Kamis, 05 April 2012
Misteri Lawang Sewu
sumber
Rabu, 04 April 2012
5 Artis yang tewas secara tragis
1. Jimi Hendrix
Tanggal 18 September 1970 Jimi Hendrix ditemukan tak bernyawa dalam kamar di sebuah hotel di London. Dokter hanya bisa mengatakan bahwa Hendrix meninggal karena tersedak muntahannya sendiri. Ini dikuatkan keterangan beberapa orang yang mengatakan bahwa malam sebelumnya Hendrix berpesta bersama beberapa orang.
2. Elfis presley
Siapa yang tak kenal artis legendaris Elvis Presley. Banyak orang masih terus mempertanyakan penyebab kematian 'Raja rock & roll' ini. Sebagian besar penggemarnya mengatakan, kematiannya akibat serangan jantung. Namun, baru-baru ini diketahui, Elvis menghembuskan napas terakhir karena menderita sembelit kronis.
Seperti dikut
ip dari situs dailymail.co.uk, beberapa waktu lalu, dokter pribadi Elvis Presley Dr. Nick George Nichopoulos, dan juga penulis buku 'The King and Doctor Nick' ini mengungkapkan penyanyi legendaris ini tidak meninggal akibat serangan jantung - seperti yang pernah beredar sebelumnya - tetapi disebabkan sembelit kronis.
Dari kasus Elvis, spesialis penyakit dalam asal Inggris Dr. Ellie Cannon mencoba mengupas seputar masalah penyakit Elvis. Menurutnya, Elvis menderita sembelit dengan kondisi yang tidak biasa atau sembelit kronis. Dengan kondisi megacolon (lumpuh urat saraf di usus), usus mengembang begitu besar, dan dapat menyebabkan peradangan internal dan septicaemia (keracunan darah). Mungkin ini yang menyebabkan kondisi Elvis sukar ditolong dan pada akhirnya meninggal.
3. John lennon
John Lennon adalah seorang musikus rock Inggris yang memperoleh perhatian dunia sebagai salah seorang pendiri The Beatles, untuk karier solonya, dan aktivisme politiknya. Ia ditembak empat kali (tembakan kelima meleset) oleh Mark David Chapman di lorong pintu masuk bangunan dimana ia menetap, The Dakota, tanggal 8 Desember 1980; Lennon baru saja kembali dari Record Plant Studio dengan istrinya, Yoko Ono.
Lennon diumumkan meninggal di kedatangan di St. Luke's-Roosevelt Hospital Center, dimana telah dinyatakan bahwa tak seorangpun yang dapat hidup lebih lama setelah mengalami peristiwa seperti itu. Meskipun Lennon tiba di rumah sakit tanpa detak jantung, tim dokter berusaha menyelamatkan nyawanya menggunakan berbagai prosedur medis. Transfusi darah juga pemijatan jantung juga diusahakan untuk menyelamatkan jiwanya. Setelah stasiun berita lokal melaporkan kematian Lennon, ramai orang berkumpul di Roosevelt Hospital dan di depan The Dakota. Kremasi Lennon dilakukan tanggal 10 DEsember 1980, di Ferncliff Cemetery di Hartsdale, New York; debunya diberikan pada Ono, yang memutuskan untuk tidak mengadakan penguburan kepadanya.
Tahun 2000, John Lennon Museum dibuka di Saitama Super Arena di Saitama, Saitama, Jepang, dan dua hari kemudian Liverpool mengubah nama bandar udaranya menjadi Bandar Udara John Lennon Liverpool, dan mengambil motto "Above us only sky". Tanggal 9 Oktober 2007, yang merupakan ulang tahun Lennon ke-67, Ono memutuskan untuk membuat tugu peringatan bernama Imagine Peace Tower, terletak di pulau Videy, Islandia. Setiap tahun, antara 9 Oktober dan 8 Desember, tugu ini menyalakan sinar lampu lurus ke langit.
