Jumat, 06 April 2012

5 Tempat menyeramkan yang banyak di kunjungi

1. Pantai second


Seorang peselancar asal Afrika Selatan tengah ditolong setelah seekor hiu mencabik-cabik tubuh pria malang iniPantai Second Beach yang ada di Port St. John, Provinsi Esatern Cafe, Afrika Selatan, dijuluki sebagai pantai yang paling mematikan di dunia.
Hal ini dikarenakan banyak wisatawan dan peselancar yang mengunjungi pantai ini menjadi korban serangan ikan hiu ganas yang sering muncul mencari mangsa di kawasan tersebut. 
Terakhir, seperti dikutip laman Dailymail,  seorang peselancar asal Afrika Selatan, Ngidi Msungbana (25), tewas pada hari minggu kemarin (15/1), setelah seekor hiu mencabik-cabik tubuh pria malang ini saat tengah menaikki papan seluncurnya.
Para saksi mengatakan pria tersebut terlihat bergulat dengan hiu tersebut selama lima menit. Selanjutnya air laut berubah menjadi merah.
Kejadian ini menjadi peristiwa keenam yang ditimbulkan oleh serangan fatal ikan hiu selama lima tahun terakhir sejak 2007.
Seorang ahli selancar lokal, Michael Gatcke mengatakan, ìPada 15 Januari 2011, terjadi serangan fatal dan kini terulang lagi di saat yang sama.
Dengan banyaknya rangkaian serangan mematikan ini, kalangan ahli pun menyebut pantai yang cantik ini sebagai pantai paling berbahaya di dunia. 


2. Bukit Salib


Situs tersebut memiliki arti penting selama periode 1944-1990, ketika Lithuania dikuasai oleh Uni Soviet. Dengan terus-menerus mengunjungi dan menempatkan salib atau barang yang mereka bawa, Rakyat Lithuania menggunakan Bukit salib untuk mendemonstrasikan kesetiaan mereka pada warisan, agama, dan identitas asli mereka; Bukit Salib menjadi suatu venue dari perlawanan secara damai. Meskipun Soviet berusaha keras menyingkirkan salib-salib baru, dan meratakan situs itu dengan bulldozer sekurang-kurangnya tiga kali (termasuk percobaan yang dilakukan pada tahun 1963 dan 1973).[4] Bahkan beredar desas-desus bahwa para penguasa berencana untuk membangun sebuah bendungan dekat tempat itu di Sungai Kulvė, sebuah anak sungai yang mengalir ke Sungai Mūša, sehingga akan menenggelamkan Bukit Salib.[2]
Pada tanggal 7 September 1993, Paus Yohanes Paulus II mengunjungi Bukit Salib, dan menyatakan situs itu sebagai tempat bagi harapan, damai, kasih, dan pengorbanan. Pada tahun 2000, sebuah biara Pertapaan Fransiskan dibuka di dekat situ. Dekorasi interiornya dihubungkan dengan La Verna, gunung tempat St. Fransiskus menerima stigmata.[4] Bukit itu tetap tidak berpemilik; oleh karenanya orang-orang bebas untuk menegakkan salib-salib di mana saja sesuka hati.[5]

 3. Hutan aokigahara 



Tingginya angka bunuh diri memicu pemerintah memasang papan imbauan larangan bunuh diri di hutan tersebut. Sejak tahun 1970, dibentuk tim yang terdiri dari polisi, relawan, dan jurnalis yang bertugas menyusur hutan mencari mayat-mayat. Namun, kerja tim tersebut kalah berat ketimbang pekerja hutan. Merekalah yang bertugas membawa mayat dari hutan ke pos penjagaan hutan.
Tubuh mayat yang kadang sudah membusuk diletakkan di kamar khusus untuk para korban bunuh diri. Para pekerja itu kemudian melakukan undian, siapa yang kalah akan diberi tugas khusus yaitu tidur di ruangan bersama jenazah. Sebab jika jenazah ditinggalkan sendirian, diyakini akan berakibat buruk. Arwah penasaran jenazah itu yang disebut yurei akan menjerit-jerit sepanjang malam. Tak hanya itu, jenazah itu akan berpindah dengan sendirinya.
Segala upaya dilakukan untuk menghentikan bunuh diri di Hutan Aokigahara. Salah satunya memasang CCTV dan melacak orang yang akan menuju hutan angker tersebut. “Terutama di Bulan Maret, akhir tahun fiskal. Lebih banyak orang datang ke Aokigahara karena buruknya kondisi ekonomi”. kata pegawai pemerintahan Prefektur Yamanashi, Imasa Watanabe.
Popularitas Hutan Aokigahara kembali mencuat setelah rilis film Jyukai, Lautan pohon di balik Gunung Fuji, karya sutradara Takimoto Tomoyuki. Film itu bercerita tentang empat orang yang memutuskan mengakhiri hidupnya di Aokigahara. Sutradara Takimoto sesumbar menemukan uang US$ 3.760 di sebuah dompet yang diduga milik orang yang bunuh diri.
Pernyataan Takimoto memicu rumor bahwa Aokigahara adalah “surga” bagi para pemulung yang memunguti harta tertinggal milik korban bunuh diri. Apalagi, beberapa orang mengklaim menemukan kartu kredit, tiket kereta api berlangganan, dan surat izin mengemudi milik si mati.
Pada Maret 2009, kantor berita CNN memberitakan Hutan Aokigahara. Dalam berita tersebut, Aokigahara disebut sebagai tujuan bagi orang-orang yang tertekan dan tidak kuat menanggung realita hidup.
Angka kematian akibat bunuh diri di negara matahari terbit ini memang luar biasa, terutama saat kondisi ekonomi mengalami penurunan. Ada 2.645 kasus bunuh diri tercatat pada bulan Januari 2009, naik 15 persen dari 2.305 pada Januari 2008. Paling banyak adalah kelas pekerja.
Barangkali anda berminat menjadi pemulung di hutan Aokigahara?




