan diantaranya polo air dan permainan kelereng. Perlombaan diikuti oleh 8 kontingen dari instansi hijau yaitu Balai TNGC, Perum Perhutani, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, BPLHD, BP4K, Perkebunan Geger Halang, PDAU dan Universitas Kuningan. Kegiatan perlombaan tidak berhenti sampai pada hari itu, pada tanggal 22 Maret 2011 dilanjutkan dengan permainan penyisihan futsal di Futsal Center Ayong dan pada tanggal 24 Maret 2011 dilanjutkan dengan penyisihan Bulu Tangkis di lapangan bulutangkis Ainurrafiq.
Acara penutupan akan dilakukan di kantor Balai TNGC pada Jum’at malam tanggal 24 Maret 2011 yang akan diisi hiburan live music, perlombaan catur dan domino serta pengumuman juara masing-masing kategori perlombaan. Diharapkan dengan moment seperti ini, kekuatan korsa rimbawan kab Kuningan selalu terjalin dan saling mendukung satu sama lain sehingga permasalahan di lapangan dapat diatasi dengan baik sebagaimana tema yang diusung pada Hari Bhakti Rimbawan ke-28. Hidup Korsa Rimbawan, salam lestari

Rabu, 23 Maret 2011

SHOGUN 125 RR VS SUPRA X 125

Road race atau kebut-kebutan di jalan yang berakhir tidak menyenangkan.

Sebenarnya kejadian ini sama sekali tidak diduga sebelumnya, saat itu aku (mengendarai:Absolute Revo) dan salah seorang temanku (mengendarai:Supra X 125) hendak pulang dari mengantarkan pesanan makanan. 

Awalnya ketika berangkat juga sudah ngebut, di lalu lintas yang ramai sekitar jam 10.00 pagi di area Palur memacu motor dengan kecepatan rata-rata 95-100 kpj, aku di belakang dan temanku yang membuka jalan, tak peduli lalu-lintas ramai yang penting bisa sampai dengan cepat. Pulangnya bisa lebih ngebut lagi karena merasa tidak membawa beban. Namun kejadian yang tak terduga ketika memacu motor 100 kpj dari arah Palur menuju Bak Kramat dengan posisi masih sama, aku yang di belakang dan terus menempel si Supra 125 tiba-tiba dipotong 2 orang yang berboncengan dengan Shogun 125 RR. Shogun tidak menghiraukan aku yang dibelakang Supra dari tadi, bahkan dia cenderung menempel Supra dengan kecepatan tinggi. Bahkan ketika sudah masuk jalan kecil Supra masih ditempel terus, masuk kompleks perumahan masih ditempel juga hingga berhenti di tempat kosnya temanku.


Dalam pikiranku awal, melihat dari style Shogun seperti seorang intel atau polisi yang berdandan preman. Pikiranku mulai berpikir yang aneh-aneh...Jangan-jangan...dsb. Setibanya di lokasi Shogun menanyai temanku si Supra tapi menjauh dari aku dan orang-orang disekitarnya, katanya motor temanku bermasalah, kurang lebih seperti itu yang bisa ku dengar. Lalu temanku diminta ikut ke kantor oleh Shogun tadi, dan tanpa berlama-lama temanku ikut dengan shogun yang mengejarnya. Tinggalah aku bengong tanpa tahu apa yang terjadi.

Karena khawatir melihat kondisi yang agak ganjil, maka aku berusaha menghapalkan ciri-ciri yang mengejar tadi. Selang beberapa saat temanku tak tanya-tanyai ternyata memang motornya bermasalah, dan karena beberapa hal mau tidak mau motor harus di sita oleh perusahaan pembiayaan. Sehingga sekarang sudah jelas permasalahannya, dan aku tidak khawatir lagi. Namun ada satu hal yang sebenarnya ingin aku tahu, kira-kira kalo jalannya masih jauh dan sama-sama masih ngebut bisa ketangkep gak yah kira-kira...Shogun 125 RR vs Supra X 125. hehehe

Spec Shogun 125 RR


Spec Supra X 125

Sabtu, 19 Maret 2011

Pilih Bengkel AHASS yang BESAR atau kecil?

Bagi pengguna motor Honda, servis rutin ataupun insidental ketika ada kendala dengan motor Hondanya sebagian besar mempercayakan ke Ahass. Selain memang ini merupakan bengkel resmi untuk merek Honda, di bengkel ini sudah ada standart kualitas pelayanan, peralatan dan pengalaman menangani "Honda", sebagian orang yang menservis kan Hondanya ke bengkel lain karena mereka sudah tahu betul bengkel yang bersangkutan memang hasil pekerjaan maupun pelayanannya memuaskan.

Namun sebagian bengkel Ahass karena pelayanannya sangat memuaskan kebanjiran pelanggan. Ini pengalaman beberapa hari yang lalu ketika hendak menserviskan motor baru, tapi bukan motorku.hehe
Niat awal mau servis di bengkel Ahass yang juga Dealer tempat kemaren mengambil motor baru tersebut karena siapa tahu gratis, karena baru beberapa hari sudah ada trobel. Jika mau menggunakan fasilitas servis gratis dan ganti oli gratis masih "eman-eman" karena jarak tempuh  juga belum jauh, dan belum waktunya servis sebenarnya.


Datang di bengkel jam 9 pagi, begitu menyerahkan kontak motor dan menceritakan kondisi trobelnya "Gubrakkk..." ternyata untuk bisa ditangani motor ini harus mendapatkan nomor antrian 36 dan itu diperkirakan selesai nanti siang sekitar pukul 14.00, ampun deh...

Akhirnya tidak jadi, dan kontak tak ambil kembali lalu muter untuk cari Ahass yang kecil. Dalam pikiranku yang kecil mesti yang ngantri gak sebanyak tadi dan bisa langsung ditangani. Setelah ketemu dan menunggu beberapa saat untuk diperbaiki, maka motor sudah beres kembali dan hanya dikenai biaya Rp 5.000,- saja.

Bagi sebagian orang servis di Ahass yang kecil kurang yakin, atau mungkin pernah mengalami kekecewaan karena suatu hal. Namun yang menjadi kesimpulanku adalah, tak masalah seberapa kecil asal kita tahu itu bagus. Mungkin ada satu dua yang pernah kurang memuaskan tapi berdasarkan pengalaman pribadi servis di bengkel resmi penanganannya lebih profesional dibandingkan dengan yang lain, karena mungkin juga mereka spesialis di bidangnya jadi bisa lebih bagus dalam mengerjakan atau menangani masalah.

Jadi, ketimbang repot-repot ngantri ber jam-jam mending ke yang kecil tapi bisa cepet, toh sudah ada standartnya. Kalo kurang puas bisa di komplain juga...