4. Michael jackson
5. Whitney houston
Misteri Pasir Hidup

Pasir hidup adalah mekanisme paling unik alam semesta, ia mungkin terpendam di pantai tepi sungai atau bahkan mungkin di halaman belakang sekitarnya, dengan tenang menunggu orang-orang mendekat, membuat orang sulit maju ataupun mundur.
Pada tahun 1692, di pelabuhan Jamaika, pernah terjadi pasir hidup yang terbentuk dari larutan tanah akibat gempa, belakangan menyebabkan 1/3 kota hilang, dan tragedi yang menewaskan 2000 jiwa manusia.
Danau yang tampak tenang di selatan Inggris, fyord atau teluk sempit di Alaska yang indah tapi berbahaya dan daerah lainnya pernah terjadi peristiwa manusia terperangkap ke dalam pasir hidup.
Namun, sebagian besar orang kerap tidak pernah menjumpai pasir hidup, apalagi menyaksikan sendiri orang terperosok ke dalam pasir hidup atau mengalaminya sendiri. Kesan orang-orang terhadap pasir hidup terutama berdasarkan berbagai film yang ditontonnya. Suasana atau pemandangan yang diciptakan dalam film melukiskan pasir hidup adalah suatu momok yang dapat menghisap manusia ke lubang tak berdasar.
Akan larut jika permukan pasir hisap terganggu
Seorang ilmuwan dari Universitas Amsterdam, Belanda yakni Daniel Bonn pernah menemui seorang gembala setempat. Sang gembala menunjuk pasir hisap sambil berkata pada Bonn, bahwa pernah ada unta terperosok ke dalam kemudian lenyap tak berbekas.
Lalu segera ia melakukan penyelidikan terkait setelah kembai ke negaranya. Ia membawa sampel pasir ke Belanda dan menganalisis komposisinya. Setelah menemukan bahwa campuran tersebut terdiri atas pasir berkualitas tinggi, tanah liat, dan air garam, Bonn bersama timnya membuat tiruan pasir hisap dalam jumlah besar.
Ia mengamati dan menganalisa dengan cermat puluhan film yang melukiskan pemandangan pasir hisap yang menelan manusia itu, dan mendapati bahwa gambaran yang dilukiskan film-film ini sepenuhnya salah dan keliru.

Kemudian, di dalam laboratoriumnya, Bonn mencampurkan pasir, tanah liat dan air garam, membentuk sebuah maket pasir hidup dalam ruangan kecil untuk diteliti. Setelah percobaan secara berulang-ulang, personel peneliti yang dipimpin Bonn mendapati, bahwa perlu waktu beberapa hari untuk membuat pasir menjadi lengket.
Sebaliknya sangat mudah kalau hendak menghilangkan viskositasnya (sifat merekat), yakni cukup diberi tekanan yang pas di permukaannya. Permukaannya akan segera “larut” dengan cepat jika mendapat gangguan gerak, pasir di permukaan akan menjadi gembur (lembek), dan pasir di lapisan yang dangkal juga akan merosot ke bawah dengan cepat.
Gerakan perpindahan ini membuat benda yang bergerak di permukaan pasir tenggelam ke bawah, kemudian seiring dengan meningkatnya kedalaman penenggelaman tersebut, pasir yang jatuh ke bawah melalui gerakan perpindahan dari lapisan atas perlahan-lahan akan menyatu, lalu akan menciptakan endapan yang tebal, sehingga viskositas atau sifat merekat pasir bertambah cepat, mencegah obyek terperosok lebih jauh.
Butuh kekuatan mengangkat sebuah mobil
Menurut hasil penelitian, bahwa orang yang terperosok ke dalam pasir hisap umumnya tidak bisa bergerak, densitas pasir yang meningkat kemudian merekat di bagian anggota badan bawah yang terperosok dalam pasir hisap tersebut, membentuk tekanan yang sangat besas pada tubuh, membuat kita sangat sulit mengeluarkan tenaga.