4. Benteng poenari 
Poenari castle atau yang lebih di kenal sebagai benteng Poenari, adalah sebuah benteng yang hancur di Rumania, dibangun pada abad ke-13, namun, kemudian, ditinggalkan hingga termakan oleh waktu. Vlad Tepes telah terpikat oleh potensi kastil ini yang terletak di tebing batu yang curam dan tinggi. Itu sebabnya ia memperbaiki benteng dan menjadi salah satu benteng utama saat melawan musuh dalam abad ke-15. Setelah beberapa saat, Benteng itu ditinggalkan lagi dan sebagian hancur oleh gempa bumi pada tahun 1888. Namun, beberapa bagian dari itu sebagian direnovasi.
Vlad Tepes lahir di 1431, di Sighisoara, sebuah kota di pusat Transylvania. Dia adalah penguasa Walachia dalam waktu yang lama, terkenal karena pertahanan yang berhasil melawan Ottoman. Dia bernama Impaler, karena ia menggunakan penyulaan sebagai metode hukuman dan eksekusi.
Ironisnya, tampaknya bahwa ia telah belajar metode ini dari Ottoman, ketika ia, yang hanya seorang anak, telah ditahan sebagai tahanan oleh mereka. kekejaman-Nya menjadi sangat terkenal dan bahkan penyerbu Utsmani adalah demoralisasi oleh itu. Itu adalah citra kejam bagi siapa pun untuk melihat 20000 tentara Turki yang disula. Vlad Tepes tidak hanya membela Walachia dan Transylvania dari ekspansi Ottoman tetapi juga seluruh Eropa. Jadi, Rumania memiliki banyak rasa hormat padanya, meskipun ia adalah seorang yang kejam. Dia meninggal pada 1476, di dekat tempat untuk Bucharest ada yang mengatakan ia telah dibunuh.
Meskipun benteng ini digunakan selama bertahun-tahun setelah kematian Vlad di tahun 1476, akhirnya ditinggalkan lagi pada paruh pertama abad 16 dan berada di reruntuhan oleh abad ke-17. Namun karena ukuran dan lokasi, pada tahun 1888, tanah longsor meruntuhkan sebagian benteng yang jatuh ke sungai jauh di bawah. Meskipun demikian, Untuk mencapai kastil, pengunjung harus menaiki tangga 1.480.

Selama era Komunis di Rumania, pengunjung asing yang kadang-kadang menghabiskan malam di dalam reruntuhan puri.
5. Tana Toraja
Berikut ini tempat yg sering di kunjungi wisatawan di Tana Toraja 



Pallawa.

Pallawa.

Tongkonan Pallawa adalah salah satu tongkonan atau rumah adat yang sangat menarik dan berada di antara pohon-pohin banbu di puncak bukit. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Terletak sekitar 12 Km ke arah utara dari Rantepau.
 

Londa.

Londa.

Londa adalah bebatuan curam di sisi makam khas Tana Toraja. Salah satunya terletak di tempat yang tinggi dari bukit dengan gua yang dalam dimana peti-peti mayat diatur sesuai dengan garis keluarga, di satu sisi bukit lainya dibiarkan terbuka menghadap pemandangan hamparan hijau. Terletak sekitar 5 Km ke arah selatan dari Rantepau.


Ke’te Kesu.

Ke’te Kesu.

Obyek yang mempesona di desa ini berupa Tongkonan, lumbung padi dan bangunan megalith di sekitarnya. Sekitar 100 meter di belakang perkampungan ini terdapat situs pekuburan tebing dengan kuburan bergantung dan tau-tau dalam bangunan batu yang diberi pagar. Tau-tau ini memperlihatkan penampilan pemiliknya sehari-hari. Perkampungan ini juga dikenal dengan keahlian seni ukir yang dimiliki oleh penduduknya dan sekaligus sebagai tempat yang bagus untuk berbelanja souvenir. Terletak sekitar 4 Km dari tenggara Rantepau.


Batu Tumonga.

Batu Tumonga.

Di kawasan ini anda dapat menemukan sekitar 56 batu menhir dalam satu lingkaran dengan 4 pohon di bagian tengah. Kebanyakan batu menhir memiliki ketinggian sekitar 2 – 3 meter. Dari tempat ini anda dapat melihat keindahan rantepau dan lembah sekitarnya. Terletak di daerah Sensean dengan ketinggai 1300 Meter dari permukaan laut.


Lemo.

Lemo.