Orang yang sangat besar tenaganya sekalipun juga sulit dalam waktu singkat bisa mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hisap tersebut. Setelah di kalkulasi peneliti terkait, bahwa untuk mengeluarkan satu kaki korban yang terperangkap dengan kecepatan 1 cm/ detik saja butuh kekuatan 100 ribu Newton, atau kurang lebih setara dengan kekuatan mengangkat sebuah mobil ukuran sedang.
Kecuali dibantu dengan mobil Derek, jika tidak sulit sekali mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hisap tersebut dalam waktu singkat. Hasil penelitian terkait juga menunjukan, menurut hitungan kekuatan ini, jika secara paksa menyeret korban, maka sebelum pasir hisap “melepaskan” korban yang terperangkap, tubuh korban sudah putus tertarik oleh kekuatan yang besar itu.
Resiko yang diakibatkan tindakan demikian jauh lebih berbahaya dibanding membiarkan korban tetap berada dalam pasir hisap tersebut untuk sementara waktu.
Bagaimana menyelamatkan diri dari perangkap
Sebenarnya sebagian besar pasir hisap tidak jauh berbeda dengan pasir pada umumnya, tidak menyeramkan sebagaimana yang dilukiskan dalam film. Secara prinsipal, ia hanya pasir yang telah diresapi air, karena friksi (gaya gesek) antar butiran pasir berkurang, sehingga menjadi campuran pasir dan air setengah cair yang sulit mendukung. Pasir hidup biasanya dijumpai di sekitar pantai.
Menurut Benn, bahwa hanya ada satu keadaan pasir hisap dapat menenggelamkan manusia (mati tenggelam), yaitu ketika bagian kepala lebih dulu masuk ke dalam, namun kemungkinan terperosok dengan cara demikian sangat kecil. Orang yang terperosok ke dalam pasir hisap hanya merasakan sedikit tekanan pada bagian dada, agak sulit bernapas, tidak akan mengancam jiwa. Air pasang di dekat pasir hidup barulah musuh yang menakutkan bagi korban yang terperangkap.
Orang-orang keliru menafsirkan bahwa dengan menggoyangkan kaki bisa melonggarkan pasir di sekitar badan, sehingga dengan demikian dapat membantu anggota badan untuk keluar dari dalam pasir. Ilmuwan terkait menuturkan, sebetulnya bukan begitu, gerakan demikian hanya akan mempercepat endapan tanah liat, memperkuat viskositas (sifat merekat) pasir hisap, meronta membabi buta hanya akan membuat korban terperosok lebih dalam.
Benn mengatakan, “cara untuk terlepas dari pasir hisap tetap ada, yaitu korban yang terperangkap harus menggerakkan secara perlahan kedua kakinya, agar air dan pasir semaksimal merembes masuk ke daerah hampa, dengan begitu akan dapat mengurangi tekanan badan si korban, sekaligus membuat pasir agar perlahan-lahan menggembur.
Selain itu, sang korban juga harus berusaha agar anggota badannya terpisah, sebab jika area permukaan pasir yang disentuh badan semakin besar, maka daya apung yang didapat akan semakin besar. Asalkan korban memiliki kesabaran yang cukup, dengan gerakan yang cukup tenang dan santai, maka secara perlahan pasti akan terbebas dari perangkap pasir hisap.
Selain itu hasil penelitian juga mendapati, saat suatu obyek terperosok ke dalam pasir hisap, kecepatan terbenamnya ditentukan oleh densitas obyek tersebut. Densitas pasir hidup umumnya 2 g/milliliter, sedangkan densitas manusia adalah 1g/milliliter. Di bawah densitas demikian, tubuh manusia yang terbenam ke pasir hidup tidak akan mati tenggelam, kerap akan berhenti sampai sebatas pinggang.
Selain itu peneliti juga mendapati, bahwa meskipun sejumlah obyek yang berdensitas lebih besar dari pasir hidup, tapi tetap bisa mengapung di atas pasir hidup. Dalam percobaan terkait, mereka kemudian meletakkan bola aluminium yang berdensitas 2.7g/mililiter di atas permukaan pasir hisap.