Tempat ini sering disebut sebagai rumah para arwah. Di pemakaman Lemo anda dapat melihat mayat yanng disimpan di udara terbuka, di tengah bebatuan yang curam. Kompleks pemakaman ini merupakan perpaduan antara kematian, seni dan ritual. Pada waktu-waktu tertentu pakaian dari mayat-mayat akan diganti dengan melalui upacara Ma Nene. Terletak di Kabupaten Tan Toraja.




Kamis, 05 April 2012

7 Lagu penuh misteri


Suara misterius Dari perut Bumi

                                   


 

Misteri Lawang Sewu

Gedung peninggalan Belanda itu sampai sekarang nampak megah jika dipandang dari bundaran monumen Tugu Muda. Wujud bangunannya kokoh, artistik, dan bergaya Eropa. Siapa saja tentu akan percaya kalau bangunan bersejarah itu dihuni oleh segerombolan makhluk halus. Pasalnya, selain bangunan tua, sudah lama gedung berpintu sekitar 1.000 (sewu, red) ini dibiarkan kosong dan tak berpenghuni. Membuat sawab sekitar mudah dimasuki oleh lelembut maupun makhluk gaib dari alam maya. Sayangnya, pemerintah setempat sekarang kurang peka terhadap keberadaan gedung tua ini. Bangunan Lawang Sewu dianggap tak ubahnya barang rongsok yang tidak ada gunanya. Terkesan kumuh dan kotor, bahkan kalau malam sama sekali tidak ada penerangan di dalam gedung. Mungkin karena telantar membuat bangunan ini bertambah angker. Seperti wingit hingga kalau malam hari tidak ada orang yang berani lewat di depat gedung. Apalagi, sampai berani masuk ke halaman Lawang Sewu. Hanya Soeranto semata yang sudah bertahun- tahun tinggal di pelataran gedung Lawang Sewu. Selama itu pula, Soeranto mengaku sudah tidak terhitung lagi berapa kali dia mengalami kejadian- kejadian aneh jika malam hari. Aneka rupa dan bentuk makhluk gaib menunggu gedung sudah pernah dia pergoki. Sejauh itu, berkat pengabdian Soeranto untuk menjaga gedung, dia tidak pernah gentar menghadapi lelembut penghuni setempat. “Macam-macam wujud jelmaan penunggu sini (Lawang Sewu, red) pernah saya temui. Mulai wujudnya yang seram, begis, sampai yang lucu- lucu,” aku Soeranto. Sampai-sampai mengenai prilaku para lelembut setempat Soeranto sangat hafal betul. Termasuk ketika akan memunculkan bentuk aslinya, ada tanda-tanda khusus yang lebih dulu disampaikan para lelembut. “Biasanya ada yang diawali dengan hembusan angin agak kencang, semilir, sampai ada yang mengeluarkan bau-bauan. Ada yang bau wangi, bau menyan, bahkan ada yang mengeluarkan bau agak busuk,” tandasnya. Kemunculan makhluk halus ditengarai adalah arwah tentara Belanda dan Jepang itu masing- masing punya daerah kekuasaan sendiri-sendiri. Seperti di pintu depan paling barat, menurut Soeranto disitu diperkirakan dikuasai oleh sosok hantu tentara Belanda. Setiap kali muncul lelembut yang dicurigai sebagai arwah orang Belanda ini selalu mengenakan pakaian seragam serdadu lengkap dengan senapan laras panjang. Ada yang berada di pintu belakang paling timur. Termasuk menempati beberapa pintu kamar, dan ruang di lantai dua. Lain lagi di salah satu ruang paling depan yang ditengarai dulunya menjadi pos penjagaan tentara, di sekitar tempat itu dikuasai oleh sosok lelembut yang berwujud serdadu Jepang. Khusus makhluk gaib yang satu ini, menurut Soeranto terlihat bengis dan kejam. Kumisnya panjang melintang dengan ke mana-mana selalu membawa sebilah samurai panjang. Meski berbeda wilayah kekuasaan, tidak pernah ada kejadian keributan atau semacam pertanda adanya ontran-ontran di alam gaib antar penunggu Lawang Sewu itu. Semua selalu tenang, dan kemunculannya pun selalu pada tempat yang sama. Tidak berebutan. Mungkin saja karena sosok-sosok itu sering kali muncul dan bertemu dengan Soeranto, hingga kesannya sangat akrab. “Cuma kalau berdialog langsung dengan mereka belum pernah. Di samping saya sendiri tidak mengerti bahasa mereka,” aku Soeranto kepada METEOR. Paling mendebarkan menurut Soeranto, tiap malam Jumat Kliwon arwah-arwah setempat sering kali menampakkan wujud aslinya. Mereka bergentayangan, bermunculan, hingga membuat suasana malam seperti ramai orang-orang bercengkerama. Cuma paling menakutkan lagi, adalah jeritan-jeritan suara perempuan dari dalam gedung. Diperkirakan jeritan itu berasal dari jerit nonik-nonik Belanda. Bahkan, setiap muncul jeritan pasti disusul suara derap sepatu lars tentara Belanda dan Jepang. Sepertinya arwah mereka kompak, namun suara jeritan itu diperkirakan jeritan noni Belanda yang ketakutan ketika melihat aksi pembantaian Jepang terhadap tentara Belanda. Konon, banyak tentara Belanda yang tewas disembelih tentara Jepang. Sehingga suara jeritan itu kadang disusul jeritan tentara Belanda yang kesakitan. Sementara jika mendongakkan kepala ke atas gedung, nampak ada sebuah tondon air yang dulunya difungsikan untuk menyimpan air bersih. Sedangkan di sekitarnya, tepatnya di depan halaman gedung ada sebuah sumur tua yang setiap harinya selalu dikunci rapat-rapat. Bentuk sumur tersebut temboknya meninggi dari dasar tanah dan diberi atap genting warna merah. Di situlah paling sering terdengar tangisan nonik- nonik Belanda dan Jepang. Namun, dari sekian banyaknya mahkluk halus yang menjaga gedung lawang sewu tersebut, menurut beberapa paranormal asal Semarang tidak akan mengganggu masyarakat apabila nekad masuk ke dalam gedung. “Dulu ada paranormal yang menerawang penghuni sini. Katanya, jumlah mereka sekitar 50 makhluk halus,” imbuhnya. Sejak didirikan ratusan tahun lalu, gedung spektakuler peninggalan pemerintahan Belanda macam Lawang Sewu Semarang masih tetap menyimpan misteri. Sudah berulang kali orang menyingkap misteri di balik kemegahan gedung bersejarah ini. Namun, sejauh itu masih ada misteri lain yang tersisa, seiring perjalanan umur bangunan yang semakin tua. Berikut ini wartawan METEOR melaporkan sepenggal misteri yang tersisa dari Lawang Sewu itu. Ibarat buah kelapa makin tua makin banyak santan yang dibutuhkan oleh manusia. Tidak lebih ungkapan tersebut sama pula dengan keberadaan gedung tua