Dan meskipun densitasnya lebih besar dari pasir hidup. Namun karena mendapat pengaruh daya apung pasir hisap dan tegangan pasir, maka bola aluminium tetap bisa dengan tenang berada di permukaan pasir hidup. Bola tersebut tidak tenggelam hingga para peneliti menggetarkan pasir hisap dan membuat gerakan yang menyebabkan campuran lebih cair. Ketika melakukan hal ini, bola aluminium benar-benar seluruhnya tenggelam.
Namun saat menggunakan bola aluminium yang memiliki kerapatan sama dengan manusia yang berarti lebih rendah daripada kerapatan pasir hisap, bola tersebut tidak pernah tenggelam walaupun campuran diperlakukan dengan kasar.
Jatuhnya objek ke pasir hisap menyebabkan pastikel pasir bercampur air kehilangan kestabilan. Jika terus diberi tekanan, campuran tersebut akan berubah menjadi lebih cair di permukaan dan sangat padat di dasarnya.
“Semakin besar tekanannya, semakin banyak cairan yang terbentuk di pasir hisap sehingga gerakan korban membuatnya terperosok semakin dalam,” kata Daniel Bonn, pemimpin penelitian dari University of Amsterdam sebagaimana ditulis dalam jurnal Nature.
Berdasarkan pengukuran terhadap peralatan aluminium ini, meningkatkan tekanan fisik ke partikel sebesar 1 persen menyebabkan kecepatan tenggelamnya naik sejuta kali. Bonn menambahkan bahwa menarik benda dari pasir pada tahap ini membutuhkan kekuatan setara mengangkat mobil berukuran menengah.
Sabar dan tenang
“Yang paling berbahaya adalah apabila pasir hisap cenderung menarik dengan cepat,” katanya. Tapi, kesabaran dapat menyelamatkan Anda. Jika ditunggu dengan sabar, partikel pasir lambat laun akan stabil sehingga daya apung campuran tersebut akan mengangkat Anda ke atas.
Kami mengetahui bahwa lapisan pasir di bawahnya lebih rapat sedangkan air lebih banyak di lapisan atas. Lapisan pasir yang sangat pekat di bawah sangat sedikit mengandung air sehingga sulit melepas kaki yang terperosok ke dalamnya,” lanjut Bonn.
Sarannya, tetaplah tenang dan biasanya Anda akan terapung. Luruskan punggung Anda untuk memperluas area yang bebas dan tunggu hingga kaki bebas dari pasir. Bonn juga menyarankan agar kaki bergerak untuk mengendalikan air sehingga Anda terapung. “Anda harus memasukkan air ke dalam pasir dan cara yang paling mudah adalah memutar-mutar sekitar kaki di dalam pasir hisap,” tambahnya.
Saran tersebut kemungkinan besar benar. Buktinya, bola aluminium kedua dalam percobaan ini tidak tenggelam lebih dari setengah bagian. Meskipun bola tersebut hanya empat milimeter diameternya, kerapatannya sama dengan manusia sehingga bisa digunakan sebagai model manusia.
Shaffanrf.blogspot.com
Senin, 27 Februari 2012
SOLO TOURING #9 "Warung Kopi Pemandangan - Ketep"
Perjalanan ini dilatarbelakangi karena siang itu pusing memikirkan konsep yang harus saya temukan tapi molor berhari-hari belum juga sampai pada keputusan final. Akhirnya saya mengambil kesimpulan, bahwa otak ini perlu di refresh sejenak agar bisa berfikir lebih fokus dan lebih jernih lagi.