peninggalan Belanda macam Lawang Sewu. Makin tua umur bangunan yang berlokasi di depan Tugu Muda, Pandanaran Semarang ini, legenda yang menyelimuti makin banyak dipuji masyarakat. Wajar sebagai gedung bersejarah, Lawang Sewu semakin makin dipandang sebagai gedung berharga, berkat keantikannya. Tak heran sampai sekarang ini, gedung yang nampaknya kurang mendapat perhatian dari Pemkot Semarang ini, dalam percaturannya masih menjadi rebutan antar para investor dan pengusaha baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Bahkan, antar pengusaha sekitar Semarang sendiri saling berebutan untuk bisa memenangkan tender mengelola gedung kuno ini. Menurut kabar yang tersebar pada pekembangan nantinya gedung yang memiliki luas sekitar 0,50 hektar ini akan dijadikan hotel berbintang lima. Kabar yang santer terdengar, anak mantan presiden Soeharto, Bambang Triatmojo pernah berambisi membeli gedung milik negara ini untuk disulap menjadi hotel berbintang. Hanya saja, belum sampai impiannya terlaksana, keburu Soeharto lengser dan keinginannya itu pun sirna. “Semenjak itu, sampai sekarang belum ada yang menawar lagi. Bangunan ini dibiarkan kosong dan terlantar. Kami tidak tahu mau dijadikan apa bangunan megah ini,” ujar Soeranto, 50 tahun, salah seorang penghuni gedung Lawang Sewu kepada METEOR. Dari situ Soeranto lantas menceritakan panjang lebar mengenai sejarah dan asal-usul berdirinya gedung Lawang Sewu. Memang jika ditilik dari sejarahnya gedung ini sangatlah legendaris. Maklum sudah beberapa priode pemerintahan dan jawatan pernah menempati gedung yang dikenal sangat angker ini. Sekilas pandangan Soeranto menerawang, lalu menurut penuturannya, Lawang Sewu tersebut merupakan salah satu gedung peninggalan Belanda yang diarsiteki oleh Prof Klinkkaner dan Quendagg. Dibangun dan sekaligus berdiri sekitar tahun 1863. Setelah itu gedung ini pada tanggal 27 Agustus 1913 ditempati oleh para tentara Belanda, hanya saja tidak berlangsung lama. Sebab, setelah itu Belanda menyerah terhadap Jepang Baru kemudian penguasaan gedung berlalih ke tangan pemerintahan Jepan baik secara administratif maupun secara perekonomian selama 3,5 tahun. Sampai kemudian bangsa Indonesia melakukan perlawanan dengan melakukan perang bersenjata melawan tentara Jepang di kawasan Tugu Muda yang dikenal dengan sebutan 5 Jam di Semarang. Sekitar tahun 1950, tutur Soeranto, gedung tua tersebut ditempati oleh TNI-AD dibawah pimpinan Panglima Gatot Subroto. Dan, paling terakhir yang menempati adalah jawatan PT Kereta Api Jawa Tengah. Bahkan, saat itu fungsi gedung sempat dijadikan sebagai kantor wilayah Departemen Perhubungan Jateng. Hingga akhirnya gedung Lawang sewu tersebut benar-benar kosong mulai sekitar tahun 1996 sampai sekarang. Ibarat orang yang sedang mati suri. Kondisi gedung Lawang Sewu tiap harinya sepi dari kegiatan apapun. Tidak ada lagi aktivitas ramai seperti tahun-tahun silam. Belum lagi akibat tidak pernah mendapat perhatian, keadaan sekitar gedung menjadi kotor dan kumuh. Tembok bangunan yang gempal mulai mengelupas catnya. Areal sekitar gedung nampak ditumbuhi semak belukar dan ilalang. Ketika METEOR mencoba membuka daun pintu di salah satu kamar yang ada di dalam gedung tersebut, mendadak daun pintu terbuat dari kayu itu rapuh dan patah lantaran ditekan ke dalam. Aneh memang, ternyata bagian dalam gedung tersebut banyak sekali pintu-pintu yang bahannya terbuat dari kayu jati. Kendati demikian pintu yang berjumlah sekitar seribu itu tidak lagi mempunyai kekuatan. Hanya masih menyimpan sebuah kenangan misteri jika sewaktu-waktu pintu salah satu kamar Lawang Sewu dibuka. Maka akan menimbulkan suara menderit yang khas. Suaranya menggema di tengah kesunyian bagian dalam gedung. Seperti mengundang arwah gentayangan yang ada di dalamnya. Sementara kalau malam hari bagian dalam gelap gulita, lantaran tidak ada satu pun lampu penerangan yang dipasang oleh pemerintah kota Semarang sekarang. Benar-benar Lawang Sewu tidak lagi pernah diperhatikan pemerintah. Masih untung ada orang berjiwa patriotik yang rela menjaga dan tinggal di dalam gedung Lawang Sewu, seperti Soeranto juga pensiunan TNI-AD ini. Diakui Soeranto sebenarnya, tinggal di dalam Lawang Sewu sangat teduh. Asri dan bisa mengenang kejayaan masa pemerintahan Belanda. “Namun mungkin karena tempat ini sangat angker sehingga tidak ada yang berani tinggal di sini. Orang akan menjadikan tempat ini sebagai kantor atau hotel tentunya harus berpikiran yang jernih,” ungkapnya. Untuk kembali “mencerahkan” Lawang Sewu, dimulai dari tahun 2009, PT. KAI dengan bantuan dari beberapa pihak yang tekait, memugar bangunan yang letaknya berdekatan dengan Tugu Muda ini. Setelah sekitar satu tahun pemugaran, tepatnya pada Selasa, 5 Juli 2011, Ibu Negara Republik Indonesia, Ani Bambang Yudhoyono meresmikan purna pugar Gedung A Lawang Sewu. Bersamaan dengan acara Peresmian purna pugar Lawang Sewu, Ibu Negara juga sekaligus membuka acara “Kriya Nusantara dalam Gerbong Lawang Sewu”. Pameran yang berlangsung dari tanggal 5 – 10 Juli ini merupakan kerjasama PT. KAI dengan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), dan beberapa pihak terkait. Saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Lawang Sewu di hari kedua pameran. Pertama yang saya lihat adalah Lawang Sewu telah banyak berubah. Dinding, lantai, dan langit-langit gedung terlihat bersih dan indah. Penataan halaman dengan paving block dan penanaman rumput juga semakin menambah indah gedung yang didirikan pada tahun 1907. Antusiasme masyarakat Semarang terhadap pemugaran ini juga sangat terlihat. Hampir setiap hari setelah peresmian pemugaran, Lawang Sewu diserbu masyarakat yang ingin melihat “wajah baru” Lawang Sewu dan tentu juga melihat pameran. Komentar-komentar di social media juga menunjukkan kegembiraan masyarakat akan wajah baru Lawang Sewu, dan berharap kelestariaanya akan tetap dijaga dengan berbagai aktifitas di dalamnya.

sumber

Rabu, 04 April 2012

5 Artis yang tewas secara tragis

1. Jimi Hendrix

Kematian dewa gitar, Jimi Hendrix, sampai saat ini memang masih jadi misteri. Meski dokter mengatakan bahwa gitaris ini meninggal karena tersedak namun banyak yang berspekulasi bahwa kematiannya adalah karena dibunuh. Kini setelah lewat hampir 40 tahun, salah satu roadie Hendrix mengatakan bahwa manajer Hendrix-lah yang membunuh gitaris ini.

Tanggal 18 September 1970 Jimi Hendrix ditemukan tak bernyawa dalam kamar di sebuah hotel di London. Dokter hanya bisa mengatakan bahwa Hendrix meninggal karena tersedak muntahannya sendiri. Ini dikuatkan keterangan beberapa orang yang mengatakan bahwa malam sebelumnya Hendrix berpesta bersama beberapa orang.



2. Elfis presley

Siapa yang tak kenal artis legendaris Elvis Presley. Banyak orang masih terus mempertanyakan penyebab kematian 'Raja rock & roll' ini. Sebagian besar penggemarnya mengatakan, kematiannya akibat serangan jantung. Namun, baru-baru ini diketahui, Elvis menghembuskan napas terakhir karena menderita sembelit kronis.

Seperti dikut
ip dari situs dailymail.co.uk, beberapa waktu lalu, dokter pribadi Elvis Presley Dr. Nick George Nichopoulos, dan juga penulis buku 'The King and Doctor Nick' ini  mengungkapkan penyanyi legendaris ini tidak meninggal akibat serangan jantung - seperti yang pernah beredar sebelumnya - tetapi disebabkan sembelit kronis.