Siang itu, sama dengan perjalanan saya sebelumnya...dengan tanpa planing sama sekali, begitu ada keinginan maka persiapan sekitar 15 menit untuk ganti pakaian, menyiapkan perkap, memilah peta yang hendak dibawa lalu meluncur ke aspal panas disiang terik. hufft... siang hari pukul 13.30 di tengah kota Solo, bisa dibayangkan panasnya, lalu lintas yang semrawut, bising dan polusi. Tak apa, begitu bisa meninggalkan tengah kota untuk melintas di jalur Boyolali - Semarang sudah bisa memacu motor dengan kecepatan maksimal (80 kpj - motor cc mini). Sekuat tenaga menaikkan kecepatan menjadi 90-100 kpj nampaknya sia-sia saja karena tak pernah kesampaian...ya sudahlah.
Target perjalanan kali ini sebenarnya adalah pingin "ngaspal jalan" dari Selo, Boyolali naik Merapi dan pulangnya turun gunung di Jogja. Namun dijalan ada masalah lain, selain motor yang gak kuat untuk lari kali ini tambah mbrebet tiap pindah gigi. Ampuun ini motor kenapa gak seneng sih liat orang pengin refreshing...
Dengan kondisi seperti ini maka tidak memungkinkan untuk menjelajah sejauh niatan di awal untuk lewat Jogja, sehingga diputuskan bahwa rute itu untuk lain kali. Sedang untuk saat ini cari kopi di Ketep dan menyepi. Dan itu bisa kudapatkan, memang benar-benar menyepi karena tidak ada wisatawan yang sedang berkunjung, beberapa warung sudah tutup atau tidak buka untuk hari itu, tambah lagi hari sudah sore sehingga benar-benar sempurna untuk menikmati kesunyian bersama sepoi angin sore dan ditemani segelas kopi. Ohya, berkaitan dengan kopi dan pemandangan alam yang bagus, masih ada satu lagi lokasi yang pas untuk tujuan itu. Gunung Lawu, tepatnya sudah berada di wilayah Magetan Jawa Timur. Disana juga banyak tersedia warung yang memang didesaian agar bisa menikmati pemandangan dengan leluasa.
Berikut tips untuk memilih warung "Kopi Pemandangan" menurut pengalaman saya:
- Sebelum menentukan warung yang dipilih, maka lewatilah pinggir jalan dimana warung itu berada dengan berkendara pelan-pelan sambil melihat, warung mana yang punya tempat paling nyaman dengan view paling bagus.
- Jika diperlukan bolak-balik beberapa kali gak masalah, yang penting bisa dapet yang terbaik saat itu
- Karena...Hampir semua warung, kecil sekelas pinggir tebing di gunung seperti ini mempunyai menu yang mirip. Secara rasa juga tidak berbeda jauh, sehingga yang menjadi prioritas baiknya adalah lokasi.
Selesai menikmati segelas kopi dan beberapa gorengan panas, maka saatnya pulang. Perjalanan berangkat tadi memang 2 jam dijalan, istirahat di warung kopi hanya setengah jam setelah itu pulang, tampaknya memang konyol. Tapi inilah petualangan, dan bagi saya tak masalah walaupun hanya berhenti 15 menit untuk berfoto dan makan cemilan saja.
Perjalanan pulang tak kalah seru dengan berangkat tadi, karena pada saat pulang inilah banyak kejadian tak terduga yang dengan tiba-tiba saja langsung terjadi tanpa ada tanda-tanda. Mulai dari terjatuh dari motor, terseok-seok karena roda motor diterjang derasnya arus banjir, dan hujan "khas ketep" yang gelap dan pekat serta menyakitkan wajah jika helm dibuka.
Pertama, jatuh dari motor.
Berkendara dalam kecepatan 50 kpj melibas tikungan berpasir dan miring, untuk beberapa tikungan di awal masih bisa sukses melintas dengan aman. Tapi kemudian satu kali terlena, karena salah prediksi, saya kira pasir tipis ternyata pasir cukup tebal dan tidak padat berhasil melemparkan saya dari motor dan dengan kaki tertimpa motor pula. Alhamdulillah tanpa lecet walaupun njarem sudah pasti, karena jaket dan perkap safety lainnya terpasang dengan baik. Dengan kondisi stang sedikit bengkok, spion melengkung dan body motor gores-gores saya masih bisa melanjutkan perjalanan.