Dari kasus Elvis, spesialis penyakit dalam asal Inggris Dr. Ellie Cannon mencoba mengupas seputar masalah penyakit Elvis. Menurutnya, Elvis menderita sembelit dengan kondisi yang tidak biasa atau sembelit kronis. Dengan kondisi megacolon (lumpuh urat saraf di usus), usus mengembang begitu besar, dan dapat menyebabkan peradangan internal dan septicaemia (keracunan darah). Mungkin ini yang menyebabkan kondisi Elvis sukar ditolong dan pada akhirnya meninggal.

3. John lennon

 
John Lennon adalah seorang musikus rock Inggris yang memperoleh perhatian dunia sebagai salah seorang pendiri The Beatles, untuk karier solonya, dan aktivisme politiknya. Ia ditembak empat kali (tembakan kelima meleset) oleh Mark David Chapman di lorong pintu masuk bangunan dimana ia menetap, The Dakota, tanggal 8 Desember 1980; Lennon baru saja kembali dari Record Plant Studio dengan istrinya, Yoko Ono.
Lennon diumumkan meninggal di kedatangan di St. Luke's-Roosevelt Hospital Center, dimana telah dinyatakan bahwa tak seorangpun yang dapat hidup lebih lama setelah mengalami peristiwa seperti itu. Meskipun Lennon tiba di rumah sakit tanpa detak jantung, tim dokter berusaha menyelamatkan nyawanya menggunakan berbagai prosedur medis. Transfusi darah juga pemijatan jantung juga diusahakan untuk menyelamatkan jiwanya. Setelah stasiun berita lokal melaporkan kematian Lennon, ramai orang berkumpul di Roosevelt Hospital dan di depan The Dakota. Kremasi Lennon dilakukan tanggal 10 DEsember 1980, di Ferncliff Cemetery di Hartsdale, New York; debunya diberikan pada Ono, yang memutuskan untuk tidak mengadakan penguburan kepadanya.
Tahun 2000, John Lennon Museum dibuka di Saitama Super Arena di Saitama, Saitama, Jepang, dan dua hari kemudian Liverpool mengubah nama bandar udaranya menjadi Bandar Udara John Lennon Liverpool, dan mengambil motto "Above us only sky". Tanggal 9 Oktober 2007, yang merupakan ulang tahun Lennon ke-67, Ono memutuskan untuk membuat tugu peringatan bernama Imagine Peace Tower, terletak di pulau Videy, Islandia. Setiap tahun, antara 9 Oktober dan 8 Desember, tugu ini menyalakan sinar lampu lurus ke langit.

4. Michael jackson 


Meninggalnya Raja Pop Michael Jackson membuat terkejut banyak kalangan. Lalu bagaimanakah kronologis meninggalnya penyanyi berusia 50 tahun ini?Sebagaimana dilansir Hollyscoop.com, Michael mengalami gangguan jantung dan langsung dilarikan ke UCLA Medical Center sekira pukul 13.00 waktu setempat, Kamis (25/6/2009).Saat peristiwa tersebut, Michael didampingi dokter pribadinya yang setiap hari mengunjungi kakak kandung Janet Jackson tersebut.Sekira pukul 13.14 waktu setempat, Michael dalam keadaan tak sadarkan diri tiba di rumah sakit. Sejumlah dokter dan personel gawat darurat langsung melakukan CPPR dan mencoba menyadarkan raja pop tersebut. Akan tetapi upaya tersebut tidak berhasil, selanjutnya sekira pukul 14.26 waktu setempat, Michael Jackson diumumkan telah meninggal dunia.


5. Whitney houston


  Sudah sekitar 1,5 bulan Whitney Houston meninggal dunia. Penyidik kepolisian Los Angeles akhirnya mengumumkan bahwa sang diva kehilangan nyawa setelah tenggelam di bak mandi, akibat efek penggunaan kokain dan penyakit jantung. Pada 11 Februari silam, jasad wanita yang menghabiskan waktu bertahun-tahun melawan kecanduan obat dan alkohol, itu memang ditemukan dalam kondisi tenggelam di dalam bath up, di kamar di Beverly Hills Hotel. Menurut juru bicara kepolisian, Craig Harvey, hasil otopsi menemukan kandungan kokain di tubuh Houston. Selain penyakit jantung atherosclerotic, efek penggunaan obat terlarang inilah yang diduga kuat membuatnya tak mampu mengontrol diri, lalu tenggelam.

Misteri Pasir Hidup


Pasir hidup adalah mekanisme paling unik alam semesta, ia mungkin terpendam di pantai tepi sungai atau bahkan mungkin di halaman belakang sekitarnya, dengan tenang menunggu orang-orang mendekat, membuat orang sulit maju ataupun mundur.


Pada tahun 1692, di pelabuhan Jamaika, pernah terjadi pasir hidup yang terbentuk dari larutan tanah akibat gempa, belakangan menyebabkan 1/3 kota hilang, dan tragedi yang menewaskan 2000 jiwa manusia.

Danau yang tampak tenang di selatan Inggris, fyord atau teluk sempit di Alaska yang indah tapi berbahaya dan daerah lainnya pernah terjadi peristiwa manusia terperangkap ke dalam pasir hidup.

Namun, sebagian besar orang kerap tidak pernah menjumpai pasir hidup, apalagi menyaksikan sendiri orang terperosok ke dalam pasir hidup atau mengalaminya sendiri. Kesan orang-orang terhadap pasir hidup terutama berdasarkan berbagai film yang ditontonnya. Suasana atau pemandangan yang diciptakan dalam film melukiskan pasir hidup adalah suatu momok yang dapat menghisap manusia ke lubang tak berdasar.

Akan larut jika permukan pasir hisap terganggu
Seorang ilmuwan dari Universitas Amsterdam, Belanda yakni Daniel Bonn pernah menemui seorang gembala setempat. Sang gembala menunjuk pasir hisap sambil berkata pada Bonn, bahwa pernah ada unta terperosok ke dalam kemudian lenyap tak berbekas.

Lalu segera ia melakukan penyelidikan terkait setelah kembai ke negaranya. Ia membawa sampel pasir ke Belanda dan menganalisis komposisinya. Setelah menemukan bahwa campuran tersebut terdiri atas pasir berkualitas tinggi, tanah liat, dan air garam, Bonn bersama timnya membuat tiruan pasir hisap dalam jumlah besar.

Ia mengamati dan menganalisa dengan cermat puluhan film yang melukiskan pemandangan pasir hisap yang menelan manusia itu, dan mendapati bahwa gambaran yang dilukiskan film-film ini sepenuhnya salah dan keliru.


Kemudian, di dalam laboratoriumnya, Bonn mencampurkan pasir, tanah liat dan air garam, membentuk sebuah maket pasir hidup dalam ruangan kecil untuk diteliti. Setelah percobaan secara berulang-ulang, personel peneliti yang dipimpin Bonn mendapati, bahwa perlu waktu beberapa hari untuk membuat pasir menjadi lengket.

Sebaliknya sangat mudah kalau hendak menghilangkan viskositasnya (sifat merekat), yakni cukup diberi tekanan yang pas di permukaannya. Permukaannya akan segera “larut” dengan cepat jika mendapat gangguan gerak, pasir di permukaan akan menjadi gembur (lembek), dan pasir di lapisan yang dangkal juga akan merosot ke bawah dengan cepat.

Gerakan perpindahan ini membuat benda yang bergerak di permukaan pasir tenggelam ke bawah, kemudian seiring dengan meningkatnya kedalaman penenggelaman tersebut, pasir yang jatuh ke bawah melalui gerakan perpindahan dari lapisan atas perlahan-lahan akan menyatu, lalu akan menciptakan endapan yang tebal, sehingga viskositas atau sifat merekat pasir bertambah cepat, mencegah obyek terperosok lebih jauh.

Butuh kekuatan mengangkat sebuah mobil
Menurut hasil penelitian, bahwa orang yang terperosok ke dalam pasir hisap umumnya tidak bisa bergerak, densitas pasir yang meningkat kemudian merekat di bagian anggota badan bawah yang terperosok dalam pasir hisap tersebut, membentuk tekanan yang sangat besas pada tubuh, membuat kita sangat sulit mengeluarkan tenaga.

Orang yang sangat besar tenaganya sekalipun juga sulit dalam waktu singkat bisa mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hisap tersebut. Setelah di kalkulasi peneliti terkait, bahwa untuk mengeluarkan satu kaki korban yang terperangkap dengan kecepatan 1 cm/ detik saja butuh kekuatan 100 ribu Newton, atau kurang lebih setara dengan kekuatan mengangkat sebuah mobil ukuran sedang.

Kecuali dibantu dengan mobil Derek, jika tidak sulit sekali mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hisap tersebut dalam waktu singkat. Hasil penelitian terkait juga menunjukan, menurut hitungan kekuatan ini, jika secara paksa menyeret korban, maka sebelum pasir hisap “melepaskan” korban yang terperangkap, tubuh korban sudah putus tertarik oleh kekuatan yang besar itu.

Resiko yang diakibatkan tindakan demikian jauh lebih berbahaya dibanding membiarkan korban tetap berada dalam pasir hisap tersebut untuk sementara waktu.

Bagaimana menyelamatkan diri dari perangkap
Sebenarnya sebagian besar pasir hisap tidak jauh berbeda dengan pasir pada umumnya, tidak menyeramkan sebagaimana yang dilukiskan dalam film. Secara prinsipal, ia hanya pasir yang telah diresapi air, karena friksi (gaya gesek) antar butiran pasir berkurang, sehingga menjadi campuran pasir dan air setengah cair yang sulit mendukung. Pasir hidup biasanya dijumpai di sekitar pantai.

Menurut Benn, bahwa hanya ada satu keadaan pasir hisap dapat menenggelamkan manusia (mati tenggelam), yaitu ketika bagian kepala lebih dulu masuk ke dalam, namun kemungkinan terperosok dengan cara demikian sangat kecil. Orang yang terperosok ke dalam pasir hisap hanya merasakan sedikit tekanan pada bagian dada, agak sulit bernapas, tidak akan mengancam jiwa. Air pasang di dekat pasir hidup barulah musuh yang menakutkan bagi korban yang terperangkap.