Kedua, hujan lebat dengan tiba-tiba.
Tanpa ada permisi dan gerimis permulaan, langsung bres. Saya kelabakan mengenakan jas hujan. Setelah itu bisa dipastikan, seperti sudah menjadi langganan Ketep jika hujan super seram karena langsung gelap, dingin dan berlangsung lama. Makin lama makin deras dan makin tak bisa lihat jalan, penuntun hanya mengandalkan mobil didepan yang menyalakan lampu hazard. Tambah lagi banjir disertai tanah lumpur kecoklatan menerjang ban yang membuatnya terseok-seok namun tidak sampai terjatuh untuk yang kedua kalinya.
Namun alhmadulillah, semua sudah selesai.
Selamat sampai dirumah bisa istirahat sejenak sebelum kemudian adzan maghrib berkumandang.
Kamis, 16 Februari 2012
Kismis: Hantu Prajurit Belanda Tanpa Kepala
Assalamu`alaikum, namaku Rifky, aku tinggal di Bandung.
Awalnya aku tidak percaya dengan yang namanya hantu atau mahluk gaib. Kebiasaanku ketika malam Jum`at adalah mendengar radio program N****mare di salah satu stasiun radio, program tersebut menceritakan tentang cerita misteri yang ada di kota Bandung. Pada malam itu ada sebuah cerita tentang hantu prajurit Belanda tanpa kepala di jalan sekitar daerah stadion S*******i. Menurut cerita tersebut hantu itu akan muncul apabila kita meniup peluit pada jam 11 malam. Karena penasaran tentang cerita tersebut maka aku coba membuktikan cerita tersebut bersama teman-teman.
Malam Jum`at pun tiba dan aku coba membuktikan cerita itu dengan teman-teman. Kami pun meluncur ke jalan tersebut, memang ketika malam suasana jalan tersebut sangat sepi. Sambil menunggu jam 11 kami pun ngobrol2 tentang hantu itu. Malam tak terasa sehingga sudah menunjukkan jam 11. kami pun meniup peluit dengan keras secara berulang-ulang. Dannn... tiba-tiba ada suara kuda yang berlari kencang menuju kami. Setelah kami lihat ternyata ada sesosok prajurit tinggi besar yang menunggangi kuda tersebut namun tanpa kepala...
Sontak kami pun kaget dan ingin berlari, namun kaki ini serasa tak berkutik. Prajurit itu pun diam tepat dihadapan kami. Dia turun dari kuda tersebut dan mengambil kepala nya, terlihat ada emblem Belanda di lengan pakaian prajurit tersebut. Secara perlahan prajurit tersebut pergi meninggalkan kami..
Sekian.
Maaf kalau agak ga jelas, tapi ini kisah nyataku.
SUMBER:
Malam Jum`at pun tiba dan aku coba membuktikan cerita itu dengan teman-teman. Kami pun meluncur ke jalan tersebut, memang ketika malam suasana jalan tersebut sangat sepi. Sambil menunggu jam 11 kami pun ngobrol2 tentang hantu itu. Malam tak terasa sehingga sudah menunjukkan jam 11. kami pun meniup peluit dengan keras secara berulang-ulang. Dannn... tiba-tiba ada suara kuda yang berlari kencang menuju kami. Setelah kami lihat ternyata ada sesosok prajurit tinggi besar yang menunggangi kuda tersebut namun tanpa kepala...
Sontak kami pun kaget dan ingin berlari, namun kaki ini serasa tak berkutik. Prajurit itu pun diam tepat dihadapan kami. Dia turun dari kuda tersebut dan mengambil kepala nya, terlihat ada emblem Belanda di lengan pakaian prajurit tersebut. Secara perlahan prajurit tersebut pergi meninggalkan kami..
Sekian.
Maaf kalau agak ga jelas, tapi ini kisah nyataku.
SUMBER:
Langganan:
Postingan (Atom)