Orang-orang keliru menafsirkan bahwa dengan menggoyangkan kaki bisa melonggarkan pasir di sekitar badan, sehingga dengan demikian dapat membantu anggota badan untuk keluar dari dalam pasir. Ilmuwan terkait menuturkan, sebetulnya bukan begitu, gerakan demikian hanya akan mempercepat endapan tanah liat, memperkuat viskositas (sifat merekat) pasir hisap, meronta membabi buta hanya akan membuat korban terperosok lebih dalam.


Benn mengatakan, “cara untuk terlepas dari pasir hisap tetap ada, yaitu korban yang terperangkap harus menggerakkan secara perlahan kedua kakinya, agar air dan pasir semaksimal merembes masuk ke daerah hampa, dengan begitu akan dapat mengurangi tekanan badan si korban, sekaligus membuat pasir agar perlahan-lahan menggembur.

Selain itu, sang korban juga harus berusaha agar anggota badannya terpisah, sebab jika area permukaan pasir yang disentuh badan semakin besar, maka daya apung yang didapat akan semakin besar. Asalkan korban memiliki kesabaran yang cukup, dengan gerakan yang cukup tenang dan santai, maka secara perlahan pasti akan terbebas dari perangkap pasir hisap.

Selain itu hasil penelitian juga mendapati, saat suatu obyek terperosok ke dalam pasir hisap, kecepatan terbenamnya ditentukan oleh densitas obyek tersebut. Densitas pasir hidup umumnya 2 g/milliliter, sedangkan densitas manusia adalah 1g/milliliter. Di bawah densitas demikian, tubuh manusia yang terbenam ke pasir hidup tidak akan mati tenggelam, kerap akan berhenti sampai sebatas pinggang.

Selain itu peneliti juga mendapati, bahwa meskipun sejumlah obyek yang berdensitas lebih besar dari pasir hidup, tapi tetap bisa mengapung di atas pasir hidup. Dalam percobaan terkait, mereka kemudian meletakkan bola aluminium yang berdensitas 2.7g/mililiter di atas permukaan pasir hisap.

Dan meskipun densitasnya lebih besar dari pasir hidup. Namun karena mendapat pengaruh daya apung pasir hisap dan tegangan pasir, maka bola aluminium tetap bisa dengan tenang berada di permukaan pasir hidup. Bola tersebut tidak tenggelam hingga para peneliti menggetarkan pasir hisap dan membuat gerakan yang menyebabkan campuran lebih cair. Ketika melakukan hal ini, bola aluminium benar-benar seluruhnya tenggelam.

Namun saat menggunakan bola aluminium yang memiliki kerapatan sama dengan manusia yang berarti lebih rendah daripada kerapatan pasir hisap, bola tersebut tidak pernah tenggelam walaupun campuran diperlakukan dengan kasar.

Jatuhnya objek ke pasir hisap menyebabkan pastikel pasir bercampur air kehilangan kestabilan. Jika terus diberi tekanan, campuran tersebut akan berubah menjadi lebih cair di permukaan dan sangat padat di dasarnya.

“Semakin besar tekanannya, semakin banyak cairan yang terbentuk di pasir hisap sehingga gerakan korban membuatnya terperosok semakin dalam,” kata Daniel Bonn, pemimpin penelitian dari University of Amsterdam sebagaimana ditulis dalam jurnal Nature.

Berdasarkan pengukuran terhadap peralatan aluminium ini, meningkatkan tekanan fisik ke partikel sebesar 1 persen menyebabkan kecepatan tenggelamnya naik sejuta kali. Bonn menambahkan bahwa menarik benda dari pasir pada tahap ini membutuhkan kekuatan setara mengangkat mobil berukuran menengah.

Sabar dan tenang
“Yang paling berbahaya adalah apabila pasir hisap cenderung menarik dengan cepat,” katanya. Tapi, kesabaran dapat menyelamatkan Anda. Jika ditunggu dengan sabar, partikel pasir lambat laun akan stabil sehingga daya apung campuran tersebut akan mengangkat Anda ke atas.

Kami mengetahui bahwa lapisan pasir di bawahnya lebih rapat sedangkan air lebih banyak di lapisan atas. Lapisan pasir yang sangat pekat di bawah sangat sedikit mengandung air sehingga sulit melepas kaki yang terperosok ke dalamnya,” lanjut Bonn.
Sarannya, tetaplah tenang dan biasanya Anda akan terapung. Luruskan punggung Anda untuk memperluas area yang bebas dan tunggu hingga kaki bebas dari pasir. Bonn juga menyarankan agar kaki bergerak untuk mengendalikan air sehingga Anda terapung. “Anda harus memasukkan air ke dalam pasir dan cara yang paling mudah adalah memutar-mutar sekitar kaki di dalam pasir hisap,” tambahnya.

Saran tersebut kemungkinan besar benar. Buktinya, bola aluminium kedua dalam percobaan ini tidak tenggelam lebih dari setengah bagian. Meskipun bola tersebut hanya empat milimeter diameternya, kerapatannya sama dengan manusia sehingga bisa digunakan sebagai model manusia.


Shaffanrf.blogspot